Entertainment
Torehkan Rekor Baru! Minions & Monsters Raih Rating 91% di Rotten Tomatoes
Minions & Monsters menjadi film terbaru produksi Illumination dan Universal Pictures yang sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 30 Juni lalu.
Mengutip data dari situs Rotten Tomatoes pada Minggu (5/7/2026), Minions & Monsters meraih skor 91 persen dari 118 ulasan yang masuk. Adapun kalangan penonton memberi rating 76 persen berdasarkan 500 lebih ulasan.
Raihan tersebut mengungguli seluruh film yang pernah dirilis studio Illumination selama 16 tahun terakhir. Film pertama dalam waralaba tersebut sebelumnya menjadi pemegang rekor dengan skor 80 persen dari kritikus.
Minions & Monsters juga menjadi film Illumination pertama yang menembus angka 90 persen di Rotten Tomatoes. Pencapaian tersebut cukup mengejutkan mengingat sebagian besar film produksi studio itu selama ini cenderung memperoleh ulasan yang negatif dari para kritikus.
Beberapa film Illumination lainnya seperti Despicable Me 2 memperoleh skor 75 persen, Migration 73 persen, Sing 2 72 persen, Sing 71 persen, Minions: The Rise of Gru 70 persen, dan The Secret Life of Pets juga 70 persen.
Sementara The Super Mario Bros. Movie meraih 59 persen, Despicable Me 4 56 persen, Minions 55 persen, hingga The Super Mario Galaxy Movie yang hanya memperoleh 42 persen.
Minions & Monsters disutradarai Pierre Coffin, yang juga menulis naskah bersama Brian Lynch. Film ini diproduseri oleh Chris Meledandri dan Bill Ryan di bawah naungan Illumination.
Untuk jajaran pengisi suara, film ini menghadirkan Pierre Coffin, Trey Parker, Allison Janney, Christoph Waltz, Jesse Eisenberg, Jeff Bridges, Zoey Deutch, Bobby Moynihan, dan Phil LaMarr.
Berbeda dari sebagian besar film Despicable Me maupun Minions, Minions & Monsters menghadirkan kisah yang hampir sepenuhnya stand alone. Film ini tetap mengikuti sekelompok Minion yang terus mencari sosok "Bos Besar" untuk mereka layani.
Namun kali ini cerita lebih berfokus pada James dan Henry, dua Minion yang memiliki imajinasi besar dan gemar menciptakan berbagai ide kreatif.
Keinginan mereka untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih menyenangkan melalui seni bercerita justru membuat keduanya berselisih dengan Dick, Minion yang bertugas mengawasi kelompok tersebut.
Perselisihan itu berkembang menjadi pengejaran seru di padang pasir hingga berakhir di atas kereta api yang melaju kencang dan menghancurkan lokasi syuting film di Hollywood.
Berlatar era kejayaan film bisu, kekacauan yang dibuat para Minion tanpa sengaja terekam kamera milik sutradara Max.
Alih-alih dimarahi, rekaman tersebut justru dianggap brilian oleh dua pemilik studio film yang disuarakan Jeff Bridges. Sejak saat itu, para Minion mendadak menjadi bintang terbesar di Hollywood.
Namun, popularitas mereka tidak bertahan lama. Ketika industri perfilman mulai memasuki era film bersuara, suara khas para Minion dianggap menjadi masalah sehingga karier mereka meredup. Demi kembali ke puncak, James dan Henry berinisiatif membuat film monster mereka sendiri.
Upaya tersebut justru memanggil makhluk menggemaskan sekaligus berbahaya bernama Goomi. Kehadiran Goomi membuat kekacauan semakin tidak terkendali ketika James, Henry, dan sahabat mereka, Ed, berusaha menyelesaikan film monster impian mereka.
Di sisi lain, Dick memimpin kelompok Minion lain yang tanpa sengaja membantu seorang pria bernama Dort. Dalam perjalanan itu, Dort jatuh cinta kepada seorang aktivis hak pilih perempuan muda.
Tanpa mereka sadari, para Minion ikut terseret dalam perjuangan hak-hak perempuan sebelum akhirnya terlibat dalam misi menyelamatkan umat manusia.
Minions & Monsters turut menunjukkan performa positif di box office. Hingga saat ini, film ini telah mengumpulkan pendapatan US$57,97 juta secara global. Angka itu berasal dari US$41,46 juta di pasar domestik Amerika Utara dan US$16,51 juta dari pasar internasional.