Ulasan

Hantu Masa Lalu dan Teka-teki 19 Triliun dalam Novel Tentang Kamu

Hantu Masa Lalu dan Teka-teki 19 Triliun dalam Novel Tentang Kamu
Novel Tere Liye Tentang Kamu. (Gramedia)

Novel Tentang Kamu karya Tere Liye mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan Indonesia bernama Sri Ningsih melalui mata seorang pengacara muda, Zaman Zulkarnaen, yang bekerja di firma hukum Thompson & Co. di London. Zaman mendapat tugas untuk mengurus harta warisan senilai Rp 19 triliun milik Sri, seorang perempuan yang meninggal di panti jompo di Paris, tanpa meninggalkan ahli waris yang jelas. Tugas Zaman bukan sekadar soal harta, tetapi menelusuri jejak kehidupan Sri untuk menemukan siapa yang paling berhak menerima warisan tersebut.

Pencarian dimulai dari panti jompo dekat Menara Eiffel, tempat Sri menghembuskan napas terakhir. Di sana, Zaman menemukan catatan harian milik Sri, yang menjadi petunjuk penting menyingkap perjalanan hidupnya. Dari diary tersebut, terlihat jelas bagaimana Sri menjalani hidup yang penuh liku, mulai dari masa kecil hingga usia tua.

Sri lahir di Pulau Bugin, Nusa Tenggara, dan sejak kecil harus menghadapi kerasnya kehidupan. Kehilangan kedua orang tua membuatnya hidup bersama ibu tiri yang keras dan penuh penderitaan. Peristiwa tragis memaksanya meninggalkan kampung halaman, menandai awal perjalanan panjangnya. Masa kecilnya digambarkan dalam Juz Kesabaran (1946–1960), di mana setiap penderitaan membentuk Sri menjadi pribadi yang sabar dan tangguh.

Perjalanan Sri berlanjut ke Jawa, di mana ia menempuh pendidikan di pesantren dan menemukan persahabatan tulus. Ia belajar nilai-nilai kehidupan, kepercayaan, dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, yang menjadi fondasi kepribadiannya. Namun pengkhianatan dari Sulastri dan suaminya yang terlibat PKI menghantui hidup Sri, bahkan sampai menjadi bayangan yang terus mengikuti langkahnya. Masa ini tergambar dalam Juz Persahabatan (1961–1966).

Setelah dewasa, Sri merantau ke Jakarta dan memulai hidup dari nol. Ia bekerja keras di berbagai pekerjaan, mulai dari guru, kuli panggul, hingga penjual nasi goreng, demi bertahan hidup. Perlahan-lahan, ia berhasil membangun usaha yang berkembang menjadi perusahaan produksi kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan pasta gigi. Masa ini tercermin dalam Juz Keteguhan Hati (1967–1979), menunjukkan keteguhan Sri menghadapi krisis ekonomi, pengkhianatan, dan berbagai rintangan sosial.

Dalam perjalanan membangun kesuksesan, Sri juga mendirikan bisnis rental mobil. Namun, peristiwa Malari menghancurkan usahanya saat itu, karena mobil-mobilnya dibakar. Meski demikian, ia tidak menyerah. Sri kembali bekerja sebagai karyawan di perusahaan sabun hingga berhasil mengumpulkan modal untuk mendirikan pabrik sabun sendiri.

Usahanya berkembang pesat; pada puncak kejayaannya, pabrik sabun yang ia bangun mampu bersaing dengan merek besar seperti Unilever dan P&G. Namun, masa lalunya kembali menghantui ketika hantu pengkhianat muncul, mengincar hartanya. Untuk menghindari konflik tersebut, Sri akhirnya menjual pabriknya dan mempertahankan satu persen saham, menjaga agar warisan dan jejak kebaikannya tetap aman dari ancaman masa lalu.

Kehidupan Sri memasuki fase personal ketika ia tinggal di London. Di sana, ia bekerja sebagai sopir bus tingkat merah dan bertemu Hakan Karim, seorang pria Turki yang menjadi suaminya. Hubungan mereka dipenuhi kasih sayang, namun kesedihan menghampiri karena mereka kehilangan anak dan menghadapi berbagai tantangan. Setelah Hakan meninggal, Sri kembali menghadapi kesendirian, hingga masa lalunya kembali muncul dan mengincar harta yang dimilikinya. Kisah ini tergambar dalam Juz Cinta (1980–1999).

Pada masa tuanya, Sri memilih tinggal di Paris, di panti jompo sederhana. Meski hidup terbatas, ia tetap menebarkan kebaikan: mengajar senam lansia, menanam sayuran hidroponik, dan mengajarkan tarian tradisional kepada anak-anak sekitar. Kehidupan sederhana ini menggambarkan Juz Memeluk Semua Rasa Sakit (2020), di mana Sri menutup perjalanan hidupnya dengan meninggalkan jejak kebaikan yang bisa dirasakan orang lain.

Melalui catatan harian Sri yang ditelusuri Zaman, terlihat bahwa hidupnya bukan sekadar tentang kesuksesan atau kekayaan, tetapi tentang keteguhan hati, persahabatan, cinta, dan penerimaan terhadap penderitaan. Novel ini mengajarkan bahwa kehidupan seseorang dapat memberi makna jauh lebih besar daripada harta yang ditinggalkan—yakni kebaikan dan inspirasi bagi orang lain. Dari pulau kecil di Nusa Tenggara, ke kerasnya Jakarta, ke hiruk-pikuk London, hingga panti jompo di Paris, Sri Ningsih selalu meninggalkan jejak kebaikan, yang akhirnya dipahami Zaman sebagai warisan sejati.

Identitas Buku

Judul: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Cetakan: Pertama, Oktober 2016
Tebal: vi + 524 halaman
Ukuran: 13,5 × 20,5 cm
ISBN: 978-602-0822-34-1

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda