Saat Pengkhianatan Dibalas dengan Rencana Cerdas: Ulasan Novel The Camarro

Lintang Siltya Utami | Azilla Intan
Saat Pengkhianatan Dibalas dengan Rencana Cerdas: Ulasan Novel The Camarro
Novel The Camarro. (Dok.Pribadi/Azilla)

"Guess you messed the wrong person."

Jika ingin membaca novel dengan karakter utama perempuan yang kuat dan tangguh, The Camarro bisa dijadikan pilihan. Novel The Camarro karya Nadia Ristivani ini memuat konflik tentang persahabatan, cinta, pembalasan dendam, dan permusuhan. Alur cerita dan penyelesaian konflik dikemas dengan baik, serta berbagai rencana Milan untuk membalas perbuatan dari orang yang mengusiknya juga sangat terstruktur dan berkelas.

Novel dengan tebal 317 halaman ini mampu menguras emosi pembaca ketika melihat kelakuan Lula yang mencoba untuk menjatuhkan lawannya, Milan. Selain itu, novel ini juga memiliki plot twist yang sangat mengejutkan diakhir ceritanya.

Sinopsis Novel The Camarro

Cerita berpusat pada sudut pandang karakter utamanya bernama Milan. Milan ini adalah perempuan cuek, cenderung tidak peduli dengan hal yang tidak penting baginya. Ia kerap dipandang sebagai perempuan berhati dingin. Meski demikian, Milan memiliki sebuah prinsip yang diyakininya dari kecil, yakni pengkhianatan terbesar itu bisa datang dari orang terdekat, bisa datang dari teman, sahabat, pacar, bahkan saudara sendiri.

Karena prinsipnya inilah yang membuat Milan sebisa mungkin untuk meminimalisir faktor yang dapat membuatnya merasa dikhianati, yakni dengan tidak terlalu menjalin hubungan pertemanan yang dekat dan tidak terlibat dalam hubungan asmara.

Sampai suatu hari, ketika Milan berhasil memenangkan sebuah lomba berajang internasional, ia tiba-tiba didekati oleh seorang perempuan yang sangat populer di kampusnya. Perempuan itu adalah primadona kampus Milan yang memiliki wajah cantik dan sifat yang hangat bernama Lula. Lula tiba-tiba mengajak Milan untuk bergabung ke dalam sirkel pertemanannya yang diisi oleh empat orang lelaki yak tak kalah populer, yakni Hilmy, Cello, Rifan, dan Farrel.

Mendengar tawaran dari Lula membuat hati Milan merasa goyah dan ragu untuk menentang prinsip awalnya. Akhirnya, Milan mencoba untuk lebih membuka diri dan mengesampingkan prinsip yang selama ini ia pegang teguh.

Namun, ternyata Lula tidak sebaik yang dikira orang-orang. Gadis itu lebih licik dan manipulatif dari yang Milan duga. Lula sengaja menempatkan Milan di dalam sirkelnya agar bisa mengawasi gadis itu dari dekat untuk menemukan kekurangan yang dimiliki Milan. Lula juga membuat beberapa rumor buruk yang merugikan Milan, memanipulasi orang-orang untuk menjatuhkan Milan dan menaikkan namanya, serta sifat pick me yang dimiliki Lula membuat Milan semakin geregetan.

Terlepas dari semua kelakuan Lula terhadap Milan, ada satu hal penting yang tidak disadari Lula, bahwa ia salah memilih lawan. Milan bukanlah perempuan yang akan tunduk hanya dengan perlakuan kekanakan yang diperbuatnya, ia juga bukan hanya sekadar anak pebisnis yang akan tunduk pada pemerintah. Latar belakang keluarga Milan jauh lebih kejam dari yang Lula kira. Dengan tumbuh besar di keluarga Camarro, keluarga mafia terbesar sekaligus tertutup, Milan telah diajarkan dasar-dasar cara menaklukan musuh tanpa harus repot untuk mengotori tangannya.

Dari awal, Lula bukanlah tandingan Milan yang sebenarnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Novel The Camarro memiliki alur cerita dan konflik yang kompleks, rumit, dan cukup menguras emosi. Hal ini bisa dijadikan kelebihan sekaligus kekurangan novelnya tergantung para pembaca.

Jika pembaca menyukai cerita dengan alur dan konflik yang kompleks, rumit, menantang, dan menguras emosi, cerita ini bisa dijadikan rekomendasi untuk dibaca.

Selain itu, penjabaran detail mengenai latar belakang keluarga Milan dan sisi lain dari kehidupan mafia yang berbahaya juga lebih didetailkan di novel ini, ditambah dengan plot twist yang mengejutkan semua pembaca membuat novel ini memiliki ending yang sangat membekas.

Namun, jika pembaca kurang menyukai alur dan konflik yang kompleks, ditambah dengan cerita yang menguras emosi, novel ini bisa dipertimbangkan dahulu sebelum membacanya.

Ditambah lagi, sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama yang hanya berpusat pada satu pandangan tokoh, di mana penggunaan sudut pandang ini jarang digunakan pada novel, membuat pembaca yang tidak terbiasa mungkin akan terganggu.

Identitas Novel

  • Judul: The Camarro
  • Penulis: Nadia Ristivani
  • Penerbit: Loveable x Fantasious
  • Tahun Terbit: 2021
  • Tebal Halaman: 317 Halaman
  • ISBN: 9786233100410
  • Genre: Friendship Family

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak