Lifestyle
Huawei Mate XT 2 Ultimate Resmi Meluncur: Tri-Fold Premium dengan Kirin 9050 Pro dan Layar Privasi
Pasar ponsel premium kembali kedatangan perangkat yang tidak sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi juga mencoba mengubah cara kita memandang sebuah ponsel. Huawei Mate XT 2 Ultimate hadir membawa konsep tri-fold atau lipat tiga yang semakin matang. Dalam kondisi terlipat, perangkat ini dapat digunakan layaknya smartphone. Namun ketika kedua sisi layarnya dibuka, ukurannya berubah menjadi sebuah layar besar 10,2 inci yang mendekati pengalaman menggunakan tablet.
Huawei memperkenalkan Mate XT 2 Ultimate di China, pada Senin (7/9/2026), sementara penjualan resminya dijadwalkan dimulai Sabtu (12/9/2026). Perangkat ini menjadi generasi terbaru dari lini smartphone lipat tiga Huawei sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan asal China tersebut masih serius mendorong batas inovasi di segmen foldable premium.
Yang menarik, Mate XT 2 bukan sekadar meneruskan desain generasi sebelumnya. Huawei justru melakukan perubahan besar pada mekanisme lipatnya. Kali ini, layar dilipat ke arah dalam menggunakan rancangan engsel berbentuk G. Perubahan tersebut membuat bagian layar fleksibel lebih terlindungi ketika perangkat sedang berada dalam posisi tertutup.
Desain Tri-Fold yang Semakin Matang
Jika generasi sebelumnya membuat banyak orang terpukau karena mampu menghadirkan tiga bagian layar dalam satu perangkat, Mate XT 2 mencoba menyempurnakan konsep tersebut dari sisi ketahanan dan penggunaan sehari-hari.
Melansir laman Gizmochina, Senin (7/9/2026), saat dilipat, Mate XT 2 memiliki ketebalan sekitar 12,3 mm dengan bobot sekitar 299 gram. Ketika dibuka sepenuhnya, ketebalannya berada di kisaran 3,5-4 mm.
Dimensi tersebut tentu masih membuatnya terasa lebih berbobot dibandingkan smartphone konvensional, tetapi pencapaian tersebut cukup menarik mengingat Huawei harus memasukkan dua engsel, layar fleksibel berukuran besar, serta baterai berkapasitas 5.600 mAh ke dalam bodinya.
Huawei juga memberikan perlindungan IP58 dan IP59 untuk debu serta air. Layar luarnya menggunakan kaca Kunlun basalt yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap goresan dan benturan. Sementara itu, layar fleksibel bagian dalam menggunakan konstruksi berlapis dengan UTG dan material penguat untuk meningkatkan daya tahannya.
Dengan demikian, tri-fold pada Mate XT 2 bukan lagi sekadar teknologi yang menarik untuk dipamerkan. Huawei mencoba menjadikannya perangkat yang lebih masuk akal untuk digunakan sehari-hari.
Layar 10,2 Inci yang Berubah dari Ponsel Menjadi Tablet

Inilah bagian yang paling mencuri perhatian. Mate XT 2 mempunyai layar luar berukuran 6,5 inci dengan panel OLED LTPO dan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Jika seluruh perangkat dibuka, pengguna mendapatkan layar fleksibel berukuran 10,2 inci dengan resolusi 3K atau 2.232 × 3.184 piksel dan refresh rate hingga 90Hz.
Layar besar tersebut membuat Mate XT 2 terasa seperti membawa tablet tipis di dalam saku. Membaca dokumen, membuka beberapa aplikasi, melihat video, mengedit konten, hingga melakukan pekerjaan multitasking menjadi lebih leluasa dibandingkan ponsel biasa.
Huawei bahkan menghadirkan beberapa mode penggunaan layar. Pengguna dapat memanfaatkannya sebagai satu layar, dua layar, atau membuka seluruh bagian menjadi tiga bidang tampilan. Konsep ini membuat satu perangkat dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang berbeda.
Lebih menarik lagi, varian tertinggi menghadirkan teknologi layar privasi berbasis perangkat keras. Ketika fitur tersebut diaktifkan, sudut pandang layar menjadi lebih terbatas sehingga orang yang berada di samping pengguna akan lebih sulit melihat isi layar.
Fitur seperti ini terasa relevan untuk perangkat dengan layar 10,2 inci yang kemungkinan digunakan di ruang publik, pesawat, kereta, kafe, maupun tempat kerja.
