Entertainment

Just Like Mona Lisa Rilis PV Perdana, Chika Anzai Isi Suara Karakter Utama

Just Like Mona Lisa Rilis PV Perdana, Chika Anzai Isi Suara Karakter Utama
Visual teaser perdana anime Just Like Mona Lisa (cyberagent.co.jp)

Adaptasi anime dari manga Just Like Mona Lisa (Seibetsu "Mona Lisa" no Kimi e.) karya Tsumuji Yoshimura akhirnya membagikan informasi terbaru. Tim produksi resmi merilis teaser promotional video (PV) pertama, mengumumkan pengisi suara utama, serta memperkenalkan jajaran staf yang akan menggarap serial tersebut.

Pengumuman ini disampaikan dalam panel khusus anime tersebut di ajang ANImagic yang berlangsung di Mannheim, Jerman, pada 31 Juli hingga 2 Agustus.

Dalam kesempatan itu, diumumkan bahwa Chika Anzai akan mengisi suara karakter utama, Arima Hinase. Sementara itu, kursi sutradara dipercayakan kepada Kana Shundo, yang sebelumnya dikenal melalui Apocalypse Hotel. Produksi animasi akan ditangani oleh studio SHAFT, dengan CyberAgent bertindak sebagai pengelola proyek.

Selain itu, Nobuhiro Sugiyama, yang pernah terlibat dalam March Comes in Like a Lion dan Arakawa Under the Bridge, akan bertugas sebagai desainer karakter sekaligus chief animation director.

Musik anime ini akan digarap oleh Yuki Hayashi, komposer yang dikenal lewat karya-karyanya di My Hero Academia dan Medalist. Meski teaser perdana telah dirilis, pihak produksi masih belum mengumumkan jadwal penayangan resmi anime tersebut.

Berdasarkan manga karya Tsumuji Yoshimura, Just Like Mona Lisa menghadirkan dunia yang berbeda dari kehidupan manusia pada umumnya. Dalam semesta tersebut, setiap orang terlahir tanpa jenis kelamin. Ketika memasuki usia sekitar 12 tahun, tubuh mereka mulai berubah mengikuti gender yang mereka inginkan, dan proses itu biasanya selesai saat berusia 14 tahun.

Namun, tokoh utama bernama Arima Hinase mengalami kondisi yang tidak biasa. Saat teman-teman sebayanya telah berkembang menjadi laki-laki atau perempuan, Hinase justru tetap tidak memiliki gender hingga menginjak usia 18 tahun. Situasi tersebut membuat Hinase mulai mempertanyakan identitas dirinya, cara menjalani hidup, serta makna cinta dan hubungan dengan orang lain.

Selama bertahun-tahun, Hinase menjalani kehidupan yang tenang bersama dua sahabat masa kecilnya, Ritsu Kaga dan Shiori Takayama. Ritsu dikenal sebagai sosok yang ceria dan penuh semangat, sedangkan Shiori memiliki kepribadian yang lebih tenang dan perhatian. Kehidupan mereka berubah ketika Ritsu dan Shiori sama-sama menyatakan perasaan kepada Hinase pada hari yang sama.

Usai diumumkan sebagai pengisi suara Hinase, Chika Anzai mengungkapkan kesannya terhadap karya tersebut. Dalam pernyataannya yang dikutip dari panel ANImagic, ia mengaku sangat terkesan ketika pertama kali membaca cerita ini saat mengikuti proses audisi.

"Saya tidak akan pernah melupakan kesan yang saya rasakan saat pertama kali mengenal cerita ini dalam proses audisi. Kisah ini membuat saya merenungkan bukan hanya tentang Hinase, tetapi juga tentang diri saya sendiri dan makna menjadi manusia. Ceritanya terus membekas dalam ingatan saya bahkan setelah selesai membacanya. Karena itu, menjadi bagian dari proyek ini sebagai Hinase merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang sangat besar," ujarnya.

Anzai juga menjelaskan bahwa proses rekaman suara dilakukan dengan sangat hati-hati. Bersama sutradara Kana Shundo, jajaran pemeran, serta tim produksi, mereka berusaha menemukan cara terbaik untuk menyampaikan emosi para karakter. Ia menambahkan bahwa kehadiran langsung sang kreator, Tsumuji Yoshimura, dalam setiap sesi rekaman memberikan rasa percaya diri sekaligus membantu menjaga kesetiaan adaptasi terhadap manga aslinya.

Meski mengangkat tema yang cukup serius, Anzai menegaskan bahwa anime ini juga dipenuhi berbagai momen hangat, lucu, dan mengharukan.

"Sebagai penggemar manga aslinya, saya benar-benar tidak sabar melihat cerita ini diwujudkan melalui animasi memukau dari SHAFT. Mungkin penjelasan saya terdengar sangat serius, tetapi jangan khawatir! Cerita ini juga dipenuhi momen-momen hangat, lucu, dan menggetarkan hati. Jadi, nikmatilah setiap perjalanannya!" ujarnya.

Manga Just Like Mona Lisa pertama kali diterbitkan melalui situs Gangan Online milik Square Enix pada Mei 2018 dan berakhir pada 2022. Selama masa publikasinya, seri ini berhasil menarik perhatian banyak pembaca hingga memiliki lebih dari satu juta kopi yang beredar. Versi bahasa Inggris juga tersedia secara digital melalui Manga UP! Global dan BookWalker, serta dalam edisi cetak yang diterbitkan oleh Square Enix Manga & Books.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda