Hobi

Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!

Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
Dean James, pemain Timnas Indonesia. (Instagram/@dean11james)

Kabar mengejutkan datang dari pemusatan latihan skuad Garuda menjelang laga persahabatan internasional. Bek Go Ahead Eagles, Dean James, dipastikan batal memperkuat timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series yang akan berlangsung di Jakarta pada akhir pekan ini. Nama pemain berusia 25 tahun tersebut secara resmi dicoret dari daftar susunan pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi turnamen format knockout tersebut.

Kepastian mengenai absennya Dean James disampaikan langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji. Menurut penjelasannya pada Rabu malam, keputusan ini diambil karena adanya batasan kuota pendaftaran pemain yang ditetapkan untuk ajang ini.

"Jadi ini semua malam ini (para pemain timnas) datang. Kalau Dean James memang ini, kita batalkan, karena kan memang hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan," ungkap Sumardji saat memberikan keterangan melalui aplikasi pesan singkat, dilansir dari Antara News pada Rabu (25/03/2026).

Sebelumnya, Dean James sempat masuk dalam daftar sementara yang berisi 24 pemain pilihan pelatih John Herdman. Pengumuman skuad tersebut dirilis PSSI pada Sabtu (21/03) lalu, di mana James berhasil lolos dari penyaringan awal yang melibatkan 41 pemain.

Namun, regulasi turnamen memaksa manajemen tim untuk merampingkan skuad. Sumardji menjelaskan bahwa memaksakan 24 pemain bergabung namun hanya 23 yang bisa bermain justru akan memberikan dampak psikologis yang kurang baik bagi pemain yang tersisa.

"Nah, kalau hanya tersisa satu orang terus disuruh di tribun, atas itu kan mental pemain kan (jadi) enggak bagus juga," lanjut Sumardji memberikan alasan logis di balik pencoretan tersebut.

Keputusan untuk memulangkan Dean James juga bukan merupakan keputusan sepihak dari BTN. Pihak manajemen telah berkomunikasi dan memberikan masukan kepada pelatih kepala, John Herdman, terkait efisiensi jumlah pemain di dalam skuad final.

"Iya, saya juga yang memberikan saran masukan ke John Herdman, karena kan kita memanggil cuma 24 orang (pemain). Nah, kalau memanggil 24 orang, 23 kita daftarkan semua ya kan secara otomatis kan menyisakan satu orang. Kalau satu orang itu kan, ya, lebih baik tidak usah dipanggillah, saya bilang gitu," tegas Sumardji.

Persiapan Garuda dan Sorotan Paspor Ganda

Di luar masalah teknis pendaftaran pemain, nama Dean James memang sedang menjadi perbincangan hangat di kancah sepak bola internasional. Hal ini bermula dari dugaan paspor ganda yang dilontarkan oleh klub asal Belanda, NAC Breda.

Pihak NAC Breda mempertanyakan keabsahan status James saat membela Go Ahead Eagles pada laga 15 Maret lalu. Mereka menuding James yang telah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) sejak Maret 2025 tidak seharusnya dimainkan karena bukan merupakan pemain dari Uni Eropa.

Kasus ini kini sedang dalam penanganan serius oleh federasi sepak bola Belanda (KNVB). Go Ahead Eagles sendiri berargumen bahwa saat kontrak ditandatangani pada Januari 2025, James masih memegang status sebagai warga negara Belanda.

Terlepas dari polemik yang menimpa Dean James, timnas Indonesia tetap harus fokus menatap laga perdana FIFA Series 2026. Skuad asuhan John Herdman dijadwalkan akan menjamu Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB.

Secara peringkat, Indonesia yang berada di posisi 121 dunia jauh lebih diunggulkan dibandingkan lawan mereka yang menghuni peringkat 154. Kemenangan di laga semifinal ini sangat krusial untuk menambah poin FIFA sebesar +3,96 poin sekaligus mengamankan tiket ke babak final.

Turnamen ini menggunakan sistem gugur, di mana pemenang laga Indonesia vs. Saint Kitts and Nevis akan bertemu pemenang dari laga Bulgaria melawan Kepulauan Solomon pada 30 Maret mendatang. Kehadiran pemain pilar seperti Jay Idzes dan Elkan Baggott diharapkan mampu menjaga kedalaman lini pertahanan meskipun tanpa Dean James.

Ajang ini menjadi momentum penting bagi timnas Indonesia untuk meningkatkan peringkat mereka ke posisi 118 dunia. Dukungan penuh dari suporter sebagai tuan rumah di SUGBK menjadi modal tambahan untuk meraih hasil maksimal sebelum menghadapi kompetisi Piala AFF 2026.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda