Entertainment
Tuai Respons Positif, Serial Every Year After Resmi Berlanjut ke Season 2
Amazon Prime Video siap melanjutkan serial romance bertajuk Every Year After ke musim kedua. Kabar tersebut diumumkan kurang dari satu bulan setelah musim pertamanya tayang dan mendapat sambutan positif dari para penonton.
Pada Season 2, cerita tidak lagi hanya berfokus pada Percy Fraser dan Sam Florek. Musim terbaru akan mengadaptasi novel One Golden Summer, sekuel dari novel Every Summer After karya Carley Fortune, dengan fokus utama pada karakter Charlie.
Untuk musim kedua, Michael Bradway kembali memerankan Charlie. Selain itu, Sadie Soverall, Matt Cornett, Aurora Perrineau, Abigail Cowen, dan Joseph Chiu juga akan kembali menjadi bagian dari jajaran pemeran.
Amy B. Harris tetap ditunjuk sebagai showrunner sekaligus produser eksekutif. Ia kembali bekerja sama dengan penulis novel Carley Fortune, Lindsey Liberatore, Amy Rardin, John Stephens, dan Grace Gilroy.
Kepala Divisi Televisi Global Amazon MGM Studios, Peter Friedlander, mengatakan respons penonton terhadap Every Year After jauh melampaui ekspektasi.
"Respons terhadap Every Year After benar-benar luar biasa. Hal itu menunjukkan bahwa kisah yang ditulis Carley Fortune memiliki daya tarik yang universal dan mampu membuat penonton terhubung dengan dunia Barry's Bay. Kami sangat berterima kasih kepada Carley, Amy B. Harris, para pemain, tim kreatif, serta para penggemar yang telah mendukung serial ini di seluruh dunia. Kami tidak sabar kembali ke Barry's Bay dan menghadirkan babak baru yang penuh emosi sekaligus tak terlupakan bagi penonton," ujar Peter Friedlander, dikutip pada Selasa (30/6/2026).
Bagi yang belum menonton musim pertamanya, Every Year After mengikuti kisah Percy Fraser dan Sam Florek, dua sahabat yang menghabiskan setiap musim panas bersama di Barry's Bay, sebuah kota kecil di tepi danau. Seiring waktu, persahabatan mereka perlahan berubah menjadi kisah cinta yang penuh harapan.
Namun, hubungan tersebut berakhir akibat sebuah peristiwa yang membuat Percy terus dihantui rasa bersalah. Hampir sepuluh tahun kemudian, ia memutuskan kembali ke Barry's Bay setelah Sue, ibu Sam dan Charlie, meninggal dunia karena kanker.
Kepulangan Percy mempertemukannya kembali dengan Sam setelah sekian lama berpisah. Meski keduanya telah menjalani kehidupan masing-masing, perasaan yang sempat mereka pendam perlahan muncul kembali.
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga Florek, Percy dan Sam dihadapkan pada kenangan masa lalu sekaligus kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang pernah retak.
Serial ini menggunakan dua alur waktu yang saling melengkapi. Penonton diajak mengikuti perjalanan Percy dan Sam saat masih remaja, ketika kisah cinta mereka mulai tumbuh, sekaligus melihat kehidupan mereka di masa kini yang dipenuhi penyesalan, kerinduan, dan harapan untuk memulai lembaran baru.
Dalam wawancara bersama BuzzFeed, Carley Fortune mengaku membayangkan Every Summer After sebagai film. Karena itu, ia sempat ragu ketika Amazon mengajaknya mengadaptasi novel tersebut menjadi serial televisi.
Menurut Carley Fortune, perubahan terbesar dalam adaptasi ini adalah memperluas peran para karakter pendukung. Jika novel lebih banyak diceritakan dari sudut pandang Percy, serial televisi memberi ruang lebih besar bagi karakter lain untuk berkembang melalui alur cerita baru yang tidak ada di novel.
"Novel ini sepenuhnya diceritakan dari sudut pandang Percy. Pembaca bisa mengetahui isi pikirannya, tetapi pendekatan seperti itu tidak bisa langsung diterapkan ke layar. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan pergulatan batin Percy dalam bentuk visual, dan menurut saya Amy B. Harris berhasil melakukannya dengan sangat baik," kata Carley Fortune.
Carley Fortune juga menjelaskan bahwa daya tarik utama kisah Percy dan Sam bukan hanya terletak pada hubungan asmara mereka, tetapi juga ikatan yang begitu kuat dengan Barry's Bay. Baginya, kota kecil di tepi danau itu bukan sekadar latar cerita, melainkan memiliki peran penting layaknya seorang karakter.