Entertainment

Manga Horor Junji Ito The Hanging Balloons Diadaptasi Jadi Film Thailand

Manga Horor Junji Ito The Hanging Balloons Diadaptasi Jadi Film Thailand
The Hanging Balloons (junjiitomanga.fandom.com)

Karya horor mangaka Junji Ito kembali mendapatkan adaptasi live-action. Kali ini, perusahaan hiburan Jepang Toei bekerja sama dengan rumah produksi Thailand 13 Studio untuk menggarap film panjang berbahasa Thailand yang diangkat dari cerita pendek berjudul Kubitsuri Kikyu atau The Hanging Balloons. Film ini akan disutradarai Taweewat Wantha, sineas yang dikenal melalui film horor Death Whisperer 2 dan Tha Rae: The Exorcist.

Pengumuman kolaborasi tersebut disampaikan Toei pada Selasa (13/10). Menurut informasi yang dilaporkan mengenai proyek ini, proses syuting dijadwalkan berlangsung di Thailand pada tahun depan, sedangkan filmnya ditargetkan siap dirilis pada 2028. Adaptasi tersebut akan memindahkan latar cerita asli ke Thailand dengan tetap mempertahankan atmosfer mencekam dan dunia horor khas Junji Ito.

Taweewat mengungkapkan bahwa mengadaptasi The Hanging Balloons ke layar lebar merupakan proyek yang telah lama ingin diwujudkannya. Ia ingin mempertahankan elemen horor yang disukai penggemar karya asli Ito, sekaligus mengeksplorasi ceritanya lebih dalam melalui sudut pandang baru.

"Bagi saya, ini benar-benar proyek yang lahir dari kecintaan saya sebagai sutradara film," ungkap Taweewat mengenai kesempatan menggarap adaptasi tersebut.

Sementara itu, Shiori Takata, direktur divisi produksi internasional Toei, menilai kolaborasi ini berpotensi menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda. Ia menyampaikan bahwa perpaduan kreativitas khas Taweewat dengan imajinasi Ito yang luar biasa diharapkan mampu memberikan kejutan bagi penonton di Thailand dan berbagai negara Asia.

The Hanging Balloons pertama kali diterbitkan pada 1994 melalui majalah Monthly Halloween terbitan Asahi Sonorama. Cerita ini kemudian dimuat dalam koleksi manga horor Ito dan menjadi salah satu karyanya yang dikenal karena konsep supernatural yang tidak biasa. Viz Media menerbitkan cerita tersebut dalam buku Shiver: Junji Ito Selected Stories pada 2017 dengan judul Hanging Blimp.

Kisahnya berawal dari kematian seorang idola populer bernama Terumi Fujino yang bunuh diri dengan cara menggantung diri. Setelah kejadian tersebut, muncul fenomena aneh berupa balon raksasa yang menyerupai wajah manusia dan melayang di langit. Setiap balon dilengkapi tali jerat logam yang berusaha menangkap serta menggantung orang dengan wajah yang sesuai.

Fenomena mengerikan itu menyebar dan membuat masyarakat hidup dalam ketakutan. Tokoh utama bernama Kazuko berusaha bertahan hidup dengan bersembunyi di dalam rumah karena keluar dari tempat perlindungannya dapat mengancam nyawanya. Namun, ancaman tersebut semakin menakutkan ketika balon-balon itu mulai menggunakan suara orang yang dikenalnya untuk memancingnya keluar.

Melalui premis tersebut, Ito memadukan horor supernatural dengan ketegangan psikologis dan perasaan tidak berdaya. Ancaman yang terus memburu para tokohnya juga membuat cerita ini dikenal sebagai salah satu gambaran paling mengganggu dari imajinasi sang mangaka.

Selain adaptasi film Jepang pada 2000, kisah ini pernah diangkat menjadi bagian dari serial anime Netflix Junji Ito Maniac: Japanese Tales of the Macabre, yang tayang secara global pada Januari 2023.

Adaptasi The Hanging Balloons bukan satu-satunya proyek yang membawa karya Ito ke layar. Pada Mei lalu, Toei bersama studio Thailand M Studio dan perusahaan Korea Selatan Showbox juga mengumumkan film live-action berdasarkan cerita pendek The Long Hair in the Attic. Proyek tersebut akan disutradarai Sitisiri Mongkolsiri, yang sebelumnya menggarap Hunger dan Inhuman Kiss, dengan proses syuting direncanakan dimulai tahun depan.

Selain itu, Through the Lens Entertainment dan Fangoria Studios tengah bekerja sama mengembangkan adaptasi film dari The Mystery of the Haunted House bagian pertama dan kedua serta Bloodsucking Darkness. Serial antologi live-action Strange: Junji Ito's Strange Stories for Sleepless Nights, yang mengadaptasi 13 cerita manga Ito, juga telah tayang di Jepang sejak 3 Juli.

Dengan adaptasi The Hanging Balloons, penggemar kini menantikan bagaimana kengerian balon berwajah manusia akan diterjemahkan ke dalam film Thailand.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda