Entertainment
Ghost in the Shell Umumkan Proyek Anime Baru, Science SARU Kembali Produksi
Waralaba Ghost in the Shell resmi mengumumkan proyek anime terbaru yang kembali diadaptasi dari manga karya Masamune Shirow. Studio Science SARU dipastikan menangani produksi animasinya, melanjutkan keterlibatan mereka dalam adaptasi terbaru yang mulai tayang pada Juli 2026. Meski demikian, pihak produksi belum mengungkap format, jadwal penayangan, maupun detail cerita proyek anyar tersebut.
Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, 24 Oktober 2026, melalui selebaran yang dibagikan kepada para peserta dalam acara pratinjau pers OPEN HOUSE di DOVER STREET MARKET GINZA, Tokyo. Acara tersebut juga berkaitan dengan peluncuran produk pakaian Geeks Rule. Selain selebaran, sebuah visual pengumuman baru turut diperlihatkan untuk menandai dimulainya pengembangan proyek anime tersebut.
Menurut pengumuman yang disampaikan Bandai Namco Filmworks dan informasi di situs resmi THE GHOST IN THE SHELL, proyek ini akan kembali melibatkan Science SARU sebagai studio animasi. Namun, belum diketahui apakah anime terbaru tersebut akan menjadi serial televisi, film layar lebar, atau format lainnya. Informasi mengenai staf produksi dan jajaran pengisi suara juga belum diumumkan secara lengkap.
Sebelumnya, Science SARU menggarap anime THE GHOST IN THE SHELL yang memulai penayangannya pada 7 Juli 2026. Serial tersebut terdiri dari 10 episode dan berakhir pada 8 September 2026. Anime ini disutradarai oleh Mokochan, yang sebelumnya terlibat dalam produksi DAN DA DAN, dengan Toh Enjoe menangani komposisi seri sekaligus penulisan naskah.
Shuhei Handa bertanggung jawab atas desain karakter dan menjabat sebagai kepala sutradara animasi. Sementara itu, musiknya digarap oleh Taisei Iwasaki, Ryo Konishi, dan Yuki Kanesaka. King Gnu membawakan lagu pembuka berjudul "Go Ghost", sedangkan lagu penutup "Blue" dinyanyikan oleh MILLENNIUM PARADE bersama Saya Gray dan Daniel Caesar.
Serial tersebut dibintangi Maaya Sakamoto sebagai Motoko Kusanagi, Kazuhiro Yamaji sebagai Daisuke Aramaki, Hiroki Yasumoto sebagai Batou, dan Yuichi Nakamura sebagai Togusa. Anime ini tersedia melalui Amazon Prime Video di lebih dari 240 negara dan wilayah, dengan beberapa pengecualian.
Waralaba Ghost in the Shell sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia manga dan anime. Karya asli Masamune Shirow pertama kali diserialisasikan melalui majalah Young Magazine terbitan Kodansha pada April 1989 dan berakhir pada November 1990. Ceritanya berlatar masa depan ketika batas antara manusia dan mesin semakin kabur akibat perkembangan teknologi sibernetika.
Tokoh utamanya adalah Mayor Motoko Kusanagi, agen pemerintah dengan tubuh yang telah ditingkatkan menggunakan teknologi mekanis. Ia bertugas menangani teroris dan pelaku kejahatan siber, termasuk peretas yang mampu memanipulasi kesadaran manusia melalui jaringan digital. Salah satu kasus penting dalam cerita berkaitan dengan perburuan peretas misterius bernama Puppeteer, yang mempertanyakan hubungan antara teknologi, identitas, dan jiwa manusia.
Popularitas waralaba ini semakin meluas melalui film animasi Ghost in the Shell garapan Mamoru Oshii yang dirilis pada 1995. Film tersebut dikenal karena eksplorasi filosofisnya mengenai kesadaran dan identitas di tengah kemajuan teknologi.
Kesuksesannya kemudian diikuti berbagai adaptasi, termasuk Ghost in the Shell 2: Innocence (2004), serial Stand Alone Complex (2002–2005), seri Arise (2013–2015), serta SAC_2045 yang tayang di Netflix pada 2020–2022. Adaptasi live-action Hollywood yang dibintangi Scarlett Johansson juga dirilis pada 2017.
Selain memiliki beberapa sekuel manga, termasuk Ghost in the Shell 1.5: Human-Error Processor dan Ghost in the Shell 2: Man-Machine Interface, waralaba ini terus berkembang melalui berbagai medium.
Dengan Science SARU kembali dipercaya menangani animasi, proyek terbaru ini menjadi perkembangan menarik bagi penggemar yang ingin melihat dunia futuristis Motoko Kusanagi dieksplorasi lebih jauh.