Penutupan world tour DEADLINE milik BLACKPINK di Hong Kong memicu gelombang spekulasi mengenai masa depan grup tersebut. Dikutip dari Allkpop, konser yang digelar pada 24–26 Januari di Kai Tak Stadium itu justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar global setelah para anggota tampil sangat emosional di malam terakhir. Tangisan, pelukan, dan pernyataan penuh refleksi membuat sebagian BLINK bertanya-tanya apakah ini menandai akhir perjalanan BLACKPINK sebagai grup.
Isu tersebut semakin menguat setelah Forbes merilis artikel berjudul "BLACKPINK Just Finished the Biggest Tour of Their Career. Will There Be Another?". Dalam laporan itu, Forbes menegaskan bahwa pertanyaan terbesar setelah konser penutup bukanlah tentang pencapaian BLACKPINK, melainkan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Salah satu faktor utama yang memicu spekulasi adalah status kontrak para anggota. Seluruh member memang telah memperpanjang kontrak grup dengan YG Entertainment pada Desember 2023. Namun, mereka tidak memperpanjang kontrak individual. Jennie kemudian mendirikan label ODD ATELIER, Lisa meluncurkan LLOUD, Jisoo membentuk BLISSOO, sementara Rose bergabung dengan The Black Label, anak perusahaan YG. Hingga kini, YG Entertainment belum mengungkap durasi kontrak grup tersebut, dan sejumlah pengamat industri memperkirakan renegosiasi bisa terjadi pada paruh kedua 2026.
Media India, The Times of India, bahkan secara terang-terangan mengangkat judul bernada spekulatif tentang kemungkinan pembubaran (disbandment) BLACKPINK. Mereka menyoroti momen emosional di konser Hong Kong sebagai "tearful farewell" yang memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar, meski belum ada pernyataan resmi dari pihak grup maupun agensi.
Reaksi di media sosial pun terbelah, dengan sebagian penggemar merasa cemas, sementara yang lain mengingatkan bahwa BLACKPINK memang kerap menangis di akhir tur tanpa berarti perpisahan permanen.
Salah satu pernyataan yang paling disorot datang dari Rose. Dalam penutup konser, ia mengatakan, "Semalam sebelum tidur, begitu banyak pikiran tiba-tiba terlintas di kepalaku. Aku teringat masa-masa trainee, saat kami menelepon ibu masing-masing, dan perjalanan kami hingga akhirnya menjadi BLACKPINK. Kami telah mencapai begitu banyak hal, dan semuanya berkat BLINK. Ada masa-masa sulit, tetapi juga banyak momen yang layak dirayakan bersama. Memikirkan semua itu, air mataku terus mengalir."
Ia melanjutkan, "Kita harus menghargai setiap momen, karena perasaan ini akan sangat kita rindukan. Tampil di hadapan begitu banyak orang, malam demi malam, merupakan sebuah kehormatan dan hak istimewa yang luar biasa. Malam ini adalah perayaan atas enam bulan, tidak, hampir sepuluh tahun, perjalanan kami bersama."
Forbes mencoba menyeimbangkan spekulasi tersebut dengan mengingatkan bahwa Rose sebelumnya mengatakan kepada The New York Times pada November 2024 bahwa disbandment "tidak pernah menjadi opsi." Meski begitu, Forbes juga mencatat bahwa klaim tidak terverifikasi di media sosial tentang kemungkinan berakhirnya kontrak grup pasca-2025 terus menyebar, sementara YG Entertainment memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi.
Di tengah berbagai rumor yang beredar, BLACKPINK justru baru saja menorehkan pencapaian besar. Tur DEADLINE yang berlangsung selama tujuh bulan mencakup 33 konser di 16 kota di Amerika Utara, Eropa, dan Asia, dengan total penonton mencapai sekitar dua juta orang.
Secara individu, para anggota juga mencatatkan prestasi masing-masing. Rose bertahan selama 37 minggu di tangga lagu Billboard Hot 100 melalui lagu kolaborasinya bersama Bruno Mars berjudul APT. Lisa tampil dalam serial The White Lotus Season 3 sekaligus menjadi presenter di ajang Golden Globe Awards. Jennie mencetak sejarah dengan menjadi penampil utama Coachella sebagai solois, sementara Jisoo menyelesaikan tur Asia, merilis lagu Eyes Closed bersama Zayn Malik, dan tengah disibukkan dengan berbagai drama terbarunya.
Menariknya, di tengah semua spekulasi tersebut, BLACKPINK telah mengonfirmasi comeback grup. Mereka dijadwalkan merilis mini album ketiga bertajuk DEADLINE pada 27 Februari, menandai kembalinya aktivitas penuh grup setelah jeda sekitar tiga tahun lima bulan. Fakta ini menjadi pengingat bahwa, setidaknya untuk saat ini, BLACKPINK masih melangkah bersama.
Apakah penutupan tur di Hong Kong menjadi sebuah akhir, atau sekadar jeda sebelum memasuki babak baru, masih menjadi tanda tanya besar.