Entertainment

3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global

3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global
Film The Last House (Netflix)

Film The Last House sukses memuncaki daftar Top 10 Global Netflix untuk periode 3–9 Agustus 2026. Film bergenre sci-fi thriller ini telah resmi tayang pada 7 Agustus lalu.

Menyadur laporan dari Netflix Tudum pada Rabu (12/8/2026), The Last House telah meraih 27,5 juta views dan masuk top 10 Netflix di 82 negara hanya dalam kurun waktu tiga hari penayangan.

Angka ini unggul lebih dari dua kali lipat dibandingkan film 72 HOURS di posisi kedua yang mencatatkan 11,1 juta penayangan pada minggu ketiga perilisannya.  

Posisi ketiga dan keempat berturut-turut diisi oleh duo film Marvel, Spider-Man: Far from Home yang mencatat 5 juta penayangan di pekan ketiganya, serta Spider-Man: Homecoming dengan 4,9 juta penayangan pada pekan keenamnya.

Melengkapi posisi lima besar, A Toxic Love Story menyusul dengan 4,1 juta penayangan pada minggu ketiga.  

KPop Demon Hunters masih mampu bertahan di posisi keenam dengan 3,3 juta penayangan pada minggu ke-60 eksistensinya, disusul oleh In the Land of Saints and Sinners dengan 3,2 juta penayangan di posisi ketujuh.

Sementara  posisi kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diisi oleh Minions (2,8 juta penayangan, pekan ke-15), Terry McMillan Presents: His, Hers & Ours (2,7 juta penayangan, pekan pertama), serta Fast Charlie (2,6 juta penayangan, pekan kedua).  

Disutradarai oleh Louis Leterrier dengan naskah garapan Matthew Robinson, The Last House mengusung premis bertahan hidup di ruang tertutup (single-location).

Ceritanya tentang sebuah keluarga beranggotakan empat orang yang secara misterius tersegel di dalam rumah mereka, bertepatan dengan terjadinya sebuah bencana berskala global di dunia luar.

Salah satu cuplikan adegan memperlihatkan karakter utama harus membongkar lantai kayu ruang tamu mereka untuk dijadikan kebun sayur darurat, sembari bersiap menghadapi musuh tak kasat mata yang mengurung mereka.

Greta Lee dan Wagner Moura didapuk sebagai pemeran utama yang memerankan karakter kedua orang tua. Kingsley Ben-Adir sebelumnya sempat masuk dalam tahap negosiasi untuk peran utama pria, sebelum akhirnya peran tersebut jatuh kepada Wagner Moura.

Selain kedua pemeran utama, jajaran pemeran pendukung film ini turut diisi oleh Emma Ho (The Expanse), Gabriel Barbosa (May December), Noah Alexander Sosnowski (Section 8), dan Nancy Baldwin (Everest).

Meski sukses mendominasi angka penayangan global pada pekan perdananya, The Last House justru dibanjiri ulasan negatif dari para kritikus maupun penonton.

Di situs ulasan Rotten Tomatoes, film ini terpuruk dengan skor kritikus yang hanya mencapai 27 persen. Sejalan dengan penilaian tersebut, skor dari audiens juga tercatat sama buruknya, yakni tertahan di angka 28 persen.

Terlepas dari ulasan yang kurang memuaskan, Wagner Moura sempat membagikan pengalamannya mengenai proses produksi dan potensi kelanjutan cerita.

Ia mengakui bahwa syuting film fiksi ilmiah yang hanya berpusat di satu lokasi tertutup (single-location) ternyata menghadirkan tantangan teknis dan psikologis yang mengejutkan baginya.

Ia bahkan berharap pihak studio bersedia memproduksi sekuel untuk mengeksplorasi dunia pasca-bencana tersebut.

"Saya pikir ada orang lain yang juga selamat, dan itu sangat menarik. Saya berharap film ini sukses (secara komersial) sehingga kita bisa memiliki sekuelnya, baik itu kembali melibatkan karakter kami maupun tidak," ungkap Wagner Moura.

"Saya sangat penasaran untuk mengetahui seperti apa keadaan dunia setelah mereka keluar dari rumah itu. Saya juga ingin tahu lebih banyak tentang makhluk-makhluk tersebut dan bagaimana kondisi dunia saat ini," pungkasnya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda