Hayuning Ratri Hapsari | Athar Farha
Poster Film Avengers: Endgame Encore (IMDb)
Athar Farha

Tujuh tahun setelah Film Avengers: Endgame menutup perjalanan besar para Avengers di bioskop, Marvel kembali membawa film tersebut ke layar lebar. Kali ini bukan sekadar mengulang film 2019. Versi Encore hadir dengan materi tambahan yang sengaja ditempatkan sebagai penghubung menuju Film Avengers: Doomsday, termasuk cuplikan eksklusif yang membuat penonton punya alasan baru untuk kembali menyaksikan kisah yang sebenarnya sudah mereka hafal.

Di sinilah Avengers: Endgame Encore jadi lebih menarik untuk dibicarakan. Film lamanya tetap jadi sajian utama, lengkap dengan perjalanan menuju pertarungan terakhir melawan Thanos, tapi tambahan beberapa menit di versi terbaru membawa perhatian fans ke sesuatu yang belum selesai. Marvel seolah-olah membuka sedikit pintu menuju era berikutnya, sementara penonton yang sudah mengetahui akhir Endgame kini diajak memperhatikan kembali setiap petunjuk yang disisipkan setelahnya.

Film ini tetap diproduksi Marvel Studios dengan Kevin Feige sebagai produser dan Anthony Russo serta Joe Russo sebagai sutradara. Christopher Markus dan Stephen McFeely kembali sebagai penulis. Para pemain utamanya mencakup Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark/Iron Man, Chris Evans sebagai Steve Rogers/Captain America, Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner/Hulk, Chris Hemsworth sebagai Thor, Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff, Jeremy Renner sebagai Clint Barton, Karen Gillan sebagai Nebula, serta jajaran karakter lain yang sudah menjadi bagian penting MCU. 

Versi Encore berdurasi sekitar 186 menit dan tayang di Indonesia sejak 23 September 2026. Lalu kisahnya apakah ada perubahan? Sama! Ceritanya masih mengikuti perjuangan para Avengers setelah Thanos menghapus separuh kehidupan di alam semesta. Tony Stark dan Nebula terdampar di luar angkasa, sementara Steve Rogers, Natasha, Bruce, Thor, Clint, Rocket, dan anggota tim lainnya berusaha menemukan cara membalikkan keadaan. 

Kemunculan Scott Lang membawa gagasan perjalanan waktu. Mereka kemudian menjalankan Time Heist untuk mengumpulkan Infinity Stones dari berbagai titik masa lalu. Semua mengarah pada pertempuran besar melawan Thanos, pengorbanan Natasha, pengorbanan Tony, serta keputusan Steve untuk mengembalikan Infinity Stones sebelum memilih hidup bersama Peggy Carter.

Jadi Apa yang Membuat Fans Wajib Nonton Avengers: Endgame Encore?

Nah, versi ini mulai bermain di wilayah yang jauh lebih menarik setelah cerita utama selesai. Sebelum film diputar, ada pembukaan dari Chris Evans dan Robert Downey Jr. yang memberi sambutan khusus pada penonton. Materi singkat ini seperti salam dari dua wajah yang selama bertahun-tahun jadi jantung MCU.

Kemudian ending Steve dan Peggy diperpanjang. Saat keduanya menikmati momen bersama, ketukan pintu menghentikan suasana. Loki muncul dan menyampaikan bahwa dia bisa membantu mereka berdua. Kemunculan Loki langsung mengubah makna adegan penutup Steve. Kebahagiaan yang sebelumnya jadi titik akhir film Avengers: Endgame kala itu, kini seperti babak baru menuju persoalan multiverse.

Bagian berikutnya membawa Bruce Banner ke situasi yang jauh lebih gelap. Bruce berada dalam fasilitas isolasi setelah peristiwa yang berkaitan dengan Hulk di Film Spider-Man: Brand New Day. Doctor Doom kemudian muncul dan mengambil alih situasi. Adegan itu memperlihatkan Doom menggunakan kekuatan misterius untuk menguasai Hulk. Secara naratif, Marvel sedang memperkenalkan Doom sebagai sosok yang mulai mengumpulkan kekuatan besar menjelang Avengers: Doomsday.

Lalu TVA memperlihatkan skala masalah yang sebenarnya. Berbagai universe mulai mengalami tabrakan atau incursion. Earth-10005, yang berkaitan dengan semesta X-Men Fox, disebut berada dalam jalur benturan dengan Earth-1127. Universe lain ikut terancam. Visual ini membuat konflik Doomsday jadi jauh lebih luas ketimbang pertarungan antarkelompok superhero semata.

Puncaknya muncul lewat suara palu Tony Stark yang begitu ikonik. Bunyi pembuatan armor Iron Man terdengar kembali, lalu visual berpindah ke Doctor Doom yang sedang membuat topengnya. Robert Downey Jr. kini berada di posisi yang sama sekali berbeda sebagai Victor von Doom. Paralelnya terasa sengaja: dulu suara palu jadi tanda lahirnya Iron Man, kini suara yang sama mengiringi kelahiran sosok yang berpotensi jadi ancaman yang jauh lebih besar. 

Di titik ini, Avengers: Endgame Encore lebih dari sekadar nostalgia. Marvel mengambil film yang pernah jadi garis finis Infinity Saga, lalu menambahkan beberapa menit untuk menjadikannya jembatan menuju perang multiverse. Efeknya memang cerdik karena penonton lama kembali mendapatkan emosi yang sudah mereka kenal, sementara materi baru menggeser perhatian ke masa depan.

Masalahnya, daya pikat Endgame dulu berada pada keberaniannya mengatakan selamat tinggal ke para fans. Sedangkan versi Encore sedikit mengganggu kesempurnaan perpisahan itu dengan membuka kembali cerita yang seharusnya sudah selesai. Meski begitu, patut diapresiasi, film ini memperlihatkan bagaimana Marvel mulai mengubah nostalgia menjadi bagian dari mesin cerita baru.

Sobat Yoursay siap nonton Avengers: Doomsday? Sebelum nonton, ada baiknya kepoin dulu Avengers: Endgame Encore. Selamat menonton, ya.