News
5 Sinyal yang Menandakan kalau Kamu Sebenarnya Pribadi yang Toksik!
Dalam hubungan antar sesama manusia, pastinya kita akan sering menemui orang dengan berbagai karakter. Ada tipe orang yang bisa membuat kita nyaman dan senang saat bergaul dengannya. Ada pula, tipe teman yang ingin sekali kita jauhi karena membuat energi kita habis dengan berbagai perilaku negatif yang dimiliki. Tipe yang terakhir inilah yang termasuk orang toksik.
Tapi hati-hati nih. Kita bisa dengan mudah melabeli seseorang toksik, tapi jangan-jangan yang toksik itu kita sendiri? Biar gak salah, yuk kenali tanda-tanda pribadi toksik!
1. Meremehkan penderitaan orang lain
“Ih, lo masih mending cuma dirumahkan. Gw dipecat dari perusahaan, gak dapat pesangon pula”.
“Lo tuh harusnya bersyukur, masih punya kerjaan meski bos lo kayak tarzan, senang banget teriak-teriak. Lha gw nih, udah melamar ke mana-mana, tapi belum ada panggilan juga”.
Merasa familiar dengan kalimat seperti di atas? Seolah-olah baik, mendorong seseorang yang sedang ditimpa kesulitan untuk selalu melihat hal positif. Karena ada orang lain yang lebih apes lagi dibanding dirinya.
Tapi kalimat seperti itu, kalau kamu sering lontarkan saat teman atau keluargamu mengalami kesulitan, maka sebenarnya kamu terjebak dalam perilaku toksik. Merasa kalau deritamu itu jauh lebih berat dibanding orang lain, sehingga harusnya mereka tak berhak untuk mengeluh.
Padahal, tiap orang memiliki kadar dan jenis ujian yang berbeda-beda. Kamu pun tentunya merasa sebal bukan, ketika berharap mendapat dukungan dari orang yang bisa kamu jadikan sandaran, justru malah diceramahi atau dicap sebagai pribadi yang kurang bersyukur?
2. Sering mengkritik
Perilaku toksik ini banyak ditemukan pada orang tua terhadap anaknya, maupun antar pasangan dalam hubungan pernikahan.
Merasa ingin melihat anaknya maju, anak terus-menerus dikritik. Mendapat peringkat ketiga, dikritik kenapa gak dapat peringkat pertama. Nilai mata kuliah hampir semua A, cuma statistik saja yang dapat C, dikritik seolah-olah ia anak paling bodoh sedunia.
Begitu juga yang terjadi pada pasangan. Masakan istri kurang garam, dikritik, padahal itu cuma terjadi sekali. Biasanya juga enak.
Suami bergaji 5 juta, dikritik, dibilang kurang usaha. Buktinya, tetangga bisa tuh suaminya bergaji sampai puluhan juta. Duh!
Kamu begitu? Mudah-mudahan nggak ya.
3. Mementingkan diri sendiri
Sifat mementingkan diri sendiri sangat kentara terlihat ketika ia sedang berbicara dengan orang lain. Topik yang dibahas akan selalu berpusat pada dirinya.
Bisa pula tampak ketika seseorang membutuhkan bantuannya. Giliran dia, tanpa malu-malu selalu minta tolong sana-sini. Tapi giliran menolong orang lain, mendadak jadi orang paling sibuk atau paling kere sejagat.
4. Selalu mengeluh
Ciri lain pribadi toksik adalah sering kali mengeluh. Memang sangat bisa dimaklumi, namanya manusia pasti pernah ditimpa masalah. Dan mengeluh bisa jadi cara untuk mengeluarkan beban hati dan pikiran sehingga bisa sedikit lebih lega.
Tapi kalau mengeluh ini sudah jadi kebiasaan, sebentar-sebentar mengeluh. Panas ngeluh, hujan ngeluh, nganggur ngeluh, setelah dapat kerja juga ngeluh. Lama-lama, orang lain pun bisa mengeluh jenuh dengan keluhanmu.
5. Selalu menyalahkan orang lain
Tanda perilaku toksik lainnya adalah selalu menyalahkan orang lain atau keadaan. Ikut seleksi CPNS gagal, yang disalahkan pemerintahnya kenapa bikin soal susah. Belum juga mendapat kerja, yang disalahkan orang tuanya kenapa miskin, akhirnya ia tak bisa kuliah, membuatnya susah dapat kerja karena ‘hanya’ lulusan SMA.
Kalau ada tanda-tanda di atas pada dirimu, suka tidak suka, mau tidak mau, kamu harus terima dengan lapang dada bahwa ternyata kamu memiliki kepribadian yang toksik. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah. Toh, tak ada manusia yang sempurna dan terbebas dari khilaf dan alfa. Sepakat?