Entertainment

Verrel Bramasta Kecopetan di Jepang, Berkat Bantuan Syahrini Dapat Paspornya Lagi

Verrel Bramasta Kecopetan di Jepang, Berkat Bantuan Syahrini Dapat Paspornya Lagi
Syahrini liburan di Osaka Jepang. (Instagram/ princessyahrini)

Salah satu selebritis yang menghabiskan akhir tahun di luar negeri yakni Verrel Bramasta. Ia memilih Jepang sebagai destinasi liburan akhir tahunnya.

Namun, saat berlibur ke Jepang Verrel Bramasta mengalami kecopetan. Hal tersebut diinformasikan oleh Verrel lewat media sosial pribadinya.

BACA JUGA: Gaya Baru Sedikit Terbuka, Pakaian Lesti Kejora Banjir Doa dari Netizen

Tas milik Verrel Bramasta yang berisi barang-barang penting seperti paspor, dompet, credit card, dan uang tunai diambil orang tak bertanggung jawab. Penyanyi Syahrini yang sekarang menetap di Jepang langsung memberikan pertolongan pada anak sulung Venna Melinda ini.

Istri Reino Barack tersebut mengirimkan pesan lewat Instagram ke Verrel. Ia mencoba membantu dengan menghubungkan Verrel ke pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Jepang.

"Let me call Pak Dubes. Your contact no, please. Biar orang kedutaan hubungin you. Omg yang pasti copetnya pendatang bukan orang Jepang. Ada-ada saja," ucap Syahrini kepada Verrel Bramasta dikutip Yoursay.id dari unggahan ulang akun Instagram @lambe_turah, Minggu (01/01/2022).

Verrel Bramasta kecopetan di Jepang (Instagram)
Verrel Bramasta kecopetan di Jepang (Instagram)

BACA JUGA: Betrand Peto Ogah Lanjutkan Nyanyi saat Adzan Berkumandang: Yang Mau Sholat Silakan

Verrel Bramasta pun mengucapkan terima kasih kepada Syahrini karena dengan sigap memberikannya bantuan.

"Thank you for your help Syahrini dan KBRI in Tokyo," kata Verrel Bramasta.

Berkat bantuan Syahrini menghubungkannya ke KBRI akhirnya Verrel Bramasta bisa mendapatkan paspor sementara. Meskipun harus tetap melaporkan ke kepolisian setempat.

"Akhirnya dapat paspor sementara, tapi tetap harus lapor lagi ke kepolisian Shinjuku," ujarnya.

Aktor muda ini merasa lega bisa mendapatkan bantuan cepat dari pihak KBRI di Tokyo.

"Hebat KBRI di Tokyo sangat cepat membantu. Tapi, kepolisian Tokyo agak aneh. Terakhir sudah 6 jam di kantor polisi, buat laporan, sampai subuh tidur di sana. Tapi tetap saja harus buat laporan ulang. Jadi yang kemarin sia-sia," sambung Verrel Bramasta. 

Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda