Ulasan Novel '7 Malam Kegelapan', Menguak Misteri Kematian di Danau Angker

Hernawan | Ardina Praf
Ulasan Novel '7 Malam Kegelapan', Menguak Misteri Kematian di Danau Angker
Novel 7 Malam Kegelapan (goodreads.com)

Novel "7 Malam Kegelapan" karya Jeong You Jeong adalah novel yang mengangkat tema berat seperti misteri, kriminal, dan thriller. Bahkan novel ini juga diangkat dalam film berjudul 7 Years of Darkness.

Novel ini juga tersedia dalam terjamahan Indonesia, jadi kamu tidak perlu khawatir ketika ingin membacanya.

Novel ini mengisahkan Seo-won yang tiba-tiba dijuluki sebagai anak pembunuh setelah ayahnya dituduh membunuh seorang anak perempuan yang tewas tenggelam di Danau Seryeong, waduk angker.

Bukti-bukti yang mengejutkan membuatnya hidup di bawah bayang-bayang kejahatan ayahnya.

Suatu hari, ia menerima paket yang diklaim dapat mengungkap kebenaran di balik insiden tersebut, menyadari bahwa permainan mengerikan itu belum berakhir.

Seo-won pun mulai menyelidiki kejadian di Waduk Seryeong dan mengunjungi ayahnya di penjara untuk mencari kebenaran.

Ulasan Novel 7 Malam Kegelapan

Sejak pandangan pertama, pembaca bisa merasakan nuansa suram yang menyelimuti cerita. Meski tidak selalu menawarkan ketegangan yang mendebarkan, novel ini tetap mampu membuat pembaca terpaku, melompat dari satu tragedi ke tragedi lainnya, yang semuanya terselimuti dalam kegelapan dan ketidakadilan.

Cerita ini berfokus pada kisah balas dendam yang dilatari oleh misteri pembunuhan. Jeong dengan cerdas memainkan rasa ingin tahu pembaca, memanipulasi hasrat manusia untuk mengungkap kebenaran di balik dunia yang penuh kepalsuan.

Ia juga mengeksplorasi keinginan untuk menghadirkan keadilan bagi mereka yang pantas mendapatkannya, bahkan di tengah konspirasi di mana individu kuat dan korup berusaha menyembunyikan kebenaran.

Pembaca juga diajak untuk menyaksikan bagaimana setiap lapisan kebohongan terbuka satu per satu, dan bagaimana sosok-sosok yang berkuasa akhirnya harus menghadapi kenyataan yang tak dapat disangkal.

Yang membuat "7 Malam Kegelapan" terasa berbeda adalah kemampuannya menggali sisi emosional dari setiap karakter, terutama pelaku kejahatan.

Alih-alih hanya merasa simpati terhadap keluarga korban, novel ini mendorong pembaca untuk memahami kompleksitas karakter lain, termasuk para pelaku kejahatan yang biasanya tidak banyak mendapat perhatian.

Ini bukan berarti membenarkan tindakan mereka, melainkan mengajak kita melihat lebih dalam pada latar belakang dan motivasi yang membawa mereka ke jalur yang salah.

Ada sesuatu yang melankolis dalam cara Jeong mengisahkan ketidakadilan yang dialami para karakter. Alih-alih merasa puas ketika misteri akhirnya terungkap, perasaan yang muncul lebih banyak didominasi oleh kesedihan melihat realitas yang menyedihkan ini.

Namun, nuansa melankolis ini bukanlah kekurangan. Sebaliknya, ini adalah kekuatan yang membedakan novel ini dari cerita thriller pada umumnya.

Tidak semua misteri harus ditulis dengan cara yang sama, dan Jeong berhasil menunjukkan bahwa sebuah kisah bisa lebih dari sekadar pencarian jawaban. Ia bisa menjadi cerminan dari kerapuhan dan ketidakadilan dalam kehidupan manusia.

Secara keseluruhan, "7 Malam Kegelapan" adalah novel yang mencekam dan menyentuh, menawarkan lebih dari sekadar misteri yang harus dipecahkan.

Jika Anda mencari sebuah cerita yang lebih dalam dari sekadar thriller, dan siap untuk merasakan emosi yang kompleks, "7 Malam Kegelapan" adalah pilihan yang sangat tepat.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak