Hobi

Aset Masa Depan Garuda, Rafael Struick Berasal dari Keluarga yang Tak Biasa

Aset Masa Depan Garuda, Rafael Struick Berasal dari Keluarga yang Tak Biasa
Rafael Struick (the-afc.com)

Jika membicarakan aset masa depan skuad Garuda, maka nama Rafael William Struick atau yang dikenal sebagai Rafael Struick adalah salah satu pemain yang tak boleh dilewatkan. 

Mobilitas yang ditunjukkan Struick selama bersama Timnas Indonesia cukup konsisten, bahkan ia melesakkan sejumlah serangan berbahaya untuk tim lawan.

Siapa sangka, striker yang tengah meniti karier di ADO Den Haag itu ternyata berasal dari keluarga yang tak kaleng-kaleng. Profesi bergengsi dimiliki oleh kedua orang tua Rafael Struick. 

Lahir dari pasangan Brian Struick dan Noraly Soedito, pemain yang berhasil membobol gawang Korea Selatan di Piala Asia U-23 tersebut memiliki darah Indonesia dari neneknya. 

Menyadur kanal Suara.com, ayah Struick adalah seorang personal trainer yang merupakan warga Belanda keturunan Indonesia. Nenek dari pihak sang ayah lahir di Semarang dengan nama Eleonora Fredrika Rientsma Struick.

Adapun ibu dari Rafael Struick adalah salah satu petinggi bank ternama di sana, yakni ABN AMRO Bank N.V sebagai Head of Financial Recovery & Oversight. Masih menyadur laman yang sama, ABN AMRO kini menduduki peringkat ketiga sebagai bank terbesar di Belanda.

Di sisi lain, Noraly sebelumnya meraih gelar Master of Science dalam bidang Akuntansi dan Administrasi Bisnis di Universitas Amsterdam, Belanda. 

Tingginya pendidikan ibunda sang striker tak hanya sampai di sana. Diketahui bahwa Noraly kembali melanjutkan program studinya di Erasmus Universiteit Rotterdam.

Maka tak heran juga jika Rafael Struick jadi salah satu amunisi yang diyakini bersinar bersama Indonesia. Lantaran dukungan dari kedua orang tua juga nampak mengalir penuh untuknya. 

Disadur dari situs Transfermarkt, Struick lahir pada 27 Maret 2003, memiliki tinggi badan 187 cm, dan mempunyai nilai pasar sebesar 1,30 miliar. Ia mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 22 Mei 2023 lalu. 

Bersama Garuda Muda di Piala Asia U-23, pergerakan yang dilakukan selalu memberi kontribusi bagi proses menyerang yang dilakukan Timnas Indonesia. Puncaknya, ia berhasil melesakkan gol ke gawang Korea Selatan yang selalu mencetak clean sheet sepanjang kompetisi.

Sebelum memperkuat Garuda Muda di ajang Piala Asia U-23, Struick juga sudah beberapa kali diturunkan oleh pelatih Shin Tae-yong. Satu di antaranya saat Timnas Indonesia menjajal kekuatan ranking FIFA pertama dunia, yakni Argentina. 

Pemain berusia 21 tahun itu diharapkan bakal terus berkembang dan memberi pengaruh positif untuk kemajuan sepakbola tanah air.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda