Entertainment

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle
Sosok di balik nama “Lebah Ganteng”, Didas Ali, penerjemah takarir (subtitle) film yang membagikan cerita dan pengalamannya melalui sebuah utas di akun Threads @didasalie, Senin (12/10/2026).

Nama Lebah Ganteng kembali ramai dibicarakan setelah Didas Ali, sosok di balik nama Lebah Ganteng, membagikan cerita di balik aktivitasnya sebagai penerjemah subtitle film. Melalui sejumlah utas di Threads, ia menjawab rasa penasaran warganet tentang asal-usul nama tersebut, masa-masa awal menerjemahkan film, hingga alasan berhenti membuat subtitle sekitar 2020–2021.

Cerita itu menarik perhatian karena Lebah Ganteng sudah lama dikenal oleh penonton film asing yang terbiasa mencari subtitle bahasa Indonesia secara terpisah. Bagi sebagian orang, nama tersebut menjadi bagian dari kenangan menonton film sebelum layanan streaming mudah diakses melalui ponsel. 

Berawal dari Masa Sulit dan Kebiasaan Menonton Film

Dalam salah satu utasnya, Didas menceritakan bahwa ia mulai menerjemahkan subtitle ketika sedang menganggur dan berkali-kali gagal mendapatkan pekerjaan. Pada masa itu, menonton film dan menerjemahkan dialog menjadi pelampiasan di tengah kondisi mental yang berat.

“Motivasinya apa hingga terjun ke dunia persubtitelan? Saat itu saya menganggur dan lamar kerja ke mana-mana tidak diterima. Di titik depresi berat, menonton dan menerjemahkan menjadi pelampiasan. Awalnya hanya coba-coba,” tulis Didas dalam utas di akun Threads @didasalie yang diunggah pada Senin (12/10/2026).

Kebiasaan menonton filmnya sendiri sudah tumbuh sejak mengikuti serial televisi Heroes. Setelah itu, ia menikmati sejumlah serial lain, seperti Supernatural, Nikita, dan The Walking Dead. Ia mengaku bisa lupa makan ketika sudah asyik menonton secara maraton.

Bukan Penerjemah Drama Korea dan Tidak Mendapat Bayaran

Didas turut meluruskan anggapan bahwa dirinya banyak menerjemahkan drama Korea. Dalam utas yang diunggah beberapa hari sebelumnya, ia menjelaskan bahwa hanya pernah menerjemahkan dua episode dari satu drama yang ia ingat berjudul Queen In-hyun’s Man. Setelah itu, ia menyerah dan tidak melanjutkannya.

Ia juga membantah anggapan bahwa aktivitas menerjemahkan subtitle di Subscene memberinya penghasilan besar. Menurut Didas, ia tidak menerima bayaran dari Subscene maupun platform sejenis untuk pekerjaan tersebut.

“Hoaks: penghasilannya pasti besar dari nerjemahin. Fakta: tidak ada bayaran dari subscene sepeserpun,” tambahnya.

Penjelasan ini memperlihatkan bahwa popularitas nama Lebah Ganteng tidak otomatis membuat aktivitas di baliknya menjadi pekerjaan berbayar. Pada awalnya, penerjemahan subtitle lebih dekat dengan kegiatan yang ia tekuni di sela masa sulit dan kecintaannya terhadap film.

Mengapa Berhenti Menerjemahkan Subtitle?

Didas mengungkapkan bahwa ia sudah berhenti menerjemahkan subtitle sekitar 2020–2021. Berkas terjemahan Lebah Ganteng yang masih beredar di internet berasal dari tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu alasannya adalah kebiasaan menonton film telah berubah. Menurut Didas, dahulu orang perlu melalui beberapa langkah untuk menikmati film asing, termasuk mencari film dan mengunduh subtitle secara terpisah. Sekarang, penonton bisa membuka ponsel dan menemukan film beserta terjemahannya melalui layanan yang tersedia.

“Kenapa berhenti? Salah satu alasannya sudah tidak jaman. Sekarang mau nonton tinggal buka hp, semua terjemahan ada. Tidak sesulit dulu. Mau nonton GoT, Running Man, Avengers, Secret Garden tersedia semua di genggaman,” ungkap Didas.

Didas juga menyebut bahwa film bertema bertahan hidup, seperti Whale Fall, cenderung lebih cepat diterjemahkan karena dialognya tidak terlalu banyak dan adegannya didominasi aksi. Ia menyinggung film tersebut dalam utas tersendiri menjelang jadwal penayangannya pada 14 Oktober.

Nama Iseng yang Bertahan dalam Ingatan Warganet

Nama Lebah Ganteng bermula dari keisengan ketika Didas mendaftar di Subscene pada 2011. Ia mengaku tidak pernah membayangkan nama spontan itu bakal dikenal luas. Beberapa tahun kemudian, saat hendak membuat akun media sosial, nama tersebut ternyata sudah banyak digunakan orang lain.

Didas terakhir menggunakan nama Dokter Ngesot di media sosial, tetapi akun itu kini sudah dinonaktifkan. Pada akhir 2024, identitasnya sebagai sosok di balik Lebah Ganteng sempat menjadi perhatian publik.

Di kolom komentar, banyak orang menyampaikan terima kasih karena subtitle buatannya menemani masa sekolah hingga kebiasaan menonton di warnet. Bagi mereka, Lebah Ganteng bukan sekadar nama penerjemah di layar, melainkan bagian dari pengalaman menonton film yang sulit dilupakan.

Kisah Didas memperlihatkan bagaimana kegiatan yang bermula dari masa sulit dan dikerjakan tanpa bayaran dapat meninggalkan jejak panjang di internet. Meski sudah berhenti menerjemahkan, nama Lebah Ganteng tetap dikenang oleh penonton yang pernah terbantu oleh karyanya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda