Ulasan

Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai

Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai
Poster Drakor Queen Mantis (IMDb)

September 2025, sebuah drama thriller psikologis berjudul Queen Mantis atau The Mantis: Original Sin mulai tayang dengan premis yang langsung menarik perhatian. Polisi harus bekerja sama dengan seorang pembunuh berantai legendaris untuk menangkap pelaku peniru yang meniru kasus dua puluh tahun lalu. Situasinya semakin rumit karena detektif yang menangani kasus tersebut adalah putra kandung sang pembunuh sendiri.

Kasus pembunuhan sadis dengan pola identik kembali muncul setelah dua dekade berlalu. Pola tersebut sebelumnya dilakukan oleh Jung I-shin (Go Hyun-jung), pembunuh berantai yang dijuluki “The Mantis”. Publik selama ini mengira ia telah meninggal, namun kenyataannya I-shin masih hidup dan berada di penjara. Kemunculan pelaku peniru membuat polisi terpaksa meminta bantuannya untuk memahami motif dan pola pembunuhan.

Di sisi lain, detektif yang menangani kasus ini adalah Cha Soo-yeol (Jang Dong-yoon), anak kandung I-shin sendiri. Bagi Soo-yeol, I-shin bukan sekadar kriminal, tetapi sosok yang menghancurkan masa kecilnya. Pertemuan mereka bukanlah reuni emosional, melainkan konfrontasi dingin yang dipenuhi kebencian, trauma, dan ketegangan yang terus terasa sepanjang cerita.

Review Queen Mantis 

Salah satu kekuatan utama Queen Mantis terletak pada sudut pandangnya. I-shin bukan pembunuh berantai biasa. Ia menargetkan pria-pria yang melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Hal ini menciptakan dilema moral yang menarik: apakah ia sepenuhnya penjahat, atau justru sosok yang menjalankan keadilan dengan cara ekstrem ketika hukum gagal melindungi korban?

Drama ini tidak memberikan jawaban pasti. Penonton dibiarkan menilai sendiri apakah tindakan I-shin dapat dibenarkan atau tidak. Ambiguitas moral tersebut membuat cerita terasa lebih gelap dan kompleks, sekaligus menjaga ketegangan hingga akhir.

Dari segi akting, Go Hyun-jung tampil sangat kuat sebagai I-shin. Tanpa banyak dialog, ekspresi dinginnya sudah cukup menciptakan aura mengintimidasi. Karakternya terlihat tenang, hampir tanpa emosi, namun justru terasa lebih menakutkan. Di sisi lain, Jang Dong-yoon berhasil menampilkan konflik batin Soo-yeol dengan baik. Ia tampak keras sebagai detektif, tetapi menyimpan luka masa kecil yang terus memengaruhi setiap keputusannya.

Berbeda dengan thriller yang mengandalkan aksi cepat, Queen Mantis memilih tempo yang lebih lambat. Cerita dibangun melalui dialog, ekspresi karakter, dan atmosfer yang sunyi namun menekan. Banyak adegan mengambil latar ruang interogasi yang dingin, sel penjara yang sempit, serta lokasi pinggiran kota yang terasa terisolasi. Semua elemen visual tersebut memperkuat nuansa tidak nyaman sepanjang cerita.

Penggunaan musik latar juga cukup minimal, tetapi efektif. Beberapa adegan terasa lebih mencekam justru karena kesunyian yang panjang. Pendekatan ini membuat penonton fokus pada psikologi karakter dan dinamika hubungan mereka, bukan sekadar pada kasus pembunuhan.

Selain misteri kriminal, drama ini juga menyentuh isu sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga dan kegagalan sistem hukum melindungi korban. Kehadiran I-shin seolah menjadi simbol dari keadilan yang muncul ketika hukum tidak lagi mampu bekerja. Inilah yang membuat konflik cerita terasa tidak hanya personal, tetapi juga sosial.

Namun, Queen Mantis tidak sepenuhnya tanpa kekurangan. Beberapa bagian terasa kurang realistis, terutama bagaimana polisi memberi ruang cukup besar pada seorang pembunuh berantai dalam proses penyelidikan. Selain itu, karakter penyelidik dalam tim kepolisian juga digambarkan kurang kompeten, sehingga beberapa momen investigasi terasa janggal dan kurang meyakinkan. Kekuatan fisik Seo A-ra yang tidak konsisten saat adegan pertarungan juga sedikit mengganggu kelogisan cerita.

Meski begitu, dengan total delapan episode, Queen Mantis tetap menawarkan cerita yang padat, gelap, dan emosional. Drama ini tidak mencoba memberikan akhir yang nyaman, melainkan meninggalkan pertanyaan tentang batas antara keadilan dan balas dendam.

Melalui karakter Cha Soo-yeol, cerita ini juga menunjukkan upaya seseorang untuk melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu dan tidak membiarkan trauma mendefinisikan identitasnya.

Secara keseluruhan, Queen Mantis bukan sekadar drama kriminal biasa. Ia menghadirkan konflik moral yang mengganggu, hubungan ibu dan anak yang kompleks, serta atmosfer psikologis yang kuat. Sebuah thriller yang tidak hanya mencekam, tetapi juga memaksa penonton mempertanyakan kembali: ketika hukum gagal ditegakkan sebagaimana mestinya, apakah monster memang dibutuhkan untuk memburu monster lainnya?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda