News
Lebih Dari Sekadar Rasa, CommuniTaste 2026 Buktikan Makanan Adalah Media Komunikasi Budaya
Bagi sebagian besar orang, makanan mungkin hanya sekadar pemuas rasa lapar. Namun, di tangan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2023, makanan diubah menjadi sebuah medium komunikasi yang kaya akan cerita, identitas, dan nilai sosial.
Konsep kreatif inilah yang diusung dalam acara CommuniTaste 2026: The Art of Communication and Gastronomy. Berlangsung selama tiga hari, mulai dari 7 hingga 9 Juni 2026 di Hetero Space Banyumas, Purwokerto, acara ini sukses menghadirkan ruang kolaborasi interaktif antara ilmu komunikasi, seni visual, budaya, dan gastronomi.
Dari Praktikum Kampus Menjadi Pesta Budaya Lokal
Pada dasarnya, CommuniTaste 2026 merupakan wujud implementasi dari Mata Kuliah Praktikum Pengelolaan Kegiatan Kehumasan yang diampu oleh Resya Nur Intan Putri, M.I.Kom. dan Itsna Hidayatul Khusna, M.A. Namun, kegiatan ini dieksekusi melampaui batas ruang kelas.
Para mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori kehumasan, tetapi juga menciptakan wadah apresiasi bagi budaya lokal Banyumas, mendukung pergerakan UMKM, dan membuka ruang kreativitas bagi generasi muda. Acara ini mendapat dukungan penuh dari pihak fakultas, termasuk Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed, Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si., serta Koordinator Program Studi, Agus Ganjar Runtiko, S.Sos., M.Si.
Ketua Pelaksana CommuniTaste 2026, Ila Barlina Sari, menegaskan bahwa acara ini membawa pesan mendalam tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya.
"CommuniTaste 2026 kami rancang bukan hanya sekadar kegiatan praktikum dari mata kuliah Ilmu Komunikasi Unsoed, tetapi lebih dari itu kami merepresentasikan komunikasi melalui visual, seni, dan gastronomi dalam satu ruang pengalaman yang interaktif. Kami ingin menunjukkan bahwa komunikasi tidak hanya hadir dalam bentuk lisan atau tulisan, tetapi juga dapat direpresentasikan melalui makanan, visual, dan budaya di sekitar kita," ungkap Ila.
Rangkaian Acara yang Interaktif dan Menggugah Selera
Selama tiga hari penyelenggaraannya, pengunjung disuguhi berbagai program yang menggabungkan edukasi dan hiburan.
Pada hari pertama, pengunjung diajak menyelami sejarah kuliner lokal melalui Gastro Trail berkolaborasi dengan Banjoemas History & Heritage Community (BHHC). Keseruan berlanjut dengan Mendoan Race bersama Sawangan 01, pembukaan pameran fotografi karya mahasiswa, hingga penayangan film.
Hari kedua tidak kalah menarik. Ratusan pengunjung memadati Hetero Space untuk menikmati pameran fotografi dan mengikuti sesi Plate to Text bersama Sahoun Pak Kartim, sebuah agenda yang membedah narasi di balik kuliner legendaris Banyumas.
Sebagai puncak acara pada hari ketiga, CommuniTaste 2026 menggelar sesi Artist Talk, penayangan film, serta Awarding Session. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si. bersama Ila Barlina Sari sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan kolaborator.
Antusiasme Publik yang Terus Meningkat
Keberhasilan CommuniTaste 2026 meramu komunikasi dan gastronomi terbukti dari antusiasme masyarakat yang hadir. Berdasarkan data penyelenggara, jumlah pengunjung pameran mengalami lonjakan signifikan. Pada hari pertama, tercatat ada 126 pengunjung yang hadir. Angka ini melesat tajam pada hari kedua menjadi 324 pengunjung. Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat menyambut baik pendekatan edukasi budaya yang dikemas secara modern dan interaktif.
Melalui CommuniTaste 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsoed berharap dapat memberikan perspektif baru bagi masyarakat bahwa setiap hidangan yang tersaji di atas meja memiliki narasi dan sejarahnya sendiri. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan terus menjadi ruang inspirasi yang mampu meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus mendongkrak potensi UMKM Banyumas di kancah yang lebih luas.