Entertainment
Dicibir Netizen karena Tanya Target Nikah ke Marsha Aruan, Evelyn Chrestella Akhirnya Minta Maaf
Potongan podcast pasangan influencer Juan dan Evelyn Chrestella alias Eve bersama aktris Marsha Aruan tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Percakapan dalam program “Hotpod” tersebut menuai kritik setelah pertanyaan seputar usia dan target menikah Marsha dinilai sejumlah warganet terlalu personal. Polemik ini mencuat setelah cuplikan videonya menyebar di TikTok, Instagram, Threads, hingga X pada Kamis (8/10/2026).
Episode yang menghadirkan Marsha Aruan itu diketahui tayang di kanal YouTube Juan dan Eve pada Sabtu (3/10/2026). Ketika ditelusuri, video lengkapnya sudah tidak ditemukan. Belum ada kepastian apakah episode tersebut sengaja dihapus atau tidak lagi tersedia karena alasan lain.
Pertanyaan soal Usia dan Target Menikah Jadi Sorotan
Dalam perbincangan tersebut, Evelyn menanyakan sejumlah hal pribadi kepada Marsha Aruan, mulai dari tahun kelahirannya pada 1996 hingga rencana pernikahan. Usia Marsha yang mendekati 30 tahun kemudian menjadi bagian percakapan yang paling banyak disorot netizen.
Evelyn pun menanyakan target pernikahan yang pernah dimiliki Marsha saat memasuki usia 30 tahun.
“Dalam memasuki umur thirty, kamu ada nggak sih kayak gue tuh pengen married umur segini sih sebenarnya?” tanya Evelyn kepada Marsha.
Marsha mengaku pernah memiliki target untuk menikah. Namun, ia kini memilih menjalani hidup tanpa menetapkan batas usia tertentu agar rencana tersebut tidak menjadi tekanan bagi dirinya.
“Mungkin awalnya punya target ya, tapi kayaknya kalau ditargetin itu jadi lebih pressure gitu, jadi sekarang kayak yaudahlah,” jawab Marsha.
Respons Marsha yang tetap tenang tidak menghentikan perdebatan di media sosial. Sejumlah penonton menilai pertanyaan tentang pernikahan seharusnya disampaikan dengan lebih peka, terutama ketika menyangkut keputusan pribadi seseorang.
Warganet Kritik Cara Juan dan Eve Membawakan Obrolan
Salah satu kritik datang dari akun X @ursunnymorn pada Rabu (14/10/2026). Akun tersebut mempertanyakan mengapa usia Marsha lebih banyak dikaitkan dengan target menikah, alih-alih pencapaian lain dalam hidupnya.
“Kenapa nggak nanya umur 30 ini? Ada target apa yang dicapai dalam karier atau mimpinya? Nikah bukan tujuan akhir, Mas, Mbak,” tulis akun tersebut.
Ia juga menyindir anggapan bahwa pernikahan seolah menjadi tolok ukur keberhasilan seseorang. “Mau sampai kapan nikah sebagai ajang prestasi dalam hidup?” lanjutnya.
Kritik lain disampaikan akun X @watermealen pada tanggal yang sama. Ia menyoroti cara kedua pembawa acara mengelola percakapan dengan tamu.
“Mereka berdua masih belum cocok bikin podcast deh. Kadang pertanyaannya belum selesai ujung-ujungnya Juan malah bahas fun fact istrinya sendiri,” tulis akun tersebut. Ia juga menilai Evelyn terkadang terlalu sering membanggakan dirinya sendiri.
Beragam komentar itu menunjukkan bahwa polemik tidak berhenti pada topik pernikahan. Sebagian warganet turut mempermasalahkan arah obrolan dan porsi pembicaraan antara pembawa acara dengan tamunya.
Evelyn Chrestella Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah mendapat kritik, Evelyn menyampaikan permintaan maaf resmi melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (14/10/2026). Ia mengakui perkataan dan tindakannya dalam podcast tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi sejumlah orang.
“Aku menyadari bahwa ada perbuatan dan perkataanku dalam podcast menimbulkan berbagai respon, termasuk rasa tidak nyaman dan kekecewaan dari banyak orang,” tulis Evelyn.
Ia juga menyampaikan bahwa permintaan maaf telah disampaikan secara pribadi kepada pihak yang bersangkutan. Evelyn mengakui masih perlu belajar untuk lebih bijaksana dalam bertutur kata dan memahami perasaan orang lain.
“Aku memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup, sudut pandang dan pengalaman yang berbeda,” lanjutnya.
Polemik ini menjadi pengingat bahwa obrolan dalam podcast tetap membutuhkan kepekaan terhadap batas pribadi tamu. Pertanyaan tentang usia, pasangan, dan pernikahan memang bisa membuka percakapan menarik, tetapi cara menyampaikannya tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan orang yang diajak berbicara.