Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye
Si Putih (Dok.Pribadi/Oktavia)

Bagaimana jika hewan kesayanganmu ternyata adalah makhluk dengan kekuatan terbesar di dunia paralel? Bagaimana jika sosok yang terlihat imut dan menggemaskan justru menjadi salah satu petarung paling berbahaya?

Premis inilah yang diangkat dalam novel Si Putih, buku ke-10 dari serial fantasi populer BUMI karya Tere Liye.

Berbeda dari buku-buku sebelumnya yang berfokus pada Raib, Seli, dan Ali, seri ini membawa pembaca masuk ke klan baru dengan tokoh-tokoh baru, serta sudut pandang yang berbeda.

Sinopsis Novel

Cerita berpusat pada asal-usul Si Putih, kucing kesayangan Raib, yang ternyata memiliki masa lalu luar biasa. Sebelum menjadi hadiah ulang tahun yang diletakkan di depan pintu rumah Raib, Si Putih telah melalui perjalanan panjang di dunia paralel yang penuh konflik, wabah, dan pertarungan kekuasaan.

Kisah ini membawa pembaca ke Klan Polaris, sebuah wilayah yang dilanda pandemi mematikan. Di sinilah tokoh utama baru, N-ou, diperkenalkan. Ia adalah anak kecil yang kehilangan orang tuanya akibat wabah, hidup dalam kesendirian, kemarahan, dan kebingungan.

Pada titik terendah hidupnya, N-ou mendengar isu bahwa pandemi tersebut direkayasa oleh penguasa klan. Dendam mulai tumbuh, dan keinginannya untuk mencari kebenaran menjadi bahan bakar perjalanan panjangnya.

Pertemuan N-ou dengan Si Putih menjadi titik balik cerita. Dalam novel ini, diperkenalkan konsep kekuatan baru bernama bounding. Ikatan energi antara manusia dan hewan yang memungkinkan mereka berbagi kekuatan.

Uniknya, kekuatan ini memiliki tingkatan level, dan tidak hanya berlaku pada kucing, tetapi juga hewan lain. N-ou dan Si Putih membentuk bounding yang sangat langka, bahkan mencapai level tertinggi yang pernah dicatat dalam sejarah Klan Polaris. Kekuatan ini bukan lahir dari latihan fisik semata, melainkan dari emosi terdalam: dendam, luka batin, dan rasa kehilangan.

Kelebihan dan Kekurangan

Formula cerita terasa familiar: perjalanan lintas wilayah, dunia asing, klan-klan unik, dan konflik besar yang berulang seperti buku-buku sebelumnya. Ketegangan terasa lebih datar dibandingkan seri kuat seperti Matahari.

Deskripsi latar yang seharusnya megah justru terasa pucat. Putih, polos, dan kurang atmosferik, seolah dunia yang dibangun kehilangan kedalaman visual dan emosi.

Selain itu juga ada sedikit perubahan pendekatan konsep. Serial BUMI sebelumnya dikenal dengan gaya semi-abstrak: kekuatan, dunia, dan sistem yang tidak terlalu teknis. Namun di Si Putih, sistem leveling dan tingkatan kekuatan diperkenalkan secara eksplisit, bahkan pada hewan.

Perubahan ini membuat cerita bergeser dari nuansa setengah sci-fi setengah fantasi menjadi lebih mekanistik, lebih sistemik, dan terasa menjauh dari identitas awal serial.

Dari sisi alur, bagian awal cerita berjalan lambat dan cukup mudah ditebak. Meski petualangan tetap seru, ketegangan naratif terasa kurang menggigit. Konflik besar yang dibangun sebenarnya potensial, tetapi penyelesaiannya terasa ringan dan kurang “nendang”. Ending-nya pun meninggalkan kesan tanggung: emosional ada, konflik ada, tetapi dampaknya terasa tipis.

Meski begitu, novel ini tetap menyimpan kekuatan penting: dunia baru dan arah baru cerita. Kehadiran tokoh seperti Bibi Gill (guru Seli) menandai dimulainya cabang cerita baru. Ini membuat pembaca tetap penasaran, meski secara kualitas emosional buku ini terasa lebih lemah dibanding seri-seri sebelumnya.

Secara keseluruhan, Si Putih adalah cerita yang menarik secara konsep, tetapi tidak sepenuhnya kuat secara eksekusi. Ia penting dalam struktur semesta BUMI karena membuka klan baru, sistem kekuatan baru, dan konflik global baru. Namun dari sisi ketegangan, kedalaman emosi, dan kekuatan naratif, buku ini terasa sebagai fase transisi.

Identitas Buku

  • Judul: Si Putih
  • Penulis: Tere Liye
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: April 2021
  • ISBN: 978-623-99878-5-5
  • Tebal: 374 halaman
  • Seri: Bumi #10
  • Genre: Fiksi Ilmiah, Fantasi, Young Adult

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak