Hobi
Komunitas CAI dan Upayanya Menjaga Sumber Penghasil Air Gedong Cai Tjibadak
Menurut penelitian, jumlah air yang diperlukan pada saat mandi orang dewasa kurang lebih sebanyak 20 liter. Sementara air yang diperlukan untuk mencuci pakaian kurang lebih sebanyak 40 liter. Air dengan jumlah sebanyak ini, pernahkah kita memikirkan dari mana sumbernya berasal? Di mana letak sumber air ini berada? Salah satu sumber penghasil air di Bandung terletak di Gedong Cai Tjibadak, tepatnya di RT 03 RW 05 Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap. Sumber penghasil air ini tidak hanya dinikmati dan dibutuhkan oleh masyarakat Ledeng, melainkan oleh masyarakat Bandung lainnya seperti Cipaku dan Ciumbuleuit.
Komunitas CAI (Cinta Alam Indonesia) memiliki fokus dalam menjaga sumber penghasil air Gedong Cai Tjibadak ini. Komunitas CAI merupakan komunitas yang dibentuk sejak 5 tahun lalu, yaitu pada tahun 2017, didasari oleh kepedulian pemuda terhadap lingkungan. Walau begitu, legalitasnya baru diresmikan 2 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 2020. Dalam komunitas ini terdapat 25 hingga 30 orang anggota yang aktif.
Selain menjaga sumber penghasil air Gedong Cai Tjibadak, Komunitas CAI juga melakukan banyak upaya guna melestarikan alam seperti melakukan konservasi alam dan pemegaran lingkungan secara rutin. Selain itu, Komunitas CAI juga banyak dilibatkan pemerintah untuk menjadi moderator dan narasumber dalam berbagai konverensi.
Dari salah satu hasil wawancara yang dilakukan bersama Pak Yadi selaku ketua dari Komunitas CAI, beliau menyampaikan bahwa untuk terus mampu menjaga sumber penghasil air Gedong Cai Tjibadak dan lingkungan sekitar, sangat penting bagi Komunitas CAI untuk terus melakukan regenerasi, “Untuk regenerasi kita latih para pemuda, merekrut, mengajak dan mendorong mereka ketika ada kegiatan dengan instansi yang lain”.
Terlepas dari adanya andil yang sangat besar, Komunitas CAI belum pernah sekalipun mendapat anggaran dana dari pemerintah. Untuk mendapatkan dana dari pemerintah, dikatakan bahwa memerlukan data yang lengkap, dan Komunitas CAI harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pendidikan Indonesia dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs Desa dan MBKM dilakukan upaya untuk memperkenalkan kembali Komunitas CAI sebagai komunitas yang memiliki peran besar terhadap keberlangsungan hidup masyarakat banyak.
Perubahan fungsi lahan dan adanya berbagai pembangunan, menyebabkan debit air di Gedong Cai Tjibadak yang awalnya mencapai 50 liter per-detik, kini hanya mencapai sekitar 19 liter per-detik saja. Penurunan ini cukup drastis dan dikhawatirkan ke depannya akan terus menurun apabila tidak ada upaya lebih lanjut untuk menghentikannya. Komunitas CAI sebagai salah satu komunitas yang berfokus dalam menjaga Gedong Cai Tjibadak memiliki visi dan misi yang salah satunya adalah untuk mengembalikan Ledeng seperti sedia kala demi kemaslahatan masyarakat.
Kehadiran Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 32 yang mengusung tema "Kelurahan Tanggap Budaya" membawa harapan untuk dapat membuat Komunitas CAI mendapat lebih banyak perhatian dan sorotan khususnya dari warga sekitar.
Dengan dibuatnya video dokumentasi, diharapkan edukasi terkait pentingnya upaya menjaga sumber penghasil air Gedong Cai Tjibadak dan ajakan untuk secara bersama-sama menjaga lingkungan sekitar di kelurahan Ledeng agar tetap memiliki sisi asri, dapat menjangkau khalayak yang lebih luas khususnya masyarakat kelurahan Ledeng dan sekitarnya.