Ulasan

Ulasan Novel "Untuk Arjuna," Perjuangan Seorang Anak Agar Diakui Keluarga

Ulasan Novel "Untuk Arjuna," Perjuangan Seorang Anak Agar Diakui Keluarga
Ilustrasi cover buku Untuk Arjuna. (Instagram/@kbo.oxtagram)

Identitas Buku

Judul buku: Untuk Arjuna

Jenis buku: Novel

Penulis: Denang Revi Apriliani

Penerbit: Hesthetic Official

Jumlah halaman: 390 halaman

Cetakan pertama, Januari 2022

Ulasan Novel "Untuk Arjuna"

Mungkin, Arjuna adalah salah satu sosok yang membuktikan bahwa seharmonis apapun sebuah keluarga dilihat dari luar, pasti selalu ada ketidaksempurnaannya. Arjuna seakan juga mewakili sosok seorang anak yang senantiasa dianggap berbeda dan selalu dibanding-bandingkan dengan saudaranya yang lain.

Namun, satu hal yang sangat aku suka dari Juna, dia tidak tumbuh menjadi sosok anak broken home atau anak bandel yang suka berbuat masalah hanya demi mendapat perhatian. Dia membuktikan kehadirannya melalui usahanya sendiri, melalui hal yang paling ia cintai dan ia banggakan dari dirinya, yaitu karate. Karate adalah hidupnya Juna, ralat, mungkin urutan kedua setelah Via, adik kecil kesayangannya. 

Berbicara tentang Via, jujur aku sebagai pembaca merasa sangat gemas dan iri di saat yang bersamaan. Aku adalah anak tunggal, sehingga aku hanya bisa gigit jari saat Juna memperlakukan Via dengan sangat baik dan hangat. Penulis mampu membuktikan bahwa cinta tidak melulu tentang dua insan berbeda jenis yang saling mengirimkan sinyal-sinyal kimia satu sama lain. Ada cinta yang lebih besar dan lebih penting dari itu semua, cinta di antara keluarga.

Melalui kisah ini juga, aku jadi belajar bahwa terkadang ucapan yang kita anggap enteng dan tidak penting sama sekali, ternyata mampu meninggalkan bekas tak terlupakan di hati sesorang. Saat Liam, kakak tertua Juna mengaku lupa membawa oleh-oleh untuk Juna di saat anggota keluarganya lainnya ia bawakan, aku seakan ingin masuk ke dalam cerita dan menghibur Juna.

Pada bonus chapter yang bisa di-scan melalui cover belakang buku ini, aku jadi tahu cerita dari sudut pandang Ali, kakak kembaran Juna. Ternyata selama ini aku salah sangka terhadap Ali, dia tidak sejahat itu. Dia sangat menyayangi Arjuna, sebagaimana sayangnya seorang kakak terhadp adik. Setelah direnungkan, kita sama sekali tidak bisa menyalahkan sikap Ali. Dia punya pertimbangan dan pemikirannya sendiri. Inilah pentingnya melihat segala sesuatu dari segala sisi.

Mengenai sosok Tyo, penopang dan nahkoda mahkota ini, terlepas dari beberapa sikapnya yang tidak bisa dibenarkan terhadap Juna, ia tetap menunjukkan sikap seorang ayah yang bagaimanapun juga pasti sayang dengan anak-anaknya. Dan untuk Juna sendiri, terima kasih sudah mengajarkan banyak halm tentang kesabaran, ketekunan, penerimaan, dan perjuangan hingga akhir.

Itulah identitas dan ulasan singkat novel "Untuk Arjuna." Bacalah novel "Untuk Arjuna" jika kamu ingin merasakan cinta tulus antar keluarga, arti persahabatan, persaudaraan, kasih sayang sesama saudara, serta tentang perjuangan meraih mimpi hingga napas penghabisan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda