M. Reza Sulaiman | Azilla Intan
Novel Harga Teman (gramedia)
Azilla Intan

"Kadang, kita emang harus nambah kecepatan, jangan nginjak rem terus dikit-dikit. Hati-hati boleh, tapi terlalu hati-hati juga nggak baik. Siapa tahu dengan terlalu hati-hati, kita malah kehilangan kesempatan." (Harga Teman: Design, Resign, Redesign; halaman 159).

Harga Teman: Design, Resign, dan Redesign karya Debora Danisa merupakan salah satu novel bergenre romansa dengan latar perkotaan yang memiliki konflik realistis dan sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Novel yang memiliki tebal 400 halaman ini berhasil menggambarkan fase quarter-life crisis dan kehidupan anak rantau di kota yang nggak mau pulang ke kampung halamannya sebelum bisa sukses.

Meskipun memiliki narasi yang ringan dan alur cerita yang menghibur, Harga Teman mampu membawakan beberapa pelajaran yang dapat dipetik, di antaranya jangan menjadikan standar hidup orang lain menjadi tolak ukur kebahagiaan, karena setiap orang memiliki garis waktu untuk sukses di jalan masing-masing. Lalu, novel ini juga menyentil kebiasaan masyarakat yang sebagian besar masih meremehkan pekerjaan di bidang industri kreatif dan membayar jasa orang terdekat dengan memanfaatkan kata teman.

Tentang Novel Harga Teman: Design, Resign, Redesign

Harga Teman: Design, Resign, dan Redesign menceritakan tentang kisah Puji atau kerap dipanggil sebagai Uji yang memutuskan untuk merantau ke kota Jakarta untuk menjalani kehidupan yang selama ini ia impikan. Ia bekerja di sebuah perusahaan Megapolitan di bidang design dan saat itu memiliki dua orang teman cowok, yakni Boshi dan Julian. Suatu hari, Uji melakukan sebuah kesalahan kecil yang sangat fatal, yakni lupa mengedit sebuah logo partai baju di salah satu kader yang saat itu sudah terlanjut dicetak. Akhirnya, Uji pun dipecat dari perusahaannya kurang dari setahun masa percobaannya. 

Karena gengsi dan merasa belum sukses untuk bisa pulang ke kampung halamannya, Uji mulai bertahan di kota Jakarta sebisa mungkin, yakni menjadi seorang freelancer yang ada di twitter. Bersamaan dengan menjalani hari-hari sebagai seorang freelancer, Uji mendapatkan kabar bahwa dua orang temannya juga memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dan memikirkan untuk membangun sebuah bisnis. Boshi dan Julian pun mengajak Uji untuk bergabung dengan mereka, hingga akhirnya MercusuArt dibentuk secara resmi di tahun 2020.

Perjalanan mereka berdua dalam menjalani bisnis MercusuArt tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Berbagai halangan dan rintangan terus berdatangan, mulai dari klien yang sepi, kurangnya komunikasi di antara mereka bertiga, hingga berulang kali harus berdebat karena ego yang dimiliki masing-masing. Selain itu, kehidupan Boshi, Uji, dan Julian juga memiliki rintangan masing-masing, mulai dari hubungan antara Uji dan Julian, cowok yang ditemui Uji, dan hubungan Boshi dengan salah satu teman Uji.

Apakah bisnis yang dijalani oleh MercusuArt bisa sukses tanpa bubar? Bagaimana Uji bisa keluar dari fase quater-life crisis dan bisa berdamai dengan keadaan yang sedang dilaluinya?

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Harga Teman: Design, Resign, dan Redesign memiliki gaya narasi yang ringan dan mengambil kosa kata yang sering digunakan sehari-hari tanpa kaku. Penulis mampu menambahkan beberapa komedi segar di tengah konflik yang terjadi, sehingga membuat para pembaca tidak terlalu tegang dalam membaca novelnya. Lalu, premis dan konflik yang diangkat sangat relate dan realistis, yakni menceritakan tentang seorang pekerja lepas di bidang kreatif yang mengalami suka duka dalam karier, mulai dari menghadapi klien yang problematik, kebiasaan orang-orang terdekat yang biasanya menawar jasa dengan embel-embel harga teman, hingga krisis yang terjadi di masa pandemi.

Selain itu, karakter Uji dalam novel ini juga digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki konflik batin seorang anak rantau yang mencoba bertahan hidup di perkotaan, mulai dari dipenuhi rasa cemas akan masa depannya, jomlo di usia yang sudah mencapai seperempat abad, dan terkadang membandingkan diri dengan hidup orang lain. Penggambaran karakter yang terasa realistis ini membuat para pembaca merasa relate dengan karakter tersebut. Lalu, perpaduan antara hubungan romansa dan persahabatan dalam novel ini menjadi bumbu manis tanpa terkesan berlebihan, membuat para pembaca menantikan kelanjutan hubungan asmara yang dimiliki oleh Uji.

Di sisi lain, sebagian pembaca merasa bahwa di bagian awal novel memiliki alur yang lebih lambat sebelum akhirnya berjalan pas dari pertengahan hingga akhir, sehingga membutuhkan kesabaran dalam membaca novel ini untuk mencapai konfliknya. Lalu, dengan tebal 400 halaman, sebagian pembaca merasa bahwa novel ini terlalu tebal dan akan terasa lebih melelahkan bagi mereka yang menyukai novel romance perkantoran dengan halaman yang lebih tipis dan bisa dibaca dalam sekali duduk.

Jika para pembaca menyukai novel dengan alur cerita, konflik, dan karakter yang realistis, menghibur, sekaligus banyak pelajaran di dalamnya, maka novel ini bisa menjadi rekomendasi utama untuk dibaca. Namun, jika para pembaca kurang menyukai novel dengan alur yang lebih lambat di bagian awal dan jumlah halaman yang banyak, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali sebelum membacanya.

Identitas Novel

  • Judul: Harga Teman: Design, Resign, Redesign
  • Penulis: Debora Danisa
  • Tahun Terbit: Mei 2022
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tebal: 400 halaman
  • ISBN: 9786020661384
  • Genre: Romance MetroPop