Lifestyle

5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP

5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP
Ilustrasi Kita Sering Buka HP Tanpa Tujuan (Magnific.com)

Pernah membuka HP untuk melihat jam, tetapi beberapa menit kemudian malah sibuk menggulir media sosial? Atau baru saja meletakkan ponsel di meja, lalu tanpa sadar mengambilnya kembali padahal tidak ada pesan masuk? Kebiasaan sederhana ini mungkin terasa familier bagi banyak orang. Bahkan, terkadang kita membuka layar HP tanpa mengetahui apa yang sebenarnya ingin dicari.

Awalnya hanya ingin mengecek satu hal, tetapi kemudian berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Setelah menyadari sudah terlalu lama menatap layar, kita menutup ponsel. Anehnya, tidak berselang lama, tangan kembali bergerak mengambilnya. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi?

Ternyata, kebiasaan mengecek ponsel berulang kali tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan untuk berkomunikasi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perilaku tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan yang terbentuk, rasa bosan, hingga keinginan untuk mengetahui informasi terbaru.

Berikut lima alasan yang mungkin menjelaskan mengapa kita sering membuka HP meskipun tidak memiliki tujuan tertentu.

1. Mengecek HP Sudah Menjadi Kebiasaan Otomatis

Tanpa disadari, beberapa aktivitas yang dilakukan berulang kali bisa berubah menjadi kebiasaan. Contohnya, membuka HP ketika bangun tidur, menunggu antrean, atau sedang tidak melakukan apa-apa.

Penelitian Antti Oulasvirta dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam jurnal Personal and Ubiquitous Computing pada 2012 menjelaskan adanya perilaku yang disebut checking habit. Istilah tersebut menggambarkan kebiasaan memeriksa informasi digital secara singkat dan berulang melalui smartphone.

Menariknya, kebiasaan ini dapat membuat seseorang menggunakan ponsel lebih sering, bahkan ketika awalnya hanya ingin memeriksa satu informasi sederhana. Misalnya, kita membuka aplikasi pesan untuk memastikan tidak ada chat penting. Namun, setelah itu, kita justru beralih ke Instagram atau TikTok tanpa alasan yang jelas.

Hal ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami kecanduan. Bisa saja perilaku tersebut hanya menjadi rutinitas yang dilakukan hampir tanpa berpikir. Untuk mulai menguranginya, cobalah memperhatikan kapan tangan paling sering mengambil HP. Dengan mengenali polanya, kita bisa lebih mudah membedakan kebutuhan yang sebenarnya dengan kebiasaan semata.

2. Ada Rasa Penasaran terhadap Informasi Baru

Pernah merasa ingin mengecek media sosial meskipun baru saja membukanya beberapa menit lalu? Mungkin kita berharap ada pesan masuk, unggahan menarik, atau kabar terbaru yang belum terlihat sebelumnya. Keinginan tersebut dapat berkaitan dengan kemudahan smartphone dalam menyediakan informasi secara cepat.

Masih merujuk pada penelitian Oulasvirta dan rekan-rekannya, kebiasaan mengecek ponsel dapat diperkuat oleh informasi menarik yang mudah diperoleh ketika seseorang membuka perangkatnya. Bayangkan ketika kita membuka media sosial dan menemukan video lucu. Pada kesempatan berikutnya, kita mungkin terdorong membuka aplikasi yang sama karena berharap mendapatkan sesuatu yang menarik lagi.

Padahal, tidak selalu ada informasi penting yang harus diketahui saat itu juga. Salah satu cara sederhana untuk mengendalikan kebiasaan ini adalah menentukan tujuan sebelum membuka aplikasi. Misalnya, hanya memeriksa pesan dari teman atau mencari informasi yang benar-benar diperlukan.

3. HP Menjadi Pelarian Ketika Sedang Bosan

Saat menunggu makanan datang, duduk di kendaraan umum, atau memiliki waktu kosong beberapa menit, apa yang biasanya dilakukan? Bagi sebagian orang, mengambil HP menjadi pilihan yang paling mudah. Penelitian Jonas Dora dan rekan-rekannya dalam jurnal Royal Society Open Science pada 2021 menemukan bahwa peserta penelitian lebih mungkin menggunakan smartphone ketika merasa bosan atau lelah. Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa penggunaan smartphone yang lebih banyak diikuti oleh peningkatan rasa bosan dan lelah yang dilaporkan peserta.

Temuan ini menunjukkan bahwa membuka HP belum tentu selalu menjadi cara yang efektif untuk mengatasi kebosanan. Kadang, kita hanya membutuhkan kegiatan lain yang memberikan suasana berbeda, seperti berjalan sebentar, mendengarkan musik, atau mengobrol dengan orang di sekitar. Tidak ada salahnya menikmati hiburan melalui ponsel. Namun, sesekali membiarkan diri menikmati waktu tanpa layar juga bisa menjadi alternatif yang patut dicoba.

4. Takut Ketinggalan Sesuatu yang Sedang Terjadi

Alasan lain yang membuat seseorang sering mengecek HP adalah kekhawatiran akan melewatkan informasi atau aktivitas yang sedang ramai dibicarakan. Perasaan tersebut dikenal dengan istilah fear of missing out atau FOMO.

Mengutip penelitian Andrew K. Przybylski dan rekan-rekannya dalam jurnal Computers in Human Behavior pada 2013, FoMO memiliki hubungan dengan keterlibatan seseorang dalam penggunaan media sosial. Seseorang yang mengalami FoMO mungkin lebih terdorong untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain atau perkembangan terbaru di lingkungan sosialnya.

Contohnya, ketika teman-teman sedang membicarakan tren tertentu, kita mungkin ingin segera membuka media sosial agar tidak tertinggal pembicaraan. Meski begitu, tidak setiap kebiasaan mengecek HP berarti seseorang sedang mengalami FOMO. Agar lebih nyaman, cobalah mengingat bahwa tidak semua informasi harus diketahui saat itu juga. Kita tetap bisa mengikuti perkembangan tanpa harus terus-menerus memeriksa layar.

5. Notifikasi Membuat Perhatian Mudah Terpancing

Bunyi notifikasi menjadi salah satu hal yang paling mudah menarik perhatian ketika seseorang sedang melakukan aktivitas lain. Bahkan, getaran singkat dari ponsel terkadang cukup untuk membuat kita menghentikan pekerjaan dan memeriksa layar.

Penelitian Cary Stothart dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance pada 2015 menunjukkan bahwa notifikasi ponsel dapat mengganggu kinerja pada tugas yang membutuhkan perhatian, meskipun seseorang tidak langsung menggunakan perangkatnya.

Temuan ini membantu menjelaskan mengapa pemberitahuan sederhana bisa membuat seseorang kehilangan fokus. Misalnya, saat sedang membaca buku, sebuah notifikasi muncul. Kita mungkin tidak langsung membukanya, tetapi mulai memikirkan siapa yang mengirim pesan tersebut. Karena itu, mengatur notifikasi menjadi salah satu langkah yang bisa dicoba.

Tidak semua aplikasi perlu diizinkan mengirimkan pemberitahuan setiap saat. Notifikasi yang kurang penting dapat dinonaktifkan, sedangkan pesan mendesak tetap dibiarkan aktif sesuai kebutuhan. Dengan begitu, penggunaan HP bisa menjadi lebih terarah tanpa harus sepenuhnya menjauh dari teknologi.

Pada akhirnya, sering membuka HP bukan selalu tanda bahwa seseorang tidak memiliki pengendalian diri. Kebiasaan tersebut dapat terbentuk dari berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari rutinitas sehari-hari hingga kebutuhan memperoleh informasi. Smartphone sendiri tetap memiliki banyak manfaat untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, dan mencari hiburan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita menggunakannya agar tidak terus-menerus mengalihkan perhatian dari kegiatan yang sedang dilakukan. Jadi, ketika tangan kembali mengambil HP padahal baru saja meletakkannya, coba tanyakan satu hal sederhana kepada diri sendiri, "Sebenarnya, aku mau membuka apa?" Pertanyaan kecil tersebut mungkin bisa menjadi langkah awal untuk menggunakan teknologi dengan lebih sadar.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda