Lifestyle

Huawei Watch D3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Teknologi Tensi Darah dalam Balutan Lebih Elegan

Huawei Watch D3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Teknologi Tensi Darah dalam Balutan Lebih Elegan
Huawei Watch D3 (HUAWEI Global)

Belakangan ini, sebagian besar arloji pintar berlomba menawarkan fitur olahraga, pemantauan tidur, notifikasi, hingga pelacakan detak jantung. Namun, Huawei memilih jalur yang sedikit berbeda. Lewat Huawei Watch D3, perusahaan asal China tersebut kembali menempatkan kesehatan, khususnya tekanan darah, sebagai pusat perhatian.

Huawei resmi memperkenalkan Watch D3 dalam acara Huawei Innovative Product Launch bertajuk “Chase the Wild” di Munich, Jerman, pada 2 September 2026.

Sebelumnya, perangkat ini juga diperkenalkan secara lebih awal di ajang European Society of Cardiology (ESC) Congress 2026 di Munich sebagai bagian dari upaya Huawei menghubungkan teknologi wearable dengan pemantauan kesehatan.

Yang membuat Watch D3 menarik bukan sekadar label generasi terbaru. Huawei membawa sejumlah penyempurnaan pada desain, layar, kenyamanan, serta sistem pemantauan tekanan darah yang menjadi identitas utama keluarga Watch D.

Lebih Tipis, Lebih Ringan

Desain pada Huawei Watch D3 ini menjadi salah satu perubahan yang sangat terasa. Sebagaimana dikutip dari laman Huawei Central, Rabu (2/9/2026), generasi terbaru ini dibuat lebih ramping dengan ketebalan hanya 11,3 mm dan bobot sekitar 40 gram tanpa strap. Huawei juga menggunakan strap airbag yang lebih sempit sehingga perangkat terasa lebih nyaman ketika dikenakan dalam waktu lama.

Perubahan tersebut penting karena Watch D3 memang dirancang untuk digunakan sepanjang hari, bahkan ketika tidur. Pemantauan tekanan darah selama 24 jam tentu membutuhkan perangkat yang tidak terasa seperti alat kesehatan konvensional yang berat dan merepotkan.

Huawei menyebut strap generasi baru ini lebih ringan 7,5 gram dan membantu mengurangi bobot keseluruhan hingga 9 persen serta ketebalan hingga 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Hasilnya adalah smartwatch yang berusaha menggabungkan fungsi kesehatan serius dengan penampilan yang lebih bersahabat untuk penggunaan sehari-hari.

Pilihan warnanya juga dibuat lebih elegan. Watch D3 tersedia dalam Black, White/Gold, dan Mocha Gold, dengan pilihan material strap yang disesuaikan dengan karakter masing-masing varian.

Layar AMOLED 1,92 Inci yang Lebih Lega

Huawei tidak hanya memperbaiki bagian luar. Menurut laporan Notebookcheck, Rabu (2/9/2026), Watch D3 membawa layar AMOLED berukuran 1,92 inci dengan resolusi 408 × 480 piksel dan kerapatan 328 PPI. Layar tersebut juga mempunyai tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits, sehingga informasi di layar tetap lebih mudah dilihat ketika digunakan di lingkungan terang.

Ukuran layar yang lebih besar membuat tampilan berbagai data kesehatan terasa lebih leluasa. Angka tekanan darah, detak jantung, statistik olahraga, maupun notifikasi dapat ditampilkan dengan lebih jelas tanpa membuat pengguna harus terlalu sering menyipitkan mata.

Secara keseluruhan, pendekatan desain Watch D3 cukup menarik. Huawei tampaknya ingin menghilangkan kesan bahwa smartwatch pemantau tekanan darah harus selalu terlihat seperti perangkat medis.

Teknologi Airbag untuk Mengukur Tekanan Darah

Berbeda dari sejumlah smartwatch yang mengandalkan sensor optik untuk memperkirakan kondisi tekanan darah, Huawei Watch D3 menggunakan mechanical airbag yang terintegrasi pada strap. Sistem tersebut bekerja dengan prinsip pengukuran tekanan darah osilometrik, dipadukan dengan sensor tekanan berpresisi tinggi dan sistem TruSense Huawei.

Ketika proses pengukuran dilakukan, airbag pada strap mengembang dan memberikan tekanan pada pergelangan tangan. Pendekatan ini membuat mekanisme Watch D3 lebih menyerupai cara kerja manset tensimeter dibandingkan sekadar membaca sinyal optik.

Huawei juga telah mengantongi sertifikasi CE MDR di Uni Eropa untuk kemampuan pengukuran tekanan darah tunggal, pemantauan tekanan darah ambulatori, serta pengukuran sebelum dan sesudah olahraga.

Namun, penting digarisbawahi bahwa smartwatch tetap bukan pengganti konsultasi dengan dokter. Huawei sendiri menjelaskan bahwa fitur tekanan darah tersebut ditujukan untuk membantu pemantauan keseharian dan bukan untuk menggantikan evaluasi tenaga kesehatan atau menjadi alat diagnosis.

Pantau Tekanan Darah Selama 24 Jam

Fitur yang membuat Watch D3 semakin berbeda adalah 24-hour Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM). Dengan fitur ini, pengguna dapat membuat rencana pemantauan tekanan darah selama 24 jam. Perangkat akan melakukan pengukuran pada interval tertentu, termasuk ketika pengguna tidur.

Huawei juga merancang pengukuran malam agar berlangsung lebih senyap sehingga gangguan terhadap tidur dapat diminimalkan. Data yang terkumpul kemudian dapat dilihat melalui aplikasi Huawei Health.

Bukan hanya angka tekanan darah sesaat yang menjadi perhatian. Sistem tersebut dapat memberikan gambaran rata-rata tekanan sistolik dan diastolik pada siang, malam, serta keseluruhan periode 24 jam.

Pendekatan ini membuat Watch D3 terasa lebih seperti perangkat pemantauan kesehatan personal daripada smartwatch biasa.

Bisa Mengukur Sebelum dan Sesudah Olahraga

Huawei juga memperluas penggunaan fitur tekanan darah ke aktivitas olahraga. Watch D3 mendukung pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah berolahraga.

Fitur tersebut dapat membantu pengguna memahami respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan memberikan peringatan agar pengguna menunda olahraga intens ketika tekanan darah sebelum latihan terlalu tinggi. Pengukuran setelah olahraga juga dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua menit setelah aktivitas selesai. Fitur ini mendukung beberapa aktivitas seperti lari, berjalan kaki, dan bersepeda, baik di dalam maupun luar ruangan.

Dengan demikian, Watch D3 tidak hanya berfungsi ketika pengguna sedang duduk santai di rumah. Huawei mencoba membawa pemantauan tekanan darah ke berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

Fitur Kesehatan Semakin Lengkap

Meski tekanan darah menjadi bintang utamanya, Watch D3 tetap dibekali berbagai sensor kesehatan. Spesifikasi resminya mencantumkan sensor detak jantung optik, ECG, sensor suhu, barometer, sensor cahaya ambient, sensor tekanan diferensial, serta sensor gerak 9-axis yang terdiri dari accelerometer, gyroscope, dan magnetometer.

Huawei juga menawarkan fitur seperti ECG, HRV, pemantauan tidur, Health Glance, dan Physical Readiness Score. Beberapa fitur dapat tersedia melalui pembaruan perangkat lunak OTA.

Untuk pengguna yang gemar berolahraga, smartwatch ini juga membawa GPS, navigasi rute luar ruangan, serta berbagai analisis aktivitas olahraga. Sementara fitur Health Community memungkinkan pengguna mendapatkan informasi kesehatan tertentu dan tetap terhubung dengan anggota komunitas atau keluarga.

Baterai Hingga Enam Hari

Dengan begitu banyak sensor dan fitur kesehatan, daya tahan baterai tentu menjadi pertanyaan penting. Huawei mengklaim Watch D3 mampu bertahan hingga enam hari dalam penggunaan tipikal. Namun, angka tersebut dapat berubah tergantung pola pemakaian. Dalam pengujian Huawei, penggunaan tersebut sudah mencakup beberapa pengukuran tekanan darah dan ECG setiap hari, pemantauan detak jantung, TruSleep, SpO, olahraga, notifikasi, hingga Bluetooth calling.

Yang menarik, ketika fitur ABPM aktif dengan pengukuran otomatis setiap 15 menit, Huawei mencatat daya tahan baterai bisa turun menjadi sekitar satu hari. Ini cukup masuk akal mengingat pemantauan tekanan darah secara berkala membutuhkan kerja sensor dan mekanisme airbag lebih intensif. Pengisian baterai dilakukan secara nirkabel menggunakan Wireless SuperCharger Huawei.

Konektivitas Modern

Huawei Watch D3 juga mengikuti kebutuhan perangkat modern. Arloji pintar ini mendukung Bluetooth 6.0, NFC, serta kompatibilitas dengan perangkat Android 8.0 atau lebih baru dan iOS 13.0 atau lebih baru.

Jadi, perangkat ini tidak secara eksklusif ditujukan kepada pengguna smartphone Huawei. Pengguna Android maupun iPhone tetap dapat memanfaatkannya, meski ketersediaan layanan tertentu seperti NFC dapat berbeda berdasarkan negara atau wilayah.

Harga Resmi Huawei Watch D3

Dalam peluncuran globalnya, Huawei Watch D3 dibanderol mulai £399,99 atau sekitar Rp8,2 juta berdasarkan konversi yang dilaporkan media teknologi. Sumber lain yang mengacu pada harga pasar Eropa mencatat harga €449. Perangkat dijadwalkan mulai tersedia secara global pada 23 September 2026.

Untuk pasar Indonesia, Huawei belum mengumumkan harga resmi dalam rupiah maupun tanggal penjualan lokal pada saat artikel ini ditulis. Oleh karena itu, angka Rp8 jutaan sebaiknya dipahami sebagai perkiraan konversi dari harga global, bukan harga resmi Indonesia.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda