Entertainment
Apakah Mitos di Waduk Salmokji Seseram di Film Salmokji: Whispering Water?
Niat awalnya untuk bekerja, kok malah banyak korban berjatuhan? Film horor Korea Selatan berjudul Salmokji: Whispering Water (2026) mengangkat kisah urban legend sebuah waduk di wilayah Yesan, Chungcheong Selatan, bernama Waduk Salmokji. Sebuah tim yang membuat street view harus merekam ulang di wilayah tersebut sebelum akhirnya menjadi sebuah tragedi.
Ternyata Waduk Salmokji merupakan tempat favorit untuk memancing. Selain itu, waduk ini juga populer dengan cerita mistisnya yang beredar masif di kalangan masyarakat Korea. Namun, seberapa jauh kisah dalam film ini berkaitan dengan legenda yang beredar tentang Waduk Salmokji? Apakah tempat aslinya memang seseram yang digambarkan di layar?
GPS yang Menyesatkan dan Berputar-putar di Jalan yang Sama

Salah satu kisah yang membuat Waduk Salmokji dikenal angker berkaitan dengan pengalaman seorang pengendara yang tersesat saat mengikuti petunjuk GPS. Dalam cerita yang beredar, pengendara tersebut sedang dalam perjalanan pulang ketika sistem navigasinya mengarahkannya ke jalan sempit yang gelap dan tidak beraspal. Alih-alih menemukan jalan pulang, ia hanya berputar-putar di area waduk dengan jalan yang sama.
Situasi ini juga digambarkan dalam film Salmokji: Whispering Water (2026), ketika Su-in dan rekan-rekannya berniat keluar dari waduk, mereka seakan tersesat di waduk tersebut. Saat tersadar pun, ternyata mobil mereka hampir masuk ke dalam air waduk.
Penampakan Hantu Air

Salah satu kisah horor Waduk Salmokji yang juga jadi ikon di filmnya adalah si hantu air. Dalam legenda yang beredar, waduk tersebut dipercaya menjadi tempat bersemayamnya roh penasaran, termasuk arwah orang-orang yang meninggal secara tragis atau jenazahnya dibuang ke dalam air.
Apalagi, dalam mitologi hantu Korea, hantu air merupakan salah satu hantu terkuat karena membawa dendam sebelum meninggal. Oleh karena itu, di film Salmokji: Whispering Water (2026), hantu air menjadi ancaman utama yang menghantui tim Su-in. Hantu tersebut berusaha memanggil dan menjebak mereka untuk 'ikut' masuk ke dalam air.
Larangan Kunjungan Lebih dari Jam 10 Malam

Dalam berbagai cerita mistis yang dikaitkan dengan Waduk Salmokji, malam hari menjadi waktu yang dianggap perlu dihindari. Bahkan, beredar klaim tak tertulis mengenai larangan tidak tertulis untuk berada di sekitar waduk setelah pukul 22.00.
Hal ini dijalari karena ada beberapa orang yang mengalami kejadian mistis bahkan sampai celaka saat berada di sekitar waduk. Waktu yang semakin larut membuat suasana waduk terasa berbeda. Jalanan yang sepi, minimnya penerangan, dan permukaan air yang sulit terlihat menciptakan atmosfer yang mudah memicu rasa takut.
Jadi, apakah mitos Waduk Salmokji seseram filmnya? Reputasi angker dan berbagai legenda urban yang dikaitkan dengan waduk ini memang menjadi bagian dari daya tarik Salmokji: Whispering Water (2026). Cerita-cerita yang beredar memberikan inspirasi bagi film untuk membangun teror di sekitar lokasi yang nyata. Perpaduan antara legenda dan suasana waduk yang sunyi pun membuat penonton bertanya-tanya, apa yang sebenarnya tersembunyi di balik permukaan air yang tenang?