Baru memasuki Februari, tetapi tahun 2024 sudah terbukti dipenuhi dengan drama Korea luar biasa. Meskipun setiap drama memiliki ciri khasnya masing-masing yang menawan, Knight Flower telah berhasil memikat penonton sejak penayangan perdananya.
Minggu demi minggu, drama Korea komedi-sageuk ini sukses dengan jumlah penontonnya yang terus meningkat, memecahkan rekor pribadi di setiap episode barunya.
Knight Flower menampilkan Lee Hanee dan Lee Jong Won sebagai pemeran utamanya, membuat akhir pekan di rumah menjadi lebih menyenangkan. Ceritanya berfokus pada Cho Yeo Hwa (Lee Hanee) seorang janda 15 tahun yang menjalani kehidupan ganda.
Pada siang hari, dia berbudi luhur, tidak keluar rumah kecuali diizinkan dan menjaga nilai-nilai rumah tangga. Namun, pada malam hari, dia adalah seorang 'ksatria' yang bertekad membantu orang-orang yang membutuhkan. Dalam salah satu aksinya, dia bertemu Park Soo Ho (Lee Jong Won), seorang perwira senior. Keduanya pun terlibat satu sama lain.
Karakter wanita dalam drama Korea sageuk biasanya tampil dengan keanggunan. Meskipun Cho Yeo Hwa juga berpenampilan anggun sampai batas tertentu, dia menantang status quo tentang apa artinya menjadi seorang wanita di Joseon (Korea).
Berikut 4 hal menarik dari karakter Cho Yeo Hwa yang memikat pemirsa dalam Knight Flower seperti dilansir dari Kpopmap.
1. Pahlawan bagi rakyat
Ada beragam tugas yang diharapkan dari seorang wanita di masa Joseon, menjadi pahlawan bagi rakyat bukanlah salah satunya. Melalui usahanya, Cho Yeo Hwa mendapatkan pengakuan massal sebagai pahlawan bertopeng, menjadi mercusuar harapan bagi mereka yang kurang beruntung. Dia membantu orang-orang yang berkubang dalam beban dan kesulitan, membuat mereka berjalan menuju hari esok yang lebih baik dan cerah.
Meskipun bertentangan langsung dengan tugasnya sebagai seorang janda, Cho Yeo Hwa terus-menerus membuat keputusan untuk meninggalkan gelar wanita bangsawan dan mengambil peran yang lebih sesuai dengan keahliannya.
2. Mengambil kendali hidupnya sendiri
Wanita Joseon diharapkan mengabdikan diri mereka terhadap rumah tangga, termasuk mertua, suami, dan anak-anak. Meskipun Cho Yeo Hwa tidak memiliki dua hal terakhir, ibu mertuanya tetap memegang teguh dan tetap memberikan pengaruh besar dalam kehidupannya.
Namun, ketika berhadapan dengan ibu mertuanya, memungkinkan dia untuk mempertahankan sedikit kebebasan dalam hidupnya. Dengan kebebasan itu, dia berkelana di malam hari, menjadi sosok legendaris yang bisa diandalkan orang-orang. Dia mematahkan berbagai stereotip tentang wanita Joseon pada umumnya dan menempa jalannya sendiri.
3. Tidak terkekang dengan ekspektasi orang lain
Ada berbagai ekspektasi yang harus dipenuhi Cho Yeo Hwa dalam posisinya. Salah satunya harus menjaga diri dengan ketenangan dan keanggunan. Namun, dia sering melepas 'topeng'nya dan mengungkapkan jati dirinya yang paling autentik saat membantu orang lain.
Meskipun dia menunjukkan ketertarikan pada desain hanbok yang berwarna-warni dan menuruti permintaan ibu mertuanya, dia pada dasarnya adalah seorang pejuang. Dia rela mengotori tangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Cho Yeo Hwa adalah tipe orang yang tidak keberatan jika bajunya kotor. Jika bukan karena ekspektasi yang diberikan padanya, dia pasti akan lebih terbuka dalam membantu orang-orang di sekitarnya.
4. Kecakapan bertarung yang luar biasa
Saat tumbuh dewasa, Cho Yeo Hwa belajar cara menggunakan pedang. Bahkan setelah menikah, dia terus mengasah ilmu pedangnya. Dia telah menunjukkan kecakapan bertarung yang luar biasa, menghadapi banyak musuh sekaligus.
Cho Yeo Hwa jauh dari kata rapuh, meskipun dia mungkin menjunjung tinggi citra jujur dan lembut di siang hari. Transformasinya pada malam hari membuktikan bahwa dia adalah wanita kuat yang harus diperhitungkan.
Apa yang paling membuatmu terkesan dari karakter Lee Hanee dalam drama Knight Flower?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS