Entertainment

Kostum Panggung Diduga Rasis, Agensi G-Dragon Sampaikan Permintaan Maaf

Kostum Panggung Diduga Rasis, Agensi G-Dragon Sampaikan Permintaan Maaf
G-Dragon (kbizoom.com)

Penampilan G-Dragon dalam sebuah acara musik internasional baru-baru ini menuai sorotan tajam dari publik global. Musisi yang dikenal sebagai salah satu ikon K-pop tersebut mendapat kritik luas setelah mengenakan kostum panggung dengan tulisan yang dianggap sensitif secara budaya. Insiden ini terjadi saat ia tampil pada 2 Mei dalam acara K-Spark in Macau yang digelar di Macau Outdoor Performance Venue.

Kontroversi bermula dari kaus yang dikenakan G-Dragon selama penampilan. Meskipun ia mengenakan jaket di bagian luar, bagian bawah kaus panjang yang terlihat jelas menampilkan tulisan dalam bahasa Belanda yang memicu perdebatan.

Tulisan pada kaus tersebut berbunyi "RONNY, EEN GEILE NEGER__ JONGEN." Frasa "EEN GEILE" dalam bahasa Belanda dapat berarti "terangsang secara seksual" dan bisa dianggap tidak pantas tergantung konteksnya. Namun, istilah yang paling bermasalah adalah "NEGER."

Meskipun secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "orang kulit hitam" dalam bahasa Belanda, kata tersebut secara luas dikenal sebagai istilah yang bersifat rasis dan merendahkan, sehingga dihindari baik dalam penggunaan formal maupun sehari-hari.

Menanggapi situasi tersebut, agensi yang menaungi G-Dragon, yakni Galaxy Corporation, segera merilis pernyataan resmi pada 3 Mei. Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan permohonan maaf atas penggunaan tulisan yang dianggap tidak pantas dalam konteks sosial dan budaya. Mereka juga mengakui bahwa insiden ini menjadi pengingat penting akan perlunya proses peninjauan yang lebih ketat, terutama dalam pemilihan kostum panggung.

Lebih lanjut, Galaxy Corporation menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem internal, termasuk proses styling dan pengecekan sebelum penampilan. Mereka menegaskan komitmen untuk lebih menghormati keberagaman budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh penggemar global. Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidaknyamanan dan kekecewaan yang dirasakan publik.

Meski demikian, respons dari penggemar dan netizen tetap beragam. Sebagian pihak mengapresiasi langkah cepat agensi dalam memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan apakah tanggung jawab sepenuhnya dapat dibebankan kepada tim stylist.

Selain isu kostum, acara K-Spark in Macau sendiri juga menghadapi tantangan lain, khususnya terkait pengelolaan kerumunan penonton. Laporan menyebutkan bahwa ribuan penggemar memadati area konser sejak awal, menyebabkan kepadatan yang berujung pada dorong-dorongan di dekat panggung. Bahkan, penyelenggara sempat menghentikan acara sementara demi alasan keamanan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Beberapa video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan situasi yang cukup kacau di antara penonton.

Sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri K-pop, setiap langkah G-Dragon kerap menjadi sorotan publik global. Oleh karena itu, insiden ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam setiap aspek penampilan, termasuk pemilihan kostum.

Ke depan, diharapkan peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran tidak hanya bagi G-Dragon dan timnya, tetapi juga bagi industri hiburan secara keseluruhan.

Berikut adalah pernyataan resmi lengkap dari Galaxy Corporation:

"Halo. Ini adalah Galaxy Corporation.

Kami dengan tulus meminta maaf atas penggunaan kata-kata yang tidak pantas pada kostum penampilan yang dikenakan oleh artis kami di K-SPARK, Makau, pada 2 Mei.

Insiden ini kembali mengingatkan kami akan pentingnya sensitivitas budaya serta proses peninjauan yang bertanggung jawab. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat proses peninjauan serta verifikasi internal, termasuk dalam aspek styling dan proses terkait lainnya, serta melangkah ke depan dengan standar yang lebih tinggi dalam menghormati nilai-nilai global dan tanggung jawab.

Kami tetap berkomitmen untuk menangani seluruh aktivitas terkait artis dengan lebih penuh pertimbangan dan akuntabilitas, sekaligus memastikan bahwa latar belakang budaya dan nilai-nilai beragam dari para penggemar global kami senantiasa dihormati.

Sekali lagi, kami dengan tulus meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terluka atau kecewa akibat insiden ini.

Terima kasih."

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda