Entertainment
Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun
Dunia manga Jepang berduka atas kepergian Tetsuya Chiba, seniman manga legendaris yang dikenal luas melalui karya Ashita no Joe. Chiba meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 22 Oktober akibat sindrom mielodisplastik, yaitu penyakit yang memengaruhi pembentukan sel darah di sumsum tulang. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 87 tahun.
Penerbit Kodansha mengumumkan kabar duka tersebut pada Selasa (27/10). Dalam pernyataannya, Kodansha mengenang Chiba sebagai kreator yang menghasilkan banyak karya monumental selama sekitar 70 tahun berkarier. Ia juga dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap manga serta berperan besar dalam membimbing generasi baru komikus melalui Chiba Tetsuya Award, penghargaan yang dibentuk untuk mendukung kemunculan talenta-talenta baru.
Chiba lahir di Tokyo pada 1939 dan menghabiskan sebagian masa kecilnya di Manchuria, wilayah yang kini berada di bagian timur laut China. Pengalamannya menjalani masa Perang Dunia II serta perjuangan keluarganya untuk bertahan hidup setelah kembali ke Jepang turut memengaruhi karya-karyanya. Ia mulai menekuni manga sejak muda dan memulai debut profesional ketika masih berusia 17 tahun pada 1956. Sementara itu, debutnya di majalah komersial tercatat melalui Butokai no Shojo pada 1958.
Nama Chiba paling dikenal berkat Ashita no Joe, manga tinju yang ditulis bersama Ikki Kajiwara dan mulai terbit berseri di Weekly Shonen Magazine pada 1968. Ceritanya mengikuti Joe Yabuki, seorang pemuda yatim piatu dari kawasan kumuh Tokyo yang berjuang menapaki dunia tinju hingga menjadi petinju berperingkat dunia. Dengan mengangkat perjuangan, kemiskinan, dan ketimpangan sosial Jepang pascaperang, manga ini berhasil menyentuh banyak pembaca dan terjual lebih dari 20 juta eksemplar.
Pengaruh Ashita no Joe bahkan melampaui halaman manga. Ketika karakter Toru Rikiishi, rival Joe, meninggal dalam cerita, para penggemar menggelar pemakaman sungguhan untuk menghormatinya.
Popularitasnya juga melahirkan dua serial anime televisi yang tayang pada 1970 dan 1980, serta dua film anime pada 1980 dan 1981. Kisah tersebut kemudian menginspirasi Megalobox pada 2018, anime yang menghadirkan dunia fiksi ilmiah dan karakter baru, disusul sekuelnya, Megalobox 2: Nomad, pada April 2021. Manga aslinya juga memperoleh perilisan resmi berbahasa Inggris pada Desember 2024 dengan judul Ashita no Joe: Fighting for Tomorrow.
Selain karya tersebut, Chiba menciptakan manga olahraga lain, seperti Notari Matsutaro yang berlatar dunia sumo dan Ashita Tenki ni Naare tentang golf. Ia juga mengerjakan Hinemosu Notari Nikki, manga esai autobiografis yang mulai diserialisasikan di majalah Big Comic pada Desember 2015. Karya ini mengisahkan pengalaman hidupnya di Manchuria, kepulangannya ke Jepang, serta perjalanan kariernya sebagai seniman. Namun, serial tersebut dihentikan sementara pada 25 September karena kondisi kesehatannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chiba menghadapi berbagai masalah kesehatan. Pada 2021, ia mengungkapkan bahwa dirinya menjalani perawatan setelah mengalami gangguan pada katup jantung, arteri koroner, dan tenggorokan, termasuk pengobatan tumor di tenggorokan. Ia juga menjalani pemasangan stent pada arteri koroner pada Januari 2022 serta operasi mata yang diceritakannya melalui blog pada 2024.
Dedikasinya terhadap dunia manga mendapat pengakuan besar. Chiba dinobatkan sebagai Person of Cultural Merit pada 2014 dan menjadi anggota Japan Art Academy pada 2022 bersama Yoshiharu Tsuge, sebagai dua kreator manga pertama yang memperoleh keanggotaan tersebut. Pada 2024, ia menjadi seniman manga pertama yang menerima Order of Culture, penghargaan bergengsi bagi tokoh yang berjasa mengembangkan kebudayaan Jepang.
Seusai kabar kematiannya, kreator manga, termasuk George Morikawa, Yasuhisa Hara, dan Nariaki Narita, menyampaikan penghormatan atas pengaruh Chiba. Penerbit Kodansha, Shogakukan, dan Shueisha turut mengenang kontribusinya dalam perkembangan manga serta pembinaan komikus muda. Japan Cartoonists Association, yang pernah dipimpinnya sebagai ketua, juga menyoroti jasanya dalam meningkatkan apresiasi terhadap manga dan kedudukan para senimannya. Pemakaman Chiba dilaksanakan secara tertutup bersama keluarga dekat.