Kolom

Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan

Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan
Ilustrasi ayah dan anak (magnific)

Selama bertahun-tahun, gambaran tentang ayah ideal begitu lekat dengan sosok pencari nafkah. Ayah bekerja, ibu mengurus rumah dan anak. Pembagian tersebut begitu umum hingga sering dianggap sebagai sesuatu yang lumrah, padahal hal itu dibentuk oleh konstruksi sosial tentang peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga.

Kini, gambaran itu mulai bergeser. Banyak ayah tidak lagi merasa bahwa mengurus anak akan mengurangi sisi maskulin mereka. Memandikan anak, memasak, mencuci, mengganti popok, atau menemani anak bermain justru dipahami sebagai bagian dari kehidupan keluarga yang memang perlu dijalani bersama.

Oleh karena itu, modern dad yang berusaha memutus warisan patriaki ini menarik untuk dikulik. Kehadiran ayah dalam pengasuhan bukan sekadar perubahan gaya hidup keluarga modern, tetapi juga bagian dari proses mendefinisikan ulang apa arti menjadi seorang ayah dan bagaimana warisan pembagian peran dari generasi sebelumnya dapat dihentikan.

“Membantu Istri” Bukan Istilah yang Tepat

Saya sering mendengar bahwa ayah yang mau mengurus anak dipuji karena dianggap “mau membantu istri”. Sekilas memang terdengar positif. Namun, kalau dipikir lagi, rasanya agak janggal. Mengapa mengurus anak ditempatkan sebagai pekerjaan istri yang kemudian dibantu oleh suami?

Kata “membantu” secara tidak langsung menempatkan ibu sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas pengasuhan, sementara ayah hanya berperan sebagai pendamping. Padahal, anak bukan tanggung jawab salah satu orang tua saja. Begitu pula dengan pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan bersama.

Oleh karena itu, saya rasa sudah waktunya mengubah cara kita melihat ayah yang terlibat dalam pengasuhan. sedang menjalankan bagian dari kehidupan keluarga yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

Perubahan cara pandang ini penting karena keterlibatan ayah tidak perlu dianggap sebagai kemurahan hati kepada pasangan, tetapi sebagai konsekuensi dari keputusan untuk menjadi orang tua.

Anak Juga Perlu Mengenal Ayah sebagai Pengasuh

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan sering dibicarakan dari sudut pandang ibu. Ibu dianggap lebih ringan bebannya karena ada pasangan yang ikut mengurus anak. Namun, menurut saya, dengan ayah terlibat dalam pengasuhan, anak juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal ayahnya lebih dekat.

Anak yang terbiasa dimandikan ayahnya, ditemani bermain, disuapi atau dibacakan cerita akan memiliki pengalaman yang berbeda tentang sosok ayah. Ayah menjadi bagian dari rutinitas kecil yang membentuk masa kanak-kanak.

Bagi anak, pengalaman sederhana bersama ayahnya bisa menjadi bagian dari ingatan tentang siapa ayahnya. Kedekatan tidak selalu dibangun lewat momen besar, melainkan tumbuh dari rutinitas yang berulang setiap hari.

Memutus Patriarki Dimulai dari Cara Membesarkan Anak

Warisan patriarki tidak selalu hadir dalam bentuk aturan besar yang terang-terangan membatasi perempuan. Kadang hal itu bertahan melalui kebiasaan yang dianggap biasa, misalnya anak perempuan diminta membantu pekerjaan rumah, sementara anak laki-laki dibiarkan bermain.

Pola seperti ini bisa terus diwariskan tanpa pernah benar-benar dipertanyakan. Anak melihat apa yang dilakukan orang tuanya, lalu menganggapnya sebagai gambaran tentang bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya bersikap.

Oleh karena itu, perubahan dari seorang ayah yang memilih terlibat dalam pengasuhan sebenarnya punya dampak yang sangat besar.

Anak laki-laki, misalnya, bisa tumbuh dengan pemahaman bahwa merawat bukan pekerjaan yang membuat laki-laki kehilangan maskulinitas. Anak perempuan juga bisa melihat bahwa kehidupan rumah tangga tidak harus membuat perempuan memikul seluruh pekerjaan domestik sendirian.

Keduanya belajar bahwa menjadi pasangan dan menjadi orang tua berarti berbagi tanggung jawab, bukan sekadar menjalankan peran yang sudah ditentukan sejak lama.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda