Lonely Planet adalah film drama romantis rilisan tahun 2024 yang tayang di platform Netflix. Disutradarai oleh Susannah Grant, film ini menawarkan sebuah kisah pencarian jati diri yang dibalut dengan keindahan alam eksotis Afrika Utara. Pesona visual dan sinematografinya yang kuat menjadi alasan bagi banyak orang untuk memilih tayangan berdurasi 96 menit ini sebagai teman bersantai di akhir pekan.
Daya tarik dari film ini tentu saja ada di jajaran pemain utamanya. Kita disuguhkan kombinasi yang cukup unik antara aktris senior peraih piala Oscar, Laura Dern, dengan aktor tampan Liam Hemsworth. Perbedaan usia mereka yang cukup mencolok sempat memicu rasa penasaran penonton, apakah mereka berdua bisa membangun chemistry yang meyakinkan sebagai sepasang kekasih, atau justru terasa canggung saat bersanding di depan kamera.
Pelarian Dua Jiwa yang Kesepian di Maroko
Cerita dimulai saat Katherine Loewe, seorang penulis novel senior yang tertutup, memutuskan pergi ke Maroko untuk tinggal di sebuah tempat retret sunyi di area pegunungan. Katherine baru saja mengalami masa-masa sulit setelah hubungan asmaranya selama 14 tahun kandas begitu saja. Perpisahan ini membuat hatinya hancur dan pikirannya buntu sampai mengalami writer's block parah. Padahal, dia sedang dikejar target besar untuk segera menyelesaikan naskah novel terbarunya yang sudah lama tertunda.
Harapan Katherine untuk menyendiri mulai terusik oleh kehadiran para peserta retret lainnya, termasuk seorang penulis muda bernama Lily Kemp. Berbeda dengan yang lain, Lily datang ke tempat terpencil itu dengan membawa serta pacarnya, Owen Brophy. Owen sendiri adalah seorang pekerja kantoran di bidang keuangan yang merasa sangat asing di lingkungan seni tersebut. Selama acara berlangsung, Lily justru sibuk bergaul dengan sesama rekan penulis hingga sering kali mengabaikan dan membuat Owen merasa kesepian.
Di tengah rasa bosan dan terasingkan itulah, Owen akhirnya mulai sering mengobrol dengan Katherine yang juga suka menyendiri. Sering menghabiskan waktu bersama membuat keduanya merasa nyaman untuk saling berbagi cerita hidup dan saling mengisi kekosongan emosional.
Hubungan mereka berubah menjadi perasaan suka yang intens, apalagi setelah Owen mengetahui bahwa Lily ternyata mengkhianatinya. Owen dan Katherine pun memutuskan untuk pergi meninggalkan retret demi menikmati liburan berdua menyusuri keindahan Maroko.
Sayangnya, momen bahagia mereka rusak akibat insiden buruk saat tas Katherine dijambret di area pantai. Sialnya, satu-satunya laptop yang menyimpan naskah novel yang dikerjakannya selama dua tahun ada di dalam tas tersebut. Kejadian ini membuat Katherine panik luar biasa hingga melampiaskan kekesalannya kepada Owen, yang membuat hubungan mereka merenggang seketika. Katherine memilih langsung pulang ke Amerika, sampai akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali secara tidak sengaja di sebuah bar di New York setahun kemudian.
Review Film Drama Romantis Lonely Planet
Jujur ya, menurut aku film ini visualnya keren dan sangat memanjakan mata. Rasanya nonton film ini kayak diajak ikutan liburan online keliling Maroko yang eksotis. Mulai dari gang-gang perumahan estetik yang serbabiru, pasar tradisionalnya yang ramai, sampai pemandangan pantainya, semuanya kelihatan cakep di kamera. Sinematografinya benar-benar bikin betah nonton.
Selain itu, aku juga suka akting Laura Dern yang jadi Katherine. Aktingnya itu kelihatan natural banget. Aku sampai bisa ngerasa ikut sedih pas ngelihat dia jadi cewek matang yang lagi stres, patah hati, dan kehilangan arah hidup. Tapi di sisi lain, ikutan senyum juga ngelihat matanya mulai hidup lagi waktu dia pelan-pelan mulai jatuh cinta sama si brondong.
Nah, kalau ngomongin soal asmaranya, menurut aku pribadi chemistry mereka berdua ini agak kurang gereget dan berasa agak kecepetan instannya. Liam Hemsworth memang kelihatan ganteng dan perhatian pas meranin Owen, tapi entah kenapa interaksi mereka kadang malah berasa kayak anak muda yang lagi curhat sama mentor atau kakaknya sendiri, bukan kayak dua orang yang lagi kasmaran berat. Greget romansanya kurang bikin baper.
Ditambah lagi, ada satu bagian konflik yang agak aneh buat zaman sekarang. Masa iya, seorang penulis terkenal sekelas Katherine bisa ceroboh naruh seluruh naskah novelnya cuma di dalam satu laptop tanpa punya backup sama sekali? Pas laptopnya dicopet, dia langsung panik total seolah-olah nggak tahu ada teknologi Google Drive atau Cloud. Bagian ini rasanya agak dipaksain cuma demi bikin mereka ribut lalu pisah.
Tapi untungnya, pas bagian akhir film waktu mereka nggak sengaja ketemu lagi di bar New York, adegannya dibuat manis banget. Akhir ceritanya bikin hati adem karena berakhir bahagia.
Intinya, Lonely Planet adalah tipikal tontonan yang santai dan ringan. Nggak ada yang terlalu spesial dari segi cerita cintanya, tapi kalau kamu butuh tontonan yang visualnya seger dan bikin tenang, film ini masih oke buat diikutin sampai habis.
Baca Juga
-
Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?
-
Mematahkan Stigma Keliru tentang Peran Istri di Novel Jadi Ibu
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat
-
Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna
-
Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati
-
Bentala Sella: Romansa Unik antara Dokter dan Pengusaha Sayur Hidroponik
-
Review The Disciple: A Wu-Tang Fable dan Ironi Album Eksklusif Wu-Tang Clan
-
Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme
Terkini
-
iQOO 16 Hadir dengan Tenaga Buas, Tiga Kamera 50 MP dan Pengisian Daya 100W
-
Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Kim Min Chul Bintangi Film Horor My Home
-
Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia
-
Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?
-
Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh