Kolom
Tak Harus Nunggu Teman: Seni Menemukan Ketenangan Lewat Solo Date
Pernahkah kamu ingin pergi ke suatu tempat, tetapi akhirnya mengurungkan niat karena tidak ada teman yang bisa diajak?
Ingin mencoba kedai kopi baru, menonton film di bioskop, mengunjungi toko buku, atau sekadar berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, tetapi merasa kegiatan itu akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama orang lain?
Aku rasa, banyak dari kita pernah berada di posisi tersebut. Tanpa sadar, kita terbiasa menghubungkan kesenangan dengan kebersamaan. Seolah-olah pengalaman baru hanya akan terasa menyenangkan ketika ada seseorang yang bisa diajak berbicara, tertawa, atau berbagi cerita.
Padahal, ada kalanya kita juga membutuhkan waktu untuk menikmati hidup tanpa harus menunggu siapa pun. Belakangan, istilah solo date semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Sederhananya, solo date adalah kegiatan menghabiskan waktu bersama diri sendiri, seperti pergi ke kafe, menonton film, membaca buku di taman, atau menjelajahi tempat baru seorang diri.
Kedengarannya sederhana, tetapi bagi sebagian orang, melakukannya membutuhkan keberanian tersendiri. Ada rasa canggung ketika harus duduk sendirian di tengah keramaian. Ada kekhawatiran akan terlihat kesepian. Bahkan, mungkin muncul pertanyaan kecil dalam kepala, “Memangnya tidak aneh, ya, pergi ke mana-mana sendirian?”
Namun, bagaimana jika kita mencoba melihatnya dari sudut pandang yang berbeda? Bagaimana jika pergi sendirian bukan berarti tidak memiliki siapa-siapa, melainkan sedang memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati waktu tanpa tuntutan apa pun?
Di tengah kehidupan yang selalu terasa terburu-buru, solo date bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengambil jeda. Kita hidup dengan banyak hal yang harus dipikirkan. Pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, tuntutan keluarga, hingga masa depan yang terkadang terasa begitu jauh sekaligus menakutkan.
Belum lagi media sosial yang membuat kita terus melihat kehidupan orang lain, membandingkan pencapaian, dan merasa seolah-olah kita harus selalu melakukan sesuatu agar tidak tertinggal. Dalam keadaan seperti itu, waktu sendirian sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kurang menyenangkan.
Kita terbiasa mencari hiburan melalui percakapan, notifikasi, atau aktivitas bersama orang lain. Padahal, sesekali menjauh dari keramaian dapat memberi ruang untuk menyadari apa yang sebenarnya sedang kita rasakan.
Melalui solo date, kita tidak harus mengikuti keinginan orang lain, menyesuaikan jadwal dengan teman, atau memikirkan apakah kegiatan yang dipilih akan disukai semua orang. Kita bisa menentukan sendiri ke mana ingin pergi, apa yang ingin dilakukan, dan kapan ingin pulang.
Kalau ingin duduk berjam-jam di kedai kopi sambil membaca buku, silakan. Kalau ingin berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu, tidak masalah. Bahkan, kalau akhirnya hanya membeli minuman favorit dan duduk menikmati suasana, itu pun sudah cukup.
Lebih dari itu, solo date juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenali diri sendiri. Ketika tidak terlalu sibuk merespons orang lain, kita memiliki lebih banyak ruang untuk mendengarkan pikiran dan perasaan sendiri. Kita bisa menyadari bahwa ternyata kita sedang lelah atau sekadar membutuhkan ketenangan.
Tentu saja, menikmati waktu sendirian bukan berarti kita harus menjauh dari orang-orang terdekat. Manusia tetap membutuhkan hubungan sosial, percakapan yang hangat, dan kehadiran orang-orang yang membuat kita merasa diterima.
Solo date bukan pengganti hubungan tersebut, melainkan salah satu cara untuk menyeimbangkan kebutuhan akan kebersamaan dengan kebutuhan untuk beristirahat dari keramaian. Kita juga tidak perlu memaksakan diri untuk langsung melakukan sesuatu yang terasa menakutkan.
Jika belum terbiasa, mulailah dari hal kecil. Membeli kopi sendiri, berjalan-jalan sebentar di toko buku, atau menikmati makanan favorit tanpa terburu-buru bisa menjadi langkah awal. Pilih tempat yang nyaman dan aman, lalu biarkan diri sendiri menikmati pengalaman itu tanpa menetapkan ekspektasi yang berlebihan.
Sebab, tujuan solo date bukan untuk membuktikan bahwa kita mampu melakukan semuanya sendirian. Tujuannya adalah memberi diri sendiri kesempatan untuk menikmati hidup, bahkan ketika tidak ada orang lain yang menemani.
Jadi, jika akhir pekan ini kamu ingin mengunjungi kedai kopi yang sudah lama masuk daftar keinginanmu, cobalah pergi. Jika ingin menonton film yang menarik perhatianmu, belilah tiketnya. Tidak perlu menunggu seseorang mengajakmu terlebih dahulu.
Karena terkadang, jeda tidak harus berupa liburan panjang atau perjalanan jauh. Ia bisa sesederhana satu sore yang kita habiskan bersama diri sendiri. Dan mungkin, kita memang tidak selalu membutuhkan teman untuk menikmati dunia. Sesekali, kita hanya perlu belajar menjadi teman yang baik bagi diri sendiri.