Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Salah satu adegan di serial Lupin Part 2 (IMDb)
Ryan Farizzal

Lupin Part 2 merupakan kelanjutan langsung dari serial Prancis yang dibintangi Omar Sy sebagai Assane Diop. Serial ini dirilis secara global di Netflix pada 11 Juni 2021 dan hingga saat ini masih tersedia untuk ditonton di wilayah Indonesia melalui platform Netflix. Dengan total lima episode, Part 2 menawarkan narasi yang lebih padat, intensitas yang lebih tinggi, serta penyelesaian arc utama terkait dendam Assane terhadap Hubert Pellegrini.

Mengungkap Misteri Kematian Babakar Diop Lewat Bukti yang Kuat

Salah satu adegan di serial Lupin Part 2 (IMDb)

Cerita dimulai tepat di mana Part 1 berakhir. Raoul, putra Assane, diculik oleh Léonard, kaki tangan Pellegrini. Assane yang kini menjadi buronan utama di Prancis harus bergerak dalam bayang-bayang, sambil menjaga jarak dari Claire dan anaknya demi melindungi mereka. Ia bersekutu dengan detektif Youssef Guédira, seorang penggemar Arsène Lupin yang idealis, serta sahabat setianya Benjamin Ferel.

Bersama mereka, Assane merancang serangkaian tipu daya yang semakin rumit untuk menjerat Pellegrini, membongkar kejahatan masa lalu terkait ayahnya Babakar, dan sekaligus menyelamatkan keluarganya.

‎‎Struktur cerita Part 2 lebih ketat dibandingkan bagian pertama. Setiap episode membangun ketegangan melalui aksi yang dinamis, pengungkapan secara bertahap, dan flashback yang memperkaya latar belakang emosional tokoh-tokoh utama.

Assane tidak hanya sekadar pencuri yang anggun; ia digambarkan sebagai seorang ayah yang terdesak, seorang anak yang mencari keadilan, serta seorang pria yang harus menanggung konsekuensi dari pilihan-pilihannya. Omar Sy menyampaikan nuansa tersebut dengan sangat meyakinkan, mulai dari ketegangan fisik hingga momen-momen introspektif yang lebih tenang.

Review Serial Lupin Part 2

Salah satu adegan di serial Lupin Part 2 (IMDb)

Salah satu kekuatan utama Part 2 terletak pada kemampuan serial ini memadukan elemen heist klasik dengan drama keluarga. Adegan-adegan pencurian dan pelarian tetap penuh kecerdikan, mulai dari infiltrasi, penyamaran, hingga manipulasi informasi. Namun yang lebih menonjol adalah interaksinya dengan tokoh-tokoh pendukung.

Hubungan Assane dengan Claire menjadi semakin kompleks, sementara ikatan ayah dan anak dengan Raoul memberikan bobot emosional yang signifikan. Pellegrini sendiri berkembang sebagai antagonis yang semakin berbahaya, memanfaatkan jaringan kekuasaan dan korupsi di tubuh kepolisian untuk mempertahankan posisinya.

‎Adegan paling dramatis terjadi pada bagian akhir, tepatnya di Théâtre du Châtelet selama konser amal yang diselenggarakan oleh yayasan Pellegrini. Assane berhasil menyusup ke dalam acara tersebut dan memaksa Pellegrini mengakui serangkaian kejahatan di hadapan audiens elite.

Pengakuan tersebut mencakup penipuan asuransi yang menjerat ayah Assane, pembunuhan yang diatur, serta rencana penggelapan dana amal. Momen ketika Assane berdiri di atas panggung, menampilkan foto dirinya bersama ayahnya, lalu membongkar seluruh kebohongan Pellegrini di depan publik, merupakan puncak ketegangan emosional dan naratif.

Konfrontasi tersebut dilengkapi dengan pengejaran di atas panggung, pemadaman lampu, serta pelarian Assane melalui perahu di Sungai Seine. Adegan ini berhasil memadukan ketegangan fisik, pengungkapan kebenaran, dan kesan teatrikal yang sangat kuat.

‎‎Adegan yang paling kuingat berpusat pada rangkaian tipu daya di episode terakhir serta momen-momen keluarga yang lebih intim. Rencana besar yang melibatkan Philippe Courbet sebagai agen ganda, perekaman pengakuan Pellegrini melalui jam pintar, serta cara Assane mengatur seluruh peristiwa agar terlihat seolah-olah ia selalu selangkah di depan, meninggalkan kesan mendalam tentang kecerdikan karakter utama.

Di sisi lain, pertemuan singkat Assane dengan Claire dan Raoul di jembatan pada malam hari, sebelum ia kembali menghilang, juga sangat berkesan. Momen tersebut menegaskan pengorbanan Assane: ia berhasil membalas dendam dan melindungi keluarganya, namun harus menerima kenyataan bahwa ia masih menjadi buronan dan tidak dapat sepenuhnya kembali ke kehidupan normal.

‎Jadi kesimpulannya, Lupin Part 2 berhasil mempertahankan daya tarik formula aslinya sambil meningkatkan taruhan emosional dan naratif. Serial ini tetap ringan dan menghibur dalam banyak bagian, tapi tidak mengabaikan dimensi manusiawi dari tokoh utamanya. Pacing yang lebih cepat, plot twist yang efektif, serta penampilan Omar Sy yang konsisten menjadikan bagian ini sebagai kelanjutan yang memuaskan.

Bagi penonton di Indonesia, Lupin Part 2 dapat ditonton kapan saja melalui Netflix, baik sebagai kelanjutan langsung dari Part 1 maupun sebagai bagian dari keseluruhan saga Assane Diop yang telah berkembang hingga Part 4. Rating pribadi: 8.2/10.