alexametrics

4 Alasan Pasanganmu Gampang Emosi dalam Hubungan Asmara

Rizki Putra
4 Alasan Pasanganmu Gampang Emosi dalam Hubungan Asmara
Ilustrasi pasangan kekasih bertengkar. (pexels.com/Mikhail Nilov)

Dalam suatu hubungan, tentu dibutuhkan kontrol emosi supaya tidak terjadi hal-hal buruk bisa terjadi. Selain itu, mendahulukan emosi malah bisa membuat permasalahan semakin rumit dan panjang.

Namun, pasti ada penyebabnya sampai-sampai keluar emosi yang berlebihan. Maka dari itu, simak 4 alasan pasanganmu gampang emosi dalam hubungan.

1. Dia selalu lebih mendominasi dalam hubungan

Orang yang gampang emosi, tentu dia berani melakukannya lantaran memiliki kuasa lebih dibandingkan orang lain. Maka dari itu, tidak heran terlalu mudah marah tanpa pikir panjang.

Mungkin, pasanganmu berpikiran seperti itu, bahwa dia lebih punya hak lebih dalam hubungan dibandingkan kamu. Cenderung bertindak sesuka hati tanpa memikirkan perasaanmu.

2. Sudah tidak memiliki perasaan denganmu

Bagaimanapun juga, meski awalnya kalian sama-sama suka, bukan berarti itu akan kekal selamanya. Meski sudah tidak memiliki perasaan denganmu, tapi hubungan tetap bisa berlanjut.

Maka dari itu, dia sangat mudah mengeluarkan amarah dibanding dulu, karena hal itu disebabkan oleh sudah tidak memiliki perasaan denganmu. Makanya, tidak heran kalau dia suka seenaknya tanpa pikir panjang selalu bersikap emosi terhadapmu.

3. Dia tidak bisa menghargai keberadaanmu seutuhnya

Kalau sedang bertengkar, terkadang dia tidak bisa menghargai keberadaanmu seutuhnya. Sehingga, dia tidak memikirkan bahwa sebenarnya kamu itu adalah pasangannya.

Hasilnya, emosinya tidak terkontrol cenderung akan meremehkan atau merendahkanmu. Maka dari itu, kamu atau pun pasanganmu tidak boleh melakukan hal ini, kesannya jadi, sok berkuasa!

4. Hubungan sedari awal sudah tidak sehat

Kalau memangnya dia mudah emosi denganmu, apalagi tanpa sebab yang jelas, tandanya bahwa hubunganmu sudah tidak sehat sedari awal menjalin asmara. Tentu saja ini akan menyakiti perasaanmu, sebagai pasangan seharusnya menjaga perasaan pasangannya, bukannya terus mencampakkannya.

Hasilnya, dia selalu mudah emosi yang menandakan bahwa ini adalah toxic relationship. Tidak heran bahwa hubunganmu dengan dia luar batas kewajaran.

Berdasarkan ulasan di atas, kita paham bahwa emosi yang mudah keluar bukan karena tanpa sebab. Demi kebaikan dirimu sendiri, harus bisa menyikapinya dengan bijak, semua keputusan ada padamu, apakah tetap ingin melanjutkan hubungan atau sebaiknya berpisah saja?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak