Dalam dunia pendidikan, keberhasilan belajar sering kali diukur dari banyaknya pengetahuan yang dikuasai. Padahal, proses pendidikan juga berkaitan dengan pembentukan sikap dan kepribadian. Seorang guru tidak hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga memberikan teladan melalui perkataan dan perilakunya. Karena itu, adab menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar agar ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi turut membentuk pribadi yang lebih baik.
Pentingnya persoalan tersebut dibahas dalam buku Adab di Atas Ilmu 5: Pedoman Etika Guru dan Murid dalam Kegiatan Belajar Mengajar yang Penuh Berkah. Buku terbitan DIVA Press ini diterbitkan pada Oktober 2024 dengan tebal 236 halaman.
Karya Syekh Badruddin Ibnu Jama'ah ini diterjemahkan dari kitab Tadzkiratus Sami' wal Mutakallim oleh Y. Auliyatul Faizah dan Rusdianto. Melalui buku ini, pembaca diperkenalkan pada berbagai pedoman etika yang perlu diperhatikan oleh guru, murid, dan orang-orang yang berada di lingkungan pendidikan.
Pembahasannya terbagi menjadi lima bab, meliputi keutamaan ilmu dan ulama, adab guru terhadap diri sendiri dan murid, adab murid dalam menuntut ilmu, adab mempelajari kitab, serta adab tinggal di madrasah. Susunan tersebut menunjukkan bahwa etika pendidikan tidak hanya berkaitan dengan hubungan guru dan murid, tetapi juga dengan cara seseorang memperlakukan ilmu dan menjaga lingkungan tempatnya belajar.
Salah satu pembahasan yang menarik ialah keharusan seorang guru menjaga keikhlasan dalam mengajar. Guru hendaknya tidak menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memperoleh kekayaan, kedudukan, ketenaran, atau pujian. Ilmu merupakan amanah yang perlu disampaikan dengan niat yang baik dan penuh tanggung jawab. Pandangan ini mengajak pendidik untuk kembali mempertanyakan tujuan mereka mengajar: apakah sekadar mengejar pengakuan atau benar-benar ingin memberikan manfaat kepada orang lain?
Selain itu, buku ini menekankan pentingnya akhlak ketika berinteraksi dengan sesama. Guru dianjurkan untuk bersikap ramah, menahan amarah, membantu orang lain, serta memperlakukan murid dengan lemah lembut. Bahkan, ketika melihat seseorang melakukan kesalahan dalam menjalankan kewajiban agama, guru hendaknya memberikan arahan dengan cara yang baik. Nasihat tersebut memperlihatkan bahwa menyampaikan kebenaran tidak harus dilakukan dengan ucapan yang menyakitkan atau sikap yang merendahkan.
Hal ini relevan dengan kehidupan pendidikan sehari-hari. Ketika murid melakukan kesalahan, misalnya, guru dapat memilih untuk menegur dengan bijaksana daripada mempermalukannya di hadapan teman-temannya. Cara tersebut bukan berarti membiarkan kesalahan, melainkan mengarahkan murid agar dapat memperbaiki diri tanpa kehilangan harga dirinya. Dengan demikian, adab menjadi bagian nyata dari proses mendidik, bukan sekadar aturan yang dibaca dan dihafalkan.
Keunggulan buku ini terletak pada pembahasan adab yang terperinci dan mencakup berbagai aspek kehidupan pendidikan. Melalui terjemahan Y. Auliyatul Faizah dan Rusdianto, pemikiran Syekh Ibnu Jama'ah dapat dipelajari oleh pembaca Indonesia tanpa harus membaca teks aslinya. Meski demikian, pembaca yang ingin menelaah istilah atau landasan pembahasannya secara lebih mendalam dapat merujuk langsung pada kitab aslinya.
Pada akhirnya, buku Adab di Atas Ilmu 5: Pedoman Etika Guru dan Murid dalam Kegiatan Belajar Mengajar yang Penuh Berkah ini mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan apa yang benar, tetapi juga menunjukkan bagaimana kebenaran itu diterapkan. Ketulusan guru, kelembutan dalam menasihati, dan kesungguhan dalam mendidik merupakan bagian dari upaya menjaga kemuliaan ilmu.
Selamat membaca. Semoga buku ini menjadi pengingat bagi para pendidik untuk terus menumbuhkan keteladanan dan bagi para penuntut ilmu untuk senantiasa menjaga adab dalam setiap proses belajar.
Identitas Buku
Judul buku: Adab di Atas Ilmu 5 (Pedoman Etika Guru dan Murid dalam Kegiatan Belajar Mengajar yang Penuh Berkah)
Judul asli: Tadzkiratus Sami' wal Mutakallim
Pengarang: Syekh Badruddin Ibnu Jama'ah
Penerjemah: Y. Auliyatul Faizah dan Rusdianto
Penerbit: DIVA Press
Tahun terbit: Oktober 2024
Cetakan: Pertama
Jumlah halaman: 236 halaman
Ukuran buku: 14 × 20 cm
ISBN: 978-623-189-411-3
Baca Juga
-
Luasnya Rahmat Allah dalam Buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan
-
Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga: Buku Sempurnakan Akhlak dengan Adab
-
Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang
-
Belajar Menghargai Diri Sendiri Lewat Buku The Power of Introvert
-
Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Buku Yamihara: Teror Psikologis di Balik Interaksi Manusia
-
Tic-errific Me: Kisah Hangat tentang Penerimaan Diri dan Tourette
-
Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri
-
Review Novel Cinta Lama Karya Puthut EA: Tak Semua Kenangan Ingin Kembali
-
Makna Lirik Lagu 'Coba Lagi': Pengingat Harapan saat Berada di Titik Terendah
Terkini
-
Sinopsis We Are Young, Dracin Militer Wan Qian dan Qin Hao di iQiyi
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?
-
Lee Jin Uk Konfirmasi Gabung Lim Yoona dalam Remake Drama Jepang Unnatural
-
Dari 'Sus' hingga 'Delulu': Apakah Bahasa Gaul Mengancam Bahasa Indonesia?