Ditopang Kirin 9050 Pro
Mengutip laman Notebookcheck, Senin (7/9/2026), di balik tubuh tipisnya, Huawei Mate XT 2 Ultimate mengandalkan chipset terbaru Kirin 9050 Pro. Chip ini menjadi salah satu komponen penting dalam strategi Huawei untuk mengembangkan performa perangkat secara mandiri di tengah keterbatasan akses terhadap teknologi semikonduktor tertentu.
Huawei menyebut rancangan chipset baru tersebut membawa peningkatan performa sekaligus efisiensi energi dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu laporan menyebut peningkatan performanya mencapai lebih dari 42 persen dibandingkan Kirin 9010 pada Mate XT generasi sebelumnya.
Perangkat ini menjalankan HarmonyOS 7.0 dan tersedia dengan RAM hingga 16 GB. Kapasitas penyimpanannya juga sangat besar, mencapai 2 TB pada edisi tertinggi. Kombinasi tersebut membuat Mate XT 2 tidak hanya ditujukan sebagai ponsel mewah, tetapi juga perangkat produktivitas dengan kemampuan multitasking yang serius.
Kamera 50 MP dengan Aperture Variabel
Huawei juga tidak melupakan kemampuan fotografi. Mate XT 2 membawa sistem tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 40 MP, dan kamera telefoto periskop 50 MP, seperti dikutip dari laporan Huawei Central, Selasa (8/9/2026).
Kamera utamanya menggunakan sensor RYYB berukuran 1/1,28 inci, dilengkapi OIS serta aperture variabel f/1.49 hingga f/4.0. Teknologi tersebut memungkinkan kamera menyesuaikan bukaan lensa berdasarkan kondisi pencahayaan dan karakter foto yang ingin dihasilkan.
Kamera telefoto periskop 50 MP mendukung 3,5x optical zoom, 7x optical-quality hybrid zoom, serta digital zoom hingga 100x. Huawei juga membenamkan kamera warna generasi ketiga Red Maple untuk membantu menghasilkan reproduksi warna yang lebih baik.
Untuk kebutuhan selfie dan video call, terdapat kamera ultrawide 8 MP pada layar utama maupun layar luar. Konfigurasi ini menarik karena pengguna tetap dapat melakukan panggilan video dari berbagai posisi perangkat tanpa harus bergantung pada satu layar saja.
Baterai 5.600 mAh dalam Bodinya yang Tipis
Menjaga perangkat sebesar ini tetap menyala tentu bukan perkara mudah. Huawei membekali Mate XT 2 dengan baterai silikon berkapasitas 5.600 mAh.
Untuk pengisian daya, perangkat mendukung Huawei SuperCharge hingga 66W melalui kabel dan pengisian nirkabel hingga 50W. Kapasitas tersebut menjadi cukup penting karena layar 10,2 inci dan chipset berperforma tinggi tentu membutuhkan pasokan energi yang besar.
Huawei tetap berusaha mempertahankan profil perangkat yang sangat tipis. Di sinilah Mate XT 2 memperlihatkan kompromi teknologi yang cukup menarik, yaitu membawa baterai besar, tiga bagian layar, dua engsel, kamera flagship, sekaligus tetap mengejar desain yang ramping.
Harga Resmi Huawei Mate XT 2 Ultimate
Huawei Mate XT 2 Ultimate memang bukan smartphone yang ditujukan untuk semua orang. Harganya menempatkannya langsung di kelas ultra-premium.
Saat diperkenalkan di China, harga resminya dimulai dari 19.999 yuan untuk varian 16 GB RAM + 256 GB, kemudian 21.999 yuan untuk 16 GB + 512 GB, dan 23.999 yuan untuk 16 GB + 1 TB.
Sementara itu, varian 16 GB + 1 TB dengan layar privasi dibanderol 24.999 yuan. Huawei juga menghadirkan edisi tertinggi 16 GB + 2 TB yang mencapai 29.999 yuan, termasuk paket stylus dan aksesori tertentu.
Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, harga tersebut berada pada kisaran Rp47 jutaan hingga Rp70 jutaan, tergantung varian dan nilai tukar. Angka tersebut merupakan konversi dari harga resmi China, bukan harga resmi Indonesia. Sampai saat ini, Huawei belum mengumumkan harga maupun jadwal peluncuran global Mate XT 2 Ultimate secara resmi.