Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan

M. Reza Sulaiman | FIKA Izza
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
Diskusi bersama untuk menyusun aksinyata merespon perubahan iklim bersama dengan Kophi Jateng di lingkungan Kwarran Gunungpati. (dok. Pribadi)

Perubahan iklim yang semakin ekstrem di Indonesia menuntut respons cepat dan nyata dari berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Menyadari urgensi tersebut, Kwartir Ranting Pramuka Gunungpati mengambil langkah proaktif dengan menggelar kegiatan pembekalan lingkungan hidup yang intensif. Kegiatan yang bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Gunungpati ini dihadiri oleh puluhan anggota Pramuka Penggalang dari seluruh wilayah kecamatan. Acara ini menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap kondisi bumi yang kian memanas dan cuaca yang tak menentu. Semangat kebersamaan sangat terasa memenuhi ruangan sanggar saat para peserta berkumpul untuk satu tujuan mulia: menyelamatkan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Pramuka Gunungpati menggandeng mitra strategis, yaitu Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Jawa Tengah, untuk memperkuat bobot materi. Fika Rofiuddin Izza, selaku Ketua Kophi Jateng, hadir langsung sebagai narasumber utama untuk memberikan wawasan mendalam kepada para peserta.

Pemilihan Kophi Jateng sebagai mitra dinilai sangat tepat karena pengalaman panjang mereka dalam advokasi isu-isu lingkungan di tingkat daerah. Fika memaparkan materi dengan gaya yang interaktif dan lugas, sehingga mudah dipahami oleh para peserta usia Penggalang. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka mata para anggota Pramuka tentang peran vital mereka dalam menjaga kelestarian alam.

Materi yang disampaikan berfokus pada dampak nyata perubahan iklim yang kini mulai dirasakan secara langsung di lingkungan sekitar kita. Fika menjelaskan bagaimana kenaikan suhu bumi dan anomali cuaca dapat mengancam kehidupan sehari-hari jika tidak segera ditangani dengan serius. Peserta diajak untuk merenungkan kebiasaan sehari-hari yang mungkin berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan tanpa mereka sadari sebelumnya. Penjelasan yang komprehensif membuat para Penggalang mengangguk setuju dan menyadari bahaya kerusakan alam yang mengintai di depan mata. Sesi ini berhasil membangun kesadaran kolektif bahwa bumi sedang membutuhkan pertolongan segera dari generasi penerusnya.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sekadar mendengarkan ceramah pasif, melainkan juga menuntut partisipasi aktif dan kritis dari setiap peserta. Setelah mendapatkan pembekalan materi yang cukup, para anggota Pramuka Penggalang langsung dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi kecil. Mereka ditantang untuk menyusun sebuah perencanaan aksi konkret sebagai respons taktis terhadap isu iklim yang telah dipaparkan sebelumnya. Suasana diskusi berjalan sangat hidup dengan pertukaran ide-ide segar khas anak muda yang kreatif dan solutif. Setiap kelompok berlomba-lomba merumuskan langkah paling efektif yang bisa segera mereka terapkan di pangkalan atau gugus depan masing-masing.

Beragam ide menarik muncul dari hasil diskusi, mulai dari manajemen pengelolaan sampah plastik hingga gerakan masif penanaman pohon di sekolah. Rencana aksi ini disesuaikan dengan kapasitas mereka sebagai pelajar, namun tetap memiliki dampak lingkungan yang signifikan dan berkelanjutan.

Para peserta berkomitmen untuk menjalankan program tersebut secara konsisten, bukan hanya sebagai formalitas sesaat setelah acara usai. Semangat "Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia" yang tertuang dalam Dasa Darma Pramuka benar-benar diwujudkan dalam perencanaan teknis ini. Mereka ingin membuktikan bahwa Pramuka adalah agen perubahan yang siap menjaga kelestarian ekosistem dari kerusakan lebih lanjut.

Kolaborasi solid antara Pramuka Gunungpati dan Kophi Jateng ini menjadi langkah awal yang sangat positif bagi pergerakan lingkungan di tingkat kecamatan. Diharapkan, inisiatif baik ini tidak berhenti di dalam ruangan Sanggar Bakti saja, tetapi menyebar luas ke masyarakat umum. Para Penggalang yang telah mendapat pembekalan kini memikul tanggung jawab baru sebagai duta lingkungan di sekolah dan rumah masing-masing.

Dengan aksi nyata yang terencana dan terukur, Pramuka Gunungpati siap menjadi garda terdepan dalam melawan dampak buruk perubahan iklim. Masa depan bumi ada di tangan mereka, dan mereka telah memilih untuk bertindak sekarang demi kebaikan bersama.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak