Kolom

Fangirling di Usia 20-an: Bolehkah Kita Bahagia Karena Hal Sesederhana Ini?

Fangirling di Usia 20-an: Bolehkah Kita Bahagia Karena Hal Sesederhana Ini?
Ilustrasi Fangirling (Pexels/george charry)

Memasuki usia 20-an, rasanya hidup tiba-tiba menjadi jauh lebih serius.

Ada begitu banyak hal yang mulai dipikirkan mulai dari pekerjaan, masa depan, uang, hubungan, pencapaian, sampai pertanyaan sederhana seperti mau jadi apa kita ke depannya. Rasanya hampir setiap hari ada saja sesuatu yang harus dikejar.

Bahkan ketika sedang beristirahat, terkadang muncul perasaan bersalah karena merasa seharusnya ada sesuatu yang lebih produktif untuk dilakukan. Di tengah semua keseriusan itu, aku justru menemukan salah satu bentuk jedaku dari sesuatu yang mungkin terdengar sederhana, fangirling.

Aku suka K-Pop, dan salah satu grup yang cukup dekat denganku adalah NCT Dream. Mungkin bagi sebagian orang, menjadi penggemar idol di usia 20-an terdengar seperti hobi yang seharusnya sudah ditinggalkan. Apalagi ketika kehidupan mulai dipenuhi tuntutan untuk menjadi lebih dewasa.

Namun, semakin bertambah usia, aku justru semakin memahami bahwa tidak semua hal yang membuat kita bahagia harus memiliki alasan yang besar. Kadang, kebahagiaan memang sesederhana menunggu jadwal comeback, menonton konten terbaru, mendengarkan lagu favorit berulang kali, atau sekadar melihat foto bias muncul di timeline.

Ada sesuatu yang menyenangkan dari memiliki hal yang bisa membuat kita bersemangat di hari yang biasa saja. Ketika rutinitas terasa monoton, sebuah lagu bisa menjadi alasan untuk tersenyum. Ketika hari terasa melelahkan, menonton konten NCT Dream beberapa menit bisa menjadi cara sederhana untuk mengalihkan pikiran.

Bahkan terkadang, hanya dengan mendengarkan lagu tertentu, suasana hati yang tadinya buruk bisa terasa sedikit lebih ringan. Aku sadar bahwa fangirling tidak akan menyelesaikan masalah dalam hidupku. Pekerjaan yang belum didapat tetap harus dicari. Masa depan tetap harus dipikirkan.

Tetapi mungkin memang bukan itu fungsinya. Fangirling bukan tentang melarikan diri selamanya dari kenyataan. Bagiku, fangirling adalah tentang memberikan diri sendiri izin untuk berhenti sebentar dari kenyataan yang terkadang terlalu melelahkan.

Ada kalanya kita terlalu sibuk memikirkan apa yang belum kita punya sampai lupa menikmati sesuatu yang sudah membuat kita bahagia. Kita merasa harus selalu berkembang, belajar, menghasilkan sesuatu, atau mencapai target tertentu. Seolah-olah setiap waktu kosong harus diisi dengan kegiatan yang memiliki manfaat.

Padahal, bukankah manusia juga membutuhkan waktu untuk sekadar merasa senang?

Aku rasa salah satu yang berubah ketika memasuki usia 20-an adalah cara kita memandang kesenangan. Saat kecil, kita bisa begitu mudah merasa bahagia hanya karena hal-hal sederhana. Membeli sesuatu yang disukai, menonton acara favorit, atau mendapatkan sesuatu dari idola cukup membuat hari terasa menyenangkan.

Namun semakin dewasa, kita justru sering mempertanyakan apakah kesenangan tersebut cukup 'berguna.' Aku pun terkadang merasakan hal yang sama. Di tengah proses mencari pekerjaan dan memikirkan masa depan, ada waktu ketika aku merasa seharusnya menggunakan waktu luang untuk belajar atau melakukan sesuatu yang lebih produktif.

Tetapi kemudian aku sadar, hidup tidak mungkin terus berjalan dalam mode serius. Sesekali aku ingin membuka playlist K-Pop, menonton konten NCT Dream, mengikuti kabar mereka, atau sekadar fangirling tanpa memikirkan apakah kegiatan tersebut akan membawaku lebih dekat pada target hidupku.

Karena mungkin, tidak semua hal harus membawa kita ke suatu tempat. Beberapa hal cukup dilakukan karena membuat kita bahagia. Dan menurutku, itulah makna sebuah jeda. Jeda tidak selalu berarti tidur, pergi berlibur, atau melakukan aktivitas yang terlihat produktif.

Jeda juga bisa berupa lima belas menit mendengarkan lagu favorit. Bisa berupa menonton video idol setelah seharian mencari pekerjaan. Bisa juga sesederhana tersenyum ketika melihat bias melakukan sesuatu yang lucu di layar.

Selama tidak membuat kita melupakan tanggung jawab dan kehidupan nyata, menurutku tidak ada yang salah dengan memiliki ruang kecil untuk fangirling. Justru mungkin, kita membutuhkan hal-hal sederhana seperti ini agar perjalanan menuju kehidupan dewasa tidak terasa terlalu berat.

Jadi, kalau suatu hari ada yang bertanya, “Di usia 20-an masih fangirling?”

Jawabanku mungkin sederhana, kenapa tidak?

Aku sedang belajar menjadi dewasa, tetapi bukan berarti aku harus berhenti menjadi seseorang yang bisa merasa bahagia karena hal-hal kecil. Sebab di tengah kehidupan yang bergerak terlalu cepat, terkadang kita hanya membutuhkan satu lagu, satu video, satu bias, dan sedikit waktu untuk mengingat bahwa hidup tidak melulu tentang mengejar sesuatu.

Kadang, kita juga perlu berhenti sejenak dan menikmati apa yang kita sukai. Dan kalau salah satu jeda kecil itu bernama fangirling, mungkin tidak apa-apa. Mungkin justru dari sanalah kita mendapatkan sedikit energi untuk kembali melanjutkan hidup.

Kalau kamu, siapa idolamu?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda