News

AIESEC in UNJ Berdayakan Mahasiswa Melalui Program Global Classroom untuk Anak Usia Dini di Bahrain

AIESEC in UNJ Berdayakan Mahasiswa Melalui Program Global Classroom untuk Anak Usia Dini di Bahrain
AIESEC in UNJ Berdayakan Mahasiswa Melalui Program Global Classroom untuk Anak Usia Dini di Bahrain (Istimewa)

Manama, 12 Juli 2026 - AIESEC in UNJ kembali mengirimkan salah satu anggotanya, Faiza Amira Hanifa, untuk mengikuti program pertukaran internasional yaitu Global Volunteer di Bahrain. Program yang berfokus pada proyek Global Classroom ini menyasar isu SDG 4: Quality Education, dengan kegiatan utama berupa pengajaran bahasa Inggris kepada anak-anak setempat melalui pendekatan yang interaktif dan sesuai dengan usia peserta didik.

Dalam program ini, Faiza berperan aktif menyiapkan dan menyampaikan materi bahasa Inggris kepada anak-anak sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan durasi sekitar dua jam untuk setiap sesi kelas. Selain mengajar, ia juga menjalani working hours bersama anggota AIESEC in Bahrain selama kurang lebih dua jam pada hari-hari tanpa jadwal mengajar, yang digunakan untuk melakukan class preparation. Dalam sesi tersebut, Faiza bersama tim mendiskusikan materi ajar, learning objectives, metode penyampaian, hingga aktivitas yang dapat membuat kelas lebih engaging bagi anak-anak.

Ketertarikan Faiza pada Bahrain dan kawasan Timur Tengah bukan tanpa alasan. Sebagian masa kecilnya pernah dihabiskan di kawasan tersebut, sehingga kesempatan mengikuti Global Volunteer ini menjadi jalan baginya untuk kembali terhubung dengan tempat yang pernah menjadi bagian penting dari hidupnya. Pemilihan proyek Global Classroom juga selaras dengan latar belakang akademiknya sebagai mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) di UNJ

“Bahrain and the Middle East have always been a personal dream of mine. Saya sempat menghabiskan sebagian masa kecil saya di sana, jadi ketika ada kesempatan lewat Global Volunteer ini, saya merasa ingin relive that experience and reconnect with a place that was once part of my childhood,” ujar Faiza.

Selama menjalani program, Faiza turut menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam aspek bahasa. Sebagai pengajar yang belum sepenuhnya fasih berbahasa Arab, ia harus menyesuaikan cara berkomunikasi dengan anak-anak yang tidak selalu memahami instruksi berbahasa Inggris. Untuk mengatasi kendala tersebut, Faiza banyak mengandalkan hand gestures, body language, ekspresi wajah, serta contoh langsung dalam menyampaikan materi. Ia juga mempelajari sejumlah kosakata dasar bahasa Arab guna mempermudah interaksi dan membangun kenyamanan dengan anak-anak yang diajarnya. Selain tantangan bahasa, kondisi cuaca Bahrain yang panas dan lembap turut menjadi hal yang perlu ia adaptasi selama tinggal di sana.

Pengalaman bekerja sama dengan sesama relawan dari berbagai negara turut memperkaya perspektif Faiza mengenai dunia pendidikan. Menurutnya, setiap relawan membawa gaya mengajar dan pendekatan yang berbeda, sehingga ia banyak memperoleh masukan, tips, serta cara pandang baru dalam menghadapi anak-anak dengan karakter yang beragam. Pertukaran budaya pun berlangsung secara alami melalui interaksi sehari-hari bersama sesama exchange participant maupun anggota AIESEC in Bahrain, mulai dari berbagi cerita tentang kebiasaan, sistem pendidikan, makanan, hingga bahasa dari negara masing-masing.

Salah satu momen paling berkesan bagi Faiza datang dari pengalaman langsung di dalam kelas, ketika melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti pelajaran dan kegembiraan mereka saat berhasil memahami materi yang diajarkan. Interaksi dengan teman sekamarnya selama program berlangsung turut memberikan wawasan baru mengenai budaya dan kehidupan dari latar belakang yang berbeda.

Program ini juga membawa perubahan signifikan bagi perkembangan diri Faiza, khususnya dalam hal kemandirian dan kepercayaan diri. Sebagai pengalaman pertamanya bepergian ke luar negeri seorang diri, tantangan tersebut awalnya terasa cukup menakutkan baginya.

“It was not as scary as I thought, and I actually enjoyed it a lot, dan sekarang saya jadi berencana untuk travelling alone lagi. Selain itu, teaching skills dan kepercayaan diri saya dalam menyampaikan pendapat juga meningkat, saya jadi lebih berani untuk speak up and stand up for what I believe is right,” ungkap Faiza.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini turut membekalinya dengan kosakata dasar bahasa Arab, yang kini mendorongnya untuk mempelajari bahasa tersebut secara lebih serius.

Melalui pengalamannya di Bahrain, Faiza berharap dapat mendorong mahasiswa UNJ lainnya untuk berani mengambil kesempatan serupa.

Menurutnya, pengalaman lintas negara memberikan pembelajaran yang sulit didapatkan hanya dari lingkungan yang familiar, mulai dari bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, menghadapi perbedaan budaya, hingga belajar untuk menjadi lebih mandiri.

Melalui program Global Volunteer ini, AIESEC in UNJ terus berkomitmen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman lintas budaya, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4: Quality Education, di berbagai belahan dunia.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda