Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Mist-Bound: How to Glue Back Grandpa (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Bagaimana jika dongeng yang selama ini diceritakan seorang kakek ternyata menjadi satu-satunya petunjuk untuk menyelamatkan dirinya? Pertanyaan itulah yang menjadi pintu masuk petualangan Alexis dalam novel Mist-Bound: How to Glue Back Grandpa karya Daryl Kho. Menggabungkan fantasi, mitologi Asia, petualangan, dan persoalan demensia, novel ini menawarkan kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hubungan antargenerasi dalam keluarga.

Buku ini diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo pada 28 Februari 2024. Memiliki ketebalan 313 halaman dengan ISBN 9786230056758, novel ini membawa pembaca mengikuti perjalanan seorang gadis kecil yang berusaha menyelamatkan ingatan kakeknya sebelum semuanya hilang untuk selamanya.

Sinopsis Novel

Tokoh utamanya, Alexis, merupakan gadis eksentrik yang sangat dekat dengan kedua kakeknya, terutama sang kakek yang gemar menceritakan berbagai dongeng. Karena kesibukan pekerjaan orang tuanya, Alexis tidak memiliki banyak teman. Kehadiran sang kakek menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Cerita-cerita yang disampaikan kakeknya bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang tempat Alexis mengenal dunia dan membangun imajinasi.

Namun, kehidupan mereka berubah ketika sebuah peristiwa menyebabkan ingatan sang kakek tercerai-berai. Alexis tidak ingin kehilangan sosok yang selama ini menjadi teman sekaligus sumber kebahagiaannya. Ia kemudian mengetahui bahwa satu-satunya cara untuk memulihkan ingatan tersebut adalah membuat Lem Ingatan. Masalahnya, lem ajaib itu membutuhkan delapan bahan yang tidak mudah ditemukan, seperti bulu hidung baku, makhluk pemakan mimpi, dan keringat duyung.

Untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut, Alexis harus menyeberang ke Eastern Mist, sebuah dunia yang dihuni makhluk-makhluk dari dongeng dan mitologi. Perjalanan ini tentu bukan petualangan biasa. Ia harus menghadapi monster, peri, dan berbagai makhluk misterius. Dalam perjalanannya, Alexis ditemani oleh kenit keji yang justru ikut menyebabkan kekacauan ingatan sang kakek, serta neneknya yang dikenal logis tetapi ternyata menyimpan rahasia besar.

Premis tersebut membuat novel ini terasa menarik karena menggabungkan misi penyelamatan keluarga dengan petualangan fantasi. Bahan-bahan Lem Ingatan yang terdengar absurd menghadirkan humor dan rasa penasaran. Pembaca diajak bertanya-tanya bagaimana Alexis akan menemukan setiap bahan, menghadapi bahaya, dan menyelesaikan persoalan yang semakin rumit.

Kelebihan dan Kekurangan 

Salah satu kekuatan utama Mist-Bound adalah kekayaan folklor dan mitologi Asia Tenggara. Daryl Kho tidak hanya mengandalkan makhluk fantasi yang lazim ditemukan dalam cerita Barat, tetapi juga memperkenalkan berbagai sosok dari tradisi budaya Asia.

Pembaca dapat menjumpai duwende dari Filipina, batuan atau troll batu dari Indonesia, pixiu dari Tiongkok, bunian dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia, serta nangmai dari Thailand. Ada pula baku dari Jepang, makhluk yang dipercaya memakan mimpi buruk.

Kehadiran berbagai makhluk tersebut memberikan warna tersendiri bagi dunia Eastern Mist. Cerita menjadi semacam perjalanan mengenal kekayaan imajinasi dan kepercayaan masyarakat Asia. Ilustrasi yang disertakan pada beberapa halaman juga membantu pembaca membayangkan wujud makhluk-makhluk mitologis tersebut. Dengan demikian, pengalaman membaca tidak hanya bertumpu pada narasi, tetapi juga diperkuat oleh elemen visual.

Di balik petualangan fantasinya, novel ini menyimpan persoalan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan nyata, yaitu demensia. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengingat, berpikir, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Bagi keluarga, menghadapi orang terkasih yang mengalami penurunan fungsi ingatan dapat menjadi pengalaman emosional yang berat.

Rekomendasi Pembaca

Kisah Alexis menjadi gambaran tentang kasih sayang seorang cucu yang tidak ingin menyerah meskipun orang yang dicintainya perlahan berubah. Penulis juga mengangkat pentingnya harapan, keyakinan, dan cinta dalam mendampingi anggota keluarga lanjut usia yang mengalami demensia.

Latar belakang emosional cerita ini semakin kuat karena novel tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadi Daryl Kho mendampingi ayahnya yang mengalami demensia vaskular setelah dua kali stroke.

Karena itu, Mist-Bound: How to Glue Back Grandpa bukan sekadar kisah tentang monster, sihir, dan dunia khayalan. Novel ini mengajak pembaca memahami bahwa ingatan memiliki peran besar dalam membentuk hubungan dan identitas seseorang. Ketika ingatan mulai memudar, kasih sayang keluarga tetap dapat menjadi jembatan untuk mempertahankan kedekatan.

Pada akhirnya, novel Daryl Kho menawarkan perpaduan petualangan yang imajinatif dan pesan kemanusiaan yang menghangatkan hati. Pembaca tidak hanya diajak menjelajahi dunia mitologi Asia, tetapi juga merenungkan arti keluarga, kehilangan, dan penerimaan. Kisah Alexis mengingatkan bahwa menyayangi seseorang berarti tetap hadir, bahkan ketika orang tersebut perlahan kehilangan bagian-bagian dari masa lalunya.