Entertainment
10 Tahun Debut Solo! Yesung Super Junior Bahas Perpisahan di Lagu Pedazos
Yesung Super Junior kembali menyapa para penggemar dengan lagu solo terbaru. Sang idola baru saja merilis full album kedua bertajuk ‘Where We Are’ pada Selasa (6/10/2026). Sekaligus membagikan video musik untuk lagu utama ‘Pedazos’ melalui unggahan di kanal YouTube resmi SMTOWN.
‘Where We Are’ tak hanya menandai kembalinya Yesung sebagai penyanyi solo. Namun, album ini juga dirilis untuk merayakan debut 10 tahun sang idola sebagai seorang solois, sejak ia resmi merilis mini album pertamanya ‘Here I Am’ pada tahun 2016 lalu.
Menandai kiprah 10 tahun sebagai penyanyi solo, Yesung mengaku tak hanya ingin sekadar merayakannya sendirian. Tetapi, sejumlah pencapaian, kerja keras, hingga sedih senang yang ia rasakan ingin ia bagikan bersama para pendengar lewat perilisan full album kedua, ‘Where We Are’ kali ini.
Termasuk untuk lebih dekat lagi dengan para penggemar lewat karya musik yang ia rilis, dengan berpartisipasi dalam penulisan 9 lirik lagu dari 12 total lagu secara keseluruhan. Tak hanya menulis lirik, vokalis utama boy group Super Junior ini juga ikut berpartisipasi dalam penulisan komposisi salah satu lagu di album terbarunya ‘Where We Are.’
Sementara itu, lagu utama ‘Pedazos’ merupakan lagu bergenre modern rock yang dinamis. Sesuai dengan judul lagunya yang berarti ‘pecahan’ dalam bahasa Spanyol, lagu ini membahas tentang sisi emosional yang kompleks yang dialami seseorang setelah ia berpisah dengan sosok yang dicintai. Perasaan hampa, sakit, putus asa, hingga kenangan yang terus membekas dibahas dengan jelas di setiap lirik lagunya.
Dibuka dengan nuansa yang sendu lewat penampilan vokal yang emosional dari Yesung, lagu ini sukses membuat siapa saja yang mendengarkannya merasakan kehilangan dan kehampaan yang sama. Perasaan dihantui kenangan masa lalu, yang membuatmu semakin larut dalam rasa kehilangan terasa begitu kentara di lagu ini.
Namun, meskipun membahas tentang rasa sakit dan kehilangan setelah putus lagu ini tak melulu disuguhkan dengan nuansa yang kelam. Justru, menuju bagian akhir lagu, kita akan semakin merasakan ledakan emosional yang kuat yang ditandai dengan iringan musik yang semakin intens. Serta ledakan nada tinggi dari Yesung yang membuat penyampaiannya semakin mengena.
Lebih unik lagi, Yesung juga ikut memasukkan sejumlah lirik lagu dalam bahasa Spanyol untuk memperdalam imersi lagu. Sekaligus menyampaikan rasa sakit dari lagu ini dalam beberapa bahasa.
Membahas tentang sisi emosional yang kompleks di lagu ini, Yesung menyampaikan bahwa ‘Pedazos’ merupakan lagu yang relate dengan kehidupan sehari-hari banyak orang. Termasuk relate dengan kehidupan sang idola.
Melalui Naver Yesung mengatakan bahwa lagu ini ia dengarkan saat ia tengah menghadapi banyak masalah dan kekhawatiran. Ketika ia merasa telah menemukan lagu utama yang pas dan cocok untuk proyek solo terbarunya, Yesung justru mendapatkan kabar bahwa sang ibu sedang sakit.
Merasakan luapan emosi yang bertentangan antara bahagia dan sedih pada satu waktu, menjadikan lagu ‘Pedazos’ ini terdengar begitu sentimental dan mengena di hati para penggemar. Lagu ini juga membuat kita sadar bahwa kehidupan mengajari kita banyak hal dan membuat kita merasakan berbagai macam emosi yang berbeda-beda.
Untuk itu Yesung ingin mengajak para penggemar untuk tak ragu dalam mengekspresikan dan merangkul luapan emosi yang tengah mereka hadapi saat ini. Karena dalam hidup ada kalanya kita merasakan kebahagiaan dan kesedihan dalam waktu yang bersamaan, terjadi begitu saja tanpa aba-aba, hingga terasa begitu singkat untuk larut dalam lautan emosi tersebut.