Entertainment
Sempat Tertunda karena Insiden, Anime Sparks of Tomorrow Siap Tayang 2026
Setelah penantian panjang selama lebih dari delapan tahun, Kyoto Animation akhirnya mempersembahkan trailer pertama untuk proyek anime terbarunya berjudul 'Sparks of Tomorrow', adaptasi dari novel ringan '20 Seiki Denki Mokuroku' karya Hiro Yuki.
Dilansir dari Crunchyroll, trailer tersebut dirilis dalam acara khusus KyoAni no Sekai-ten di Kyoto dan menandai kembalinya studio ini ke dunia anime dengan karya orisinal yang sarat makna. Anime ini dijadwalkan tayang pada tahun 2026.
'Sparks of Tomorrow' mengisahkan petualangan dua tokoh muda di Kyoto pada awal abad ke-20, masa ketika dunia masih didominasi oleh tenaga uap.
Cerita berpusat pada Kihachi Sakamoto, seorang remaja yang gemar bereksperimen dengan mesin dan bermimpi menciptakan era listrik bersama kakak laki-lakinya yang menghilang, serta Inako Momokawa, gadis ceroboh namun berhati tulus yang bercita-cita menjadi pembuat sake handal seperti mendiang ibunya.
Dihantui masa lalunya masing-masing, mereka menemukan harapan baru lewat sebuah catatan misterius 'Katalog Listrik Abad ke-20', yang memicu lahirnya era baru dan menghidupkan kembali mimpi yang telah hilang.
Menurut Anime News Network, Kihachi akan disuarakan oleh Yuma Uchida (Megumi Fushiguro di 'Jujutsu Kaisen'), sementara Inako diperankan oleh Sora Amamiya (Chizuru Ichinose di 'Rent-A-Girlfriend').
Uchida mengungkapkan bahwa ia berusaha keras menampilkan karakter Kihachi dengan sentuhan emosional yang lembut namun penuh semangat, menyesuaikan dengan latar waktu yang masih bergantung pada teknologi uap.
Sementara itu, Amamiya menyebut bahwa karakter Inako baginya terasa sangat hidup, jujur, dan memancarkan aura harapan, menjadikannya peran yang menantang sekaligus menyegarkan.
Novel aslinya, '20 Seiki Denki Mokuroku', diterbitkan oleh label KA Esuma Bunko milik Kyoto Animation pada Agustus 2018.
Proyek adaptasi anime ini sejatinya diumumkan sebulan sebelum perilisan novel tersebut, tepatnya pada Juli 2018. Namun, setahun kemudian, produksi sempat terhenti akibat tragedi kebakaran hebat di Studio 1 Kyoto Animation pada Juli 2019, yang menewaskan puluhan animator berbakat dan menghancurkan banyak arsip fisik studio, termasuk beberapa material awal dari proyek ini.
Meski begitu, semangat dan dedikasi tim KyoAni tidak pernah padam. Mereka berhasil memulihkan sebagian besar file digital dan melanjutkan proses produksi bertahun-tahun kemudian. Kehadiran 'Sparks of Tomorrow' kini menjadi simbol nyata dari kebangkitan dan keteguhan hati studio tersebut.
Disutradarai oleh Minoru Ota, yang sebelumnya berperan sebagai episode director di beberapa proyek KyoAni seperti 'Miss Kobayashi's Dragon Maid S' dan 'Liz and the Blue Bird', anime ini akan menjadi debut penyutradaraan penuh pertamanya.
Naskah ditulis oleh Tatsuhiko Urahata, penulis 'Violet Evergarden', sementara desain karakter dan arah animasi utama ditangani oleh Kohei Okamura ('Free! The Final Stroke'). Takaaki Suzuki ('Violet Evergarden') bertanggung jawab atas pengaturan dunia cerita, dan musik digubah oleh komposer gim ternama Hitomi Koto.
Kyoto Animation menggambarkan 'Sparks of Tomorrow' sebagai kisah petualangan bagi anak laki-laki dan perempuan yang bermimpi tentang era listrik di dunia yang diselimuti asap. Kisah ini menjanjikan perpaduan antara semangat penemuan, kehilangan, dan harapan baru.
Nantinya, 'Sparks of Tomorrow' akan menampilkan animasi berkualitas tinggi yang menonjolkan detail visual Kyoto pada era industrialisasi, lengkap dengan atmosfer penuh asap dan percikan listrik yang menggambarkan transisi zaman.
Penggemar di seluruh dunia kini menantikan dengan penuh harap bagaimana KyoAni, studio yang dikenal karena sentuhan emosional dan estetika lembutnya, akan menghidupkan kisah penuh makna ini di layar kaca.
Dengan segala kisah di balik produksinya, 'Sparks of Tomorrow' bukan sekadar adaptasi novel ringan. Ia adalah simbol harapan, penghormatan kepada mereka yang telah tiada, dan wujud nyata semangat regenerasi Kyoto Animation yang tetap bersinar.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS