Health
Penyelamat Tanggal Tua! Ini Alasan Bayam Jadi Sayuran Wajib Buat 'Survive in This Economy'
Ada yang suka dengan sayur bayam? Atau mungkin baru saja makan nasi bersama sayur bayam?
Bayam (Spinacia oleracea) merupakan tanaman yang kerap dijumpai dimanapun. Mulai dari halaman rumah, kebun, sawah, tepi jalan, maupun ikut nangkring di pot tanaman lain sebagai tanaman liar. Kendati begitu, nyaris mayoritas penduduk Indonesia mengenal bayam sebagai sayur yang murah, bergizi tinggi, dan mudah diolah.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Bayam
Melansir laman Alodokter, bayam ternyata bukanlah sebatas tanaman liar nggak berguna. Studi mengungkapkan, dalam 100 gram bayam mengandung 23 kalori serta nutrisi:
- 3,5 gram karbohidrat,
- 3 gram protein,
- 460 miligram kalium,
- 71 miligram magnesium,
- 2,4 miligram zat besi,
- 2 gram serat,
- Vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin K, dan
- Beberapa antioksidan seperti lutein, karotenoid, dan zeaxanthin.
Selain kaya kandungan nutrisi, bayam juga memiliki manfaat:
- Mengatasi peradangan di dalam tubuh,
- Mendukung proses pemulihan luka,
- Meningkatkan sistem imun,
- Menjaga kesehatan mata,
- Menjaga kesehatan kulit,
- Mencegah anemia,
- Mencegah osteoporosis,
- Mengontrol gula darah,
- Mengurangi kolesterol jahat,
- Mengontrol tekanan darah tinggi,
- Mencegah penyakit jantung, hingga
- Mencegah kanker.
Sayuran Murah Untuk Survive In This Economy
Di tengah situasi ekonomi nasional bahkan global yang penuh gonjang ganjing, rasa-rasanya masih bisa makan adalah hal yang patut disyukuri. Kendati nggak mampu menjangkau Wagyu A5 maupun fine dining di restoran ternama. Teknik ikat perut dan segala mode bertahan hidup dikerahkan, termasuk downgrade makanan asalkan masih memenuhi gizi.
Bagi saya, bayam adalah kandidat yang nggak boleh diremehkan. Selain memiliki beragam nutrisi, gizi, dan manfaat yang tinggi, sayuran ini terbilang murah juga mudah ditemui. Seikat bayam di tukang sayur biasanya dibanderol Rp 3000 - Rp 5000, atau bisa lebih murah berbelanja di pasar induk.
Bayam boleh dibilang adalah sayuran yang fleksibel sebab mudah diolah sesuka hati. Bayam rebus sebagai pendamping sambal bisa, urap-urap bisa, tumisan bisa, sayur bening bisa, hingga sayur bobor pun gas. Pun proses memasaknya sangat efisien karena nggak butuh waktu lama. Kehadirannya sangat membantu kebutuhan pangan kala survive in this economy.
Mudah Tumbuh dan Gampang Perawatan
Jujurly, saya kerap bertanya bagaimana bayam bisa tumbuh dan tersebar dimana-mana. Namun kalau mengamati wujud benihnya yang kecil dan super ringan, kemungkinan besar terbawa angin.
Kendati begitu, ada banyak seller benih sayuran seperti bayam ini baik di e-commerce maupun toko offline kok. Sehingga kian mempermudah masyarakat yang ingin menanam bayam di kebun. Sudahlah gampang tumbuh asalkan tanahnya gembur, bayam juga dikenal mudah perawatannya. Sebatas pengalaman pribadi, tanaman ini mampu menunjukkan kualitas terbaik dengan penyiraman rutin, pupuk kompos, hingga pecahan cangkang telur yang ditanam dekat akarnya.
Perihal pestisida atau pupuk kimia, saya kurang paham karena Emak adalah pecinta sayuran organik.
Begitu tumbuhan bayam mencapai usia tua–ditandai dengan ukuran daunnya kian mengecil dan bunganya banyak–bunganya dapat disebar pada lahan baru, dan tanamannya bisa segera dicabut. Dalam beberapa hari, bibir bayam baru bakal tumbuh memenuhi lahan. So simpel.
Proses Healing dari Keriwehan Bos dan Dunia Kerja
Saya akui dunia kerja kadang mampu menghasilkan stres yang bikin badan kurus. Belum lagi konflik terhadap customer hingga bos. Walah, auto nggak doyan makan.
Berangkat dari satu artikel tentang studi yang membahas benefit berkebun, saya lantas tertarik. Studi menunjukkan bahwa berkebun mampu mengurangi kadar kortisol seseorang, serta membawakan rasa nyaman. Interaksi manusia terhadap pohon dan tanah juga menumbuhkan rasa tenang, rasa menghargai alam, juga keterikatan emosional sebagai sesama makhluk hidup.
Kenapa saya memilih bayam? Tentu karena murah dan perawatannya mudah. Nggak butuh perawatan mahal, dan bayam bisa cepat dipanen sebagai sayuran. Ada rasa bangga sewaktu berhasil memanen hasil kebun, kendati ada setitik rasa iba mengingat kita melihat proses pertumbuhannya sejak dari benih.
Anyway, bayam bukan hanya sebatas tanaman liar atau sayuran murah semata. Melainkan wujud keanekaragaman hayati lokal, sumber pangan bernutrisi, dan penghilang stres lewat interaksi berkebun. So, gimana menurut kawan-kawan?