Kolom
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
Perjalanan menggunakan moda transportasi darat dan udara membuat diri penat. Ditambah harus membawa barang yang sudah dipersiapkan untuk beberapa hari. Perjalanan itu masih harus ditambah sekitar 3 jam perjalanan darat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Namun, rasa letih itu seakan tidak pernah datang ketika sepasang mata sampai di Desa Les yang terletak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali Utara,
Desa Sejahtera Astra Desa Les, Buleleng, Bali Utara dinobatkan sebagai satu dari 50 desa wisata terbaik dalam Ajang Desa Wisata Indonesia tahun 2024.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, didampingi oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, pada tanggal 17 November 2024 di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Penerima penghargaan ini diwakili oleh Nyoman Nadiana.
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan
Sosok di balik penerima penghargaan ini begitu gigih dalam usahanya memperkenalkan desa Les ke hadapan dunia. Adalah Nyoman Nadiana. Pria kelahiran Les, 11 Februari 1987 ini bukan sekadar pemandu wisata biasa. Ia adalah figur penggerak lokal yang menjabat Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari Desa Les, Buleleng.
Nyoman Nadiana memimpin pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan konsep regenerative tourism. Fokus utamanya adalah menjaga harmoni alam laut dan gunung (segara-gunung), mengelola sampah secara edukatif, serta merawat tradisi lokal demi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi desa.
Regenerative Tourism
Menerapkan pariwisata yang tidak cuma berkelanjutan, tetapi juga memulihkan lingkungan serta memberi dampak positif bagi warga.
Wisata Berbasis Komunitas
Mengangkat potensi lokal, seperti wisata bahari, air terjun, jalur trekking, hingga kebun organik.
Produk Unggulan Lokal
Mengembangkan UMKM garam tradisional, gula lontar, minyak kelapa, dan arak Bali.
Edukasi dan Kolaborasi
Mengajak sekolah-sekolah dan menggandeng berbagai pihak untuk mengatasi tantangan lingkungan dan menjaga kelestarian hulu-hilir desa.
Hingga saat ini, Bli Nyoman, begitu ia akrab disapa, sangat aktif memajukan desanya melalui program pemberdayaan masyarakat yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan yang sejalan dengan pengembangan desa wisata. Ia ingin menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan.
Sebagai desa wisata berbasis masyarakat, Desa Les terus mengembangkan potensinya melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Peran dan Kontribusi Nyoman Nadiana
Bidang Kesehatan
Mendukung layanan sosial, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan masyarakat serta kerja sama fasilitas kesehatan di Desa Les.
Bidang Pendidikan
Mengedukasi generasi muda dan melibatkan pemuda setempat dalam sadar wisata serta pelestarian potensi desa. Salah satu langkah yang diambil adalah aktif menghadirkan pembekalan bahasa Inggris bagi generasi muda untuk mendukung pariwisata desa.
Bidang Lingkungan
Pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti menginisiasi kreativitas pengelolaan sampah plastik bersama warga lokal dan asing (pembuatan patung dari sampah).
Bidang Kewirausahaan
Mengembangkan ekonomi lokal sebagai pengelola desa wisata, pemandu wisata (TourdeLes), serta perajin/penjual produk lokal seperti garam tradisional (uyah) dan juruh yang menjadi salah satu potensi unggulan desa.
Bli Nyoman terlihat begitu antusias saat menjual hasil bumi Desa Les seperti gula juruh dan garam laut yang diolah dengan penuh cinta oleh ayahnya sendiri. Ia bahkan sangat bersemangat mengajak para tamunya blusukan ke pelosok desa. Tujuannya, tidak lain untuk mengenalkan keindahan dan potensi tersembunyi yang ada di Desa Les.
Dalam melakukan upaya-upaya ini, sosok dengan branding 3P (Pedagang, Pemandu, Pejalan) ini bukan tidak pernah mengalami kendala. Bahkan, ia pernah mengadu nasib sebagai guide di Bali Selatan dan bersaing dengan ribuan pemandu. Namun, suatu hari Nadiana memutuskan pulang setelah berpikir mengapa harus jauh-jauh mencari pekerjaan jika desa sendiri adalah surga yang belum dijual. Pemikiran itu mendorongnya untuk pulang kampung, menggerakkan wisata di desa Les agar dapat dilihat, dinikmati, dan dijaga.
Melalui semangat kolaborasi, Bli Nyoman bersama masyarakat Desa Les membuktikan bahwa kemajuan tidak hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga alam, budaya, dan identitas lokal agar tetap lestari dan memberikan manfaat tidak hanya di masa kini, tetapi juga bagi generasi mendatang.