Ulasan
Ketika Ayah Jadi Trauma Terbesar Anak Perempuan, Ironi di Buku Sea Me Later
Novel Sea Me Later karya Cecillia Wang menawarkan kombinasi yang menarik dalam dunia fiksi populer. Seni, romansa, dan isu kesehatan mental yang dibalut dalam alur yang dramatis.
Dengan latar yang melibatkan dunia kuratorial dan sejarah seni, novel ini tidak hanya menyajikan kisah cinta, tetapi juga membuka wawasan pembaca tentang nilai sebuah karya seni dan kompleksitas kehidupan manusia.
Sinopsis Novel
Bernadette atau Bea adalah seorang asisten kurator di National Gallery Singapore. Bea ditugaskan membantu Madam Tulip Chu dalam proses peminjaman lukisan karya Raden Saleh dari Yayasan Van Der Willem untuk pemerintah Indonesia.
Dari premis ini saja, novel sudah terasa berbeda. Dunia seni yang biasanya dianggap “jauh” dari pembaca awam justru menjadi pintu masuk cerita yang menarik.
Namun, alur yang awalnya tampak profesional dan terstruktur berubah ketika Bea bertemu dengan Friday Carter Elliot. Keturunan terakhir Pangeran Willem sekaligus seorang quarterback yang dikenal sebagai sosok playboy.
Pertemuan mereka tidak berjalan mulus. Bahkan, hubungan keduanya dimulai dengan ketegangan yang kemudian berkembang menjadi dinamika enemies to lovers.
Yang membuat kisah ini menarik bukan hanya romansa antara Bea dan Carter, tetapi juga latar belakang karakter yang kompleks. Bea bukan sekadar tokoh perempuan biasa. Ia adalah penyintas kekerasan dalam keluarga, yang selama bertahun-tahun hidup dalam tekanan dan manipulasi dari ayahnya sendiri.
Trauma ini membentuk cara pandangnya terhadap diri sendiri. Merasa tidak berharga, penuh ketakutan, dan sulit mempercayai orang lain.
Di sisi lain, Carter juga datang dengan luka yang tidak kalah dalam. Ibunya, Vanessa, mengalami kondisi mental yang serupa akibat kekerasan di masa lalu. Kedua karakter ini dipertemukan dalam situasi yang tidak ideal, namun justru dari situlah hubungan mereka berkembang. Carter tidak hanya hadir sebagai pasangan romantis, tetapi juga sebagai sosok yang memberi ruang bagi Bea untuk pulih.
Relasi mereka terasa emosional dan perlahan. Ketika perasaan mulai tumbuh, mereka tidak langsung tenggelam dalam romansa, melainkan belajar mengendalikan diri. Carter memilih untuk memberi Bea waktu. Pendekatan ini membuat hubungan mereka terasa lebih dewasa dan menyentuh.
Selain romansa, novel ini juga menyoroti pentingnya keluarga. Hubungan Bea dengan saudara-saudaranya yang sempat renggang perlahan membaik, terutama setelah kasus kekerasan yang ia alami terungkap.
Kehadiran keluarga yang akhirnya saling mendukung menjadi salah satu elemen paling hangat dalam cerita. Novel ini dengan jelas menunjukkan bahwa keluarga tidak selalu sempurna, tetapi tetap bisa menjadi tempat untuk memperbaiki diri dan saling menguatkan.
Kelebihan dan Kekurangan
Pembahasan tentang lukisan Raden Saleh tidak hanya menjadi latar, tetapi juga membawa pembaca memahami bahwa karya seni memiliki nilai historis, filosofis, bahkan diplomatis. Fakta bahwa lukisan bisa direstorasi dan menjadi bagian dari hubungan antarnegara menambah dimensi baru dalam cerita.
Namun, novel ini tidak lepas dari kritik. Konflik dan emosi yang ditampilkan terasa dipaksakan, terutama dalam dinamika awal hubungan Bea dan Carter. Trope enemies to lovers yang digunakan memang populer, tetapi eksekusinya kurang halus di beberapa bagian. Selain itu, penggambaran serangan panik Bea tidak merepresentasikan kondisi kesehatan mental secara realistis.
Gaya penulisan yang mencoba mengadopsi nuansa internasional juga menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, membuat cerita terasa modern, tetapi di sisi lain bisa terasa repetitif atau kurang natural.
Meski begitu, Sea Me Later tetap menjadi bacaan yang menarik. Ia menawarkan pengalaman emosional dari tawa, haru, hingga kemarahan. Novel ini seperti perjalanan yang mengajak pembaca membuka lembar demi lembar dengan rasa penasaran yang terus terjaga.
Identitas Buku
- Judul: Sea Me Later
- Penulis: Cecillia Wang
- Penerbit: Bukuné
- Tahun Terbit: 2023
- ISBN: 978-602-220-512-8
- Tebal: 444 Halaman
- Genre: Fiksi, Romance, Misteri
- Seri: Makna #03