Kisah cinta masa sekolah selalu punya sisi menarik bagi sebagian orang, entah karena itu adalah cinta pertama, atau mungkin cerita yang menyimpan nostalgia yang sulit dilupakan. Meski kebanyakan hanya bagian dari pengalaman masa remaja yang baru mencari jati diri, tapi cinta pertama bagi Pasha dan Sella dalam novel berjudul 'Bentala Sella' yang satu ini adalah awal dari hubungan yang tidak akan mereka lupakan.
Siapa sangka, cinta monyet di masa sekolah berlanjut menjadi hubungan romansa unik yang terjalin hingga maut memisahkan! Novel karya Akaigita ini adalah lanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul Enigma Pasha.
Saat membaca seri pertamanya beberapa tahun yang lalu, kesan yang saya tangkap dengan seri kedua ini agak berbeda. Di seri pertama yang berlatar sekolah menengah pertama, ceritanya masih berpusat pada kisah latar belakang keluarga serta petualangan remaja dengan sentuhan misteri yang cukup membuat penasaran. Oleh karena novelnya sangat page-turning dengan ending menggantung, sebagai pembaca saya tidak sabar untuk menunggu seri kedua ini.
Di novel kedua, ternyata alur cerita berporos pada kisah romansa yang terjadi antara Pasha dan Sella ketika mereka telah dewasa. Delapan tahun sejak pertemuan terakhir, mereka kembali bertemu dalam acara reuni sekolah.
Dalam versi dewasa, Pasha yang sejak awal diperkenalkan sebagai anak yang cerdas dan misterius sudah menjadi seorang dokter. Adapun Sella yang sejak dulu telah tertarik dengan dunia tumbuhan, saat ini menjalani profesinya sebagai pengusaha sayur hidroponik. Sella juga sementara menyelesaikan pendidikannya sebagai mahasiswa pascasarjana.
Kisah antara Pasha dan Sella ini sebenarnya memuat banyak teka-teki yang belum terjawab. Membaca lanjutan dari seri terakhir ini menjawab semua rasa penasaran saya terhadap dinamika hubungan antara keduanya.
Sella adalah si cewek dingin yang sangat suka memecahkan teka-teki. Lalu Pasha, sosok idaman cewek-cewek yang nyaris sempurna. Cerdas, tampan, tapi sayangnya harus bergelut dengan penyakit hemofilia yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawanya.
Hubungan mereka berlanjut menjadi hubungan romansa yang manis. Saya suka dengan cara penulis membuat dialog dan narasi antara Sella dan Pasha menjadi terkesan hidup. Kisah romansanya dikemas dalam porsi yang pas dan tidak berlebihan.
Hanya saja, bagi saya pribadi konfliknya terlalu dangkal. Penulis berhasil membuat pembaca ikut baper dengan perasaan yang naik turun, tapi ketika selesai membaca malah disuguhi ending yang kurang greget. Ending ketika Pasha akhirnya pergi untuk selamanya ini cukup bisa ditebak. Meski sebenarnya saya masih berharap penulis menyajikan plot-twist yang lebih happy ending.
Penyelesaian konflik tentang persaingan bisnis sayuran hidroponik yang dialami oleh Sella juga rasanya kurang memuaskan. Apalagi misteri teka-teki tentang keberadaan seorang anak bernama 'Lionel Messi' yang membuat Sella dan Pasha bisa kembali dekat juga kesannya hanya pelengkap yang kurang menyatu dengan alur cerita keseluruhan. Saya mengira ada hal yang besar dibalik pencarian anak bernama Messi ini, tapi ternyata tidak ada.
Secara keseluruhan, banyak hal yang terasa seperti kebetulan. Tapi tidak apa-apa. Sepanjang membaca novel ini, saya cukup suka dengan romansa antara Sella dan Pasha. Saya suka cara penulis menyampaikan narasi dan membuat dialog yang terasa mengalir seperti sedang menonton film romantis.
Jadi, bagi kamu yang suka dengan novel romansa yang ringan dan bikin baper, Bentala Sella bisa menjadi bacaan yang cukup menghibur. Selamat membaca!
Baca Juga
-
Inner Child, Trauma, dan Topeng Superhero: Pelajaran dari Buku dr. Andreas
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
Artikel Terkait
-
Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri
-
Mematahkan Stigma Keliru tentang Peran Istri di Novel Jadi Ibu
-
Ulasan Anak yang Memendam Amarah: Ketika Luka Batin Menjadi Misteri
-
Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
Ulasan
-
Review The Disciple: A Wu-Tang Fable dan Ironi Album Eksklusif Wu-Tang Clan
-
Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme
-
Review Film Sierra Madre: Teror Mencekam Kartel Narkoba yang Sangat Kejam!
-
Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri
-
Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses
Terkini
-
OPPO F35 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 8.000 mAh dan Kamera Selfie 50 MP Jadi Andalan
-
Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?
-
Sinopsis In Waves, Animasi Netflix tentang Pengalaman Cinta Pertama
-
Crime Scene Zero Season 2 Siap Tayang 2027, Lima Pemain Lama Kembali!
-
Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma