Entertainment
Ada 11 Nominasi, Beyonce Merajai Nominasi di Grammy Awards 2025
Penyanyi superstar asal Amerika Serikat, Beyonce, menjadi musisi dengan nominasi terbanyak di Grammy Awards 2025, termasuk dalam kategori Album of the Year.
Melalui daftar lengkap nominasi Grammy Awards 2025 yang diumumkan Recording Academy pada Jumat (8/11/2024) malam WIB, Beyonce menjadi musisi dengan perolehan nominasi terbanyak, yakni 11 nominasi berkat album barunya bertajuk Cowboy Carter.
Album tersebut turut meraih nominasi utama, Album of the Year, dengan bersanding bersama Taylor Swift (The Tortured Poets Department), Billie Elish (Hit Me Hard and Soft), Charli XCX (brat), dan Sabrina Carpenter (Short n' Sweet).
Lalu, ada pula Kemudian Andre 3000 (New Blue Sun), Jacob Collier (Djesse Vol 4), serta Chappel Roan (Chappell Roan The Rise and Fall of A Midwest Princess).
Secara keseluruhan, Beyonce bersaing dengan sederet nama-nama populer, mulai dari Billie Elish, Charli XCX, Kendrick Lamar, dan Post Malone dalam tujuh nominasi kategori.
Di sisi lain, Grammy Awards 2025 turut memunculkan fenomenasi musik baru dimana Taylor Swift berhadapan dengan dua pendatang baru, yakni Chappel Roan dan Sabrina Carpenter, untuk bersaing di enam nominasi kategori.
Sepanjang karier bermusiknya, Beyonce telah sukses mendapatkan 99 nominasi di ajang Grammy Awards. Hal tersebut menjadikannya sebagai musisi dengan jumlah masuk nominasi terbanyak, kemudian disusul sang suami, rapper Jay-Z, sebanyak 88 nominasi.
Dari 99 total masuk nominasi, musisi kelahiran 4 September 1981 itu sejauh ini telah meraih 32 piala Grammy Awards. Namun, dirinya belum pernah memenangkan sang kategori utama, Album of the Year.
Sementara itu, Taylor Swift yang turut menjadi pesaingnya di kategori tersebut sudah pernah memenangkan Album of the Year sebanyak empat kali.
Malam puncak penghargaan Grammy Awards 2025 atau yang ke-67 akan digelar pada Minggu, 2 Februari 2025 mendatang.
Pemenang akan dipilih berdasarkan keputusan dari sekitar 13.000 penyanyi, penulis lagu, produser, insinyur, dan lainnya yang tergabung bersama Recording Academy.
Organisasi itu telah mengambil berbagai langkah untuk mendiversifikasi anggotanya serta menyebut 38 persen di antaranya adalah orang kulit berwarna. Jumlah tersebut mengalami pelonjakan sebesar 65 persen sejak 2019 silam.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS