Mengenal Sejarah, Budaya, dan Wisata Pedukuhan Sendang Kulon Progo

endah hani
Mengenal Sejarah, Budaya, dan Wisata Pedukuhan Sendang Kulon Progo
Pedukuhan Sendang Kulon Progo (dok istimewa)

Berdasarkan sejarah, pedukuhan ini dinamakan sendhang karena sekitar 50 tahun yang lalu, di Pedukuhan Sendang mempunyai banyak sumber mata air.

  • Pembahasan mengenai Sejarah Kelurahan Karangsari

Suara.com - Ketika otonomi daerah diberlakukan, terdapat tiga kelurahan yang dijadikan satu. Ketiga kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Josutan, Kelurahan Kopat, dan Kelurahan Kedungtangkil. Oleh karena penggabungan ketiga kelurahan inilah terbentuk Kelurahan Karangsari pada tanggal 31 Januari 1947.

  • Pembahasan mengenai Sejarah Pedukuhan Sendang

Berdasarkan sejarah, pedukuhan ini dinamakan sendhang karena sekitar 50 tahun yang lalu, di Pedukuhan Sendang mempunyai banyak sumber mata air. Sumber mata air ini terus mengalir sepanjang tahun. Sehingga ada banyak selokan-selokan yang dipenuhi dengan air dan hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Hewan-hewan tersebut contohnya seperti ikan, belut, lele, dan sebagainya. Hewan-hewan tersebut jumlahnya pun sangat banyak. Kata sendhang itu sendiri dalam bahasa Jawa berarti sumber mata air besar yang letaknya di wilayah pegunungan (Poerwadarminta, 1939). Oleh karena itu, pedukuhan ini dinamakan Pedukuhan Sendang.

Seiring berjalannya waktu, penyebutan istilah kepala dusun sempat mengalami beberapa kali perubahan. Sebelum tahun 1942, istilah yang digunakan yaitu prabot. Pada saat itu yang menjabat sebagai prabot adalah Kasan Pawiro. Kemudian istilah prabot berubah menjadi dhukuh. Kala itu dipimpin oleh Josutama. Setelah itu berganti lagi penyebutannya menjadi kepala dusun.

Pada saat itu yang menjadi kepala dusun yaitu Arja Senadi. Namun saat itu terjadi masa transisi sehingga untuk sementara waktu, Arja Senadi digantikan oleh Kasidal Hadiwinarta. Beliau menjabat sebagai Penanggung Jawab Pejabat Pedukuhan Sendang. Lalu selang beberapa tahun, diadakan pemilihan umum yang diadakan di sebelah utara Masjid Baitul Karim, tepatnya di kediaman Bapak Kasmidi. Rumah beliau dianggap menjadi tempat yang strategis karena berada di tengah Pedukuhan Sendang. Setelah pemilihan umum tersebut, yang diangkat sebagai kepala dusun hingga saat ini adalah Amroni.

  • Kondisi Geografis Pedukuhan Sendang

Seperti yang dikemukakan di atas bahwa dahulu Pedukuhan Sendang dipenuhi dengan sumber mata air. Namun karena banyak tanaman keras yang tumbuh di wilayah Pedukuhan Sendang. Sumber mata air yang dulu pernah ada, kini airnya sudah terserap oleh tanaman-tanaman tersebut.

Dahulu sekitar 70 tahun yang lalu, di sebelah barat Masjid Baitul Karim, terdapat rawa yang dalam. Rawa tersebut apabila diinjak, maka tanahnya akan amblas. Sumber mata air rawa tersebut bermula dari arah utara yaitu berasal dari Tuk Gandri. Sumber mata air tersebut mengalir melalui sungai. Sungai tersebut kemudian diberi nama Sungai Waluh. Karena banyak mata air, sehingga banyak buah waluh yang hanyut di sungai itu. Ketika itu aliran airnya cukup deras.

Lalu di sungai yang berbeda, karena aliran airnya yang sangat deras. Sepanjang tahun dulu banyak orang yang meninggal karena hanyut dan tersangkut di Kedhung Sewu. Adapun saat ini sungai tersebut airnya sudah tidak ada. Begitupun juga dengan Sungai Waluh. Hal tersebut terjadi karena perubahan kondisi alam.

  • Kondisi Demografi Penduduk

Warga Pedukuhan Sendang rata-rata berprofesi sebagai petani. Selain itu ada juga yang bermata pencaharian sebagai buruh tani, pekerja bangunan. Dahulu ketika Pedukuhan Sendang masih mempunyai banyak sumber mata air, sehingga ada pula warga yang bekerja sebagai penambak.

Mayoritas para warga Pedukuhan Sendang beragama Islam. Namun ada beberapa warga yang beragama Kristen Katolik. Kurang lebih sekitar dua atau tiga KK (Kartu Keluarga). Disisi lain, warga Pedukuhan Sendang seluruhnya sudah bisa membaca dan menulis.

Dahulu budaya gotong royong masih sangat kental. Namun seiring berjalannya waktu, budaya gotong royong tersebut sudah semakin berkurang. Seluruh kepentingan dan kebutuhan yang berkaitan dengan Pedukuhan Sendang, dulu dipenuhi oleh warga yang diwujudkan dengan bergotong royong. Tetapi sekarang apabila membutuhkan sesuatu, maka warga hanya tinggal membayar. Lalu kebutuhan tersebut diselesaikan oleh orang lain.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS