News
Dari Balik Jeruji ke Panggung Dunia: Produk Warga Binaan Nusakambangan Tembus TEI 2026
Produk hasil pembinaan kemandirian Lapas Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan turut menjadi bagian dari Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Kegiatan ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang internasional yang menjadi wadah promosi produk unggulan Indonesia sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan ke-41 ini, TEI mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” dengan menghadirkan berbagai sektor, termasuk makanan, minuman, dan pertanian.
Dalam ajang tersebut, Lapas Nirbaya menampilkan beberapa produk unggulan hasil pembinaan kemandirian, yaitu telur ayam kampung, tepung dan beras mocaf, serta salah satu produk turunannya, yaitu es krim mocaf.
Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan, Helmi Najih, saat ditemui dalam gelaran tersebut, Jumat (16/10) menyampaikan bahwa keikutsertaan produk unggulan Lapas Nirbaya dalam pameran internasional TEI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil nyata pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Keikutsertaan Mocaf Nirbaya dalam Trade Expo Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran produk-produk unggulan hasil pembinaan kemandirian tersebut menunjukkan produktivitas warga binaan dalam mengembangkan keterampilan melalui kegiatan pengolahan pangan dan pemanfaatan hasil pertanian," tutur Helmi.
"Kami berharap produk yang dikembangkan, khususnya olahan berbahan dasar singkong, dapat semakin dikenal dan memiliki nilai tambah. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” sambngnya.
Selain memamerkan produk unggulan, Mocaf Nirbaya juga menghadirkan demonstrasi pembuatan es krim berbahan dasar tepung mocaf tersebut. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung pemanfaatan tepung hasil pengolahan singkong dari program pembinaan menjadi produk olahan pangan. Demonstrasi tersebut sekaligus menjadi perwujudan keterampilan warga binaan dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang siap dinikmati.
Melalui keikutsertaan ini, Lapas Nirbaya menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada proses belajar, tetapi juga menghasilkan karya nyata. Pengembangan produk seperti tepung mocaf dan es krim mocaf menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan produktif warga binaan agar dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.