Entertainment
Sinopsis The Evil Lawyer, Netflix Sajikan Pertarungan Hukum dan Manipulasi
Netflix kembali menghadirkan serial Asia dengan tema yang lebih gelap dan penuh kritik sosial lewat drama Thailand terbaru berjudul The Evil Lawyer.
Serial ini menjadi proyek terbaru dari sutradara peraih penghargaan Mad Unicorn, Nottapon Boonprakob, yang kali ini mengangkat kisah ruang sidang dengan nuansa thriller psikologis, moral abu-abu, dan kritik tajam terhadap sistem hukum.
Menariknya, The Evil Lawyer disebut sebagai drama courtroom berskala besar pertama dari Thailand yang dibuat untuk pasar global.
Bukan sekadar menghadirkan pertarungan hukum biasa, serial ini juga mencoba memperlihatkan bagaimana keadilan bisa terasa begitu rumit ketika sistem yang ada justru dipenuhi celah dan kepentingan.
Trailer utama drama ini telah dirilis menjelang penayangan perdana globalnya pada Juni 2026 di Netflix.
Angkat Sisi Gelap Sistem Hukum Thailand
Berbeda dari drama hukum yang biasanya fokus pada kemenangan tokoh utama atau misteri kasus semata, The Evil Lawyer justru membawa penonton masuk ke area yang lebih tidak nyaman secara emosional.
Serial ini mempertanyakan apakah seseorang masih bisa memperjuangkan keadilan ketika sistem di sekitarnya sudah rusak sejak awal. Tema tersebut menjadi inti cerita yang membuat drama ini terasa lebih berat, realistis, sekaligus memancing banyak refleksi.
Melansir dari About Netflix, serial ini dibangun melalui riset mendalam mengenai prosedur pengadilan dan berbagai kasus nyata di Thailand. Tim produksi bahkan rutin mengunjungi pengadilan, berdiskusi dengan hakim, pengacara, jaksa, hingga pekerja LSM demi membuat setiap detail persidangan terasa autentik.
Meski membawa tema serius, drama ini tetap dibalut humor gelap dan dinamika emosional yang membuat ceritanya tidak terasa terlalu kaku.
Kisah Pengacara Idealistis yang Dijebak Kasus Pembunuhan
Cerita The Evil Lawyer berpusat pada Mek yang diperankan Nat Kitcharit. Ia adalah pengacara muda idealis yang percaya bahwa hukum seharusnya melindungi orang-orang lemah dan memberikan keadilan secara setara.
Namun keyakinan itu runtuh dalam semalam. Mek tiba-tiba dijebak atas kasus pembunuhan putra seorang kepala polisi berpengaruh bernama Anan yang diperankan Songsit Roongnophakunsri.
Dari seorang pembela hukum, Mek berubah menjadi tersangka yang harus menyelamatkan dirinya sendiri dari sistem yang selama ini ia percayai.
Situasi tersebut membuat hidup Mek benar-benar berbalik. Ia mulai menyadari bahwa hukum tidak selalu berjalan berdasarkan kebenaran, melainkan dipengaruhi kekuasaan, posisi, dan permainan kepentingan.
Di titik paling terpojok itulah Mek akhirnya meminta bantuan Jittri.
Sosok “Pengacara Jahat” yang Jadi Kunci Cerita
Karakter Jittri yang dimainkan Rhatha Phongam menjadi salah satu daya tarik terbesar dalam drama ini. Ia dikenal sebagai pengacara pembela kontroversial yang dijuluki “pengacara jahat” karena terkenal lihai memanfaatkan celah hukum demi memenangkan kasus.
Jittri bukan tipe pengacara idealis yang percaya penuh pada moralitas. Baginya, ruang sidang adalah permainan bertahan hidup. Selama masih ada celah hukum yang bisa digunakan, maka aturan bisa dipelintir demi kemenangan.
Dalam trailer utama, Jittri setuju membantu Mek dengan satu syarat, yaitu Mek harus bekerja untuknya. Keputusan itu menjadi awal hubungan kompleks antara keduanya.
Mek yang sebelumnya percaya pada cara “benar” perlahan dipaksa menghadapi realitas bahwa dunia hukum tidak sesederhana hitam dan putih. Semakin lama bekerja bersama Jittri, semakin kabur pula batas antara benar dan salah yang selama ini ia pegang.
Sutradara Ingin Penonton Terus Mempertanyakan Moralitas
Sutradara Nottapon Boonprakob menjelaskan bahwa The Evil Lawyer memang sengaja dibuat untuk memancing pertanyaan moral, bukan memberikan jawaban sederhana.
“Kami ingin serial ini mendorong penonton untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak memiliki jawaban mudah—tentang sistem peradilan, celah-celahnya, masyarakat, dan batasan moral. Kami ingin penonton mempertanyakan apa yang benar dan salah, dan mengapa pertanyaan-pertanyaan itu begitu sulit, atau bahkan mustahil, untuk dijawab.” ujarnya dikutip dari About Netflix.
Menurutnya, serial ini tidak mencoba memberikan penyelesaian yang sepenuhnya nyaman bagi penonton. Justru ketidakjelasan moral dalam cerita menjadi bagian penting dari pengalaman menonton drama tersebut.
Proyek ini pertama kali berasal dari ide produser Songphon Jantharasom dan Jakkarin Thepvong yang juga terlibat sebagai co-sutradara dan co-penulis.
Pengembangan serial dilakukan selama beberapa tahun dengan proses riset yang cukup serius. Para ahli hukum ikut diminta meninjau naskah demi memastikan argumen persidangan dan prosedur hukum terasa realistis.
Hal tersebut membuat The Evil Lawyer diprediksi memiliki nuansa courtroom yang lebih grounded dibanding drama hukum pada umumnya.
Menariknya lagi, serial ini tidak hanya fokus pada satu kasus besar. Cerita Mek menjadi benang merah yang menghubungkan berbagai kasus lain dengan sudut pandang moral berbeda-beda.
Setiap kasus akan memperlihatkan sisi lain sistem hukum dan memaksa Mek mempertanyakan idealismenya sendiri.
Deretan Pemeran Pendukung yang Kuat
Selain Nat Kitcharit dan Rhatha Phongam, serial ini juga diperkuat banyak aktor ternama Thailand.
Atchareeya Potipipittanakorn memerankan Ang, seorang politisi muda sekaligus pengacara HAM. Sementara Phollawat Manuprasert berperan sebagai Rit, ayah Mek yang merupakan hakim berpangkat tinggi dan harus memilih antara prinsip hukum atau anaknya sendiri.
Ada pula Paopetch Charoensook sebagai Techin, putra kepala polisi Anan.
Tak hanya itu, serial ini juga menghadirkan banyak karakter pendukung dari berbagai latar sosial mulai dari warga desa, dokter, biksu, hingga pekerja biasa. Semua karakter tersebut akan membawa perspektif berbeda soal keadilan dan moralitas.
Tayang Global di Netflix Juni 2026
Dengan tema yang lebih dewasa, kritik sosial tajam, serta atmosfer courtroom thriller yang intens, The Evil Lawyer berpotensi menjadi salah satu serial Thailand Netflix paling menarik tahun ini.
Drama ini tidak hanya menawarkan ketegangan persidangan, tetapi juga menggambarkan bagaimana seseorang perlahan berubah ketika harus bertahan hidup di sistem yang korup.
The Evil Lawyer dijadwalkan tayang perdana secara global di Netflix pada 11 Juni 2026. Sudah tak sabar menyaksikan ketegangannya